Suara Denpasar - Langkah Es Teh Indonesia melakukan somasi kepada seorang warganet disebut sebagai langkah yang blunder. Warganet menyesalkan langkah tersebut diambil oleh brand yang didirikan oleh Haidhar Wurjanto pada 2018 lalu ini.
Sejumlah warganet bahkan mengaku tak akan membeli produk dari Es Teh Indonesia lagi. Mereka kecewa dengan sikap brand tersebut.
"Lah kirain udah blunder ga bakalan dilanjut, ternyata masih. Oke jadi makin yakin buat ga akan pernah beli lagi produk @esteh_indonesia," tulis seorang warganet pemilik akun @smlc****, dikutip Suara Denpasar di twitter, Minggu 25 September 2022.
Kekecewaan juga diungkapkan warganet di akun twitter @gandhoyy, pemilik akun yang disomasi oleh Es Teh Indonesia.
Pemilik akun bernama Gandhi itu meminta maaf karena membuat cuitan yang menyinggung Es Teh Indonesia.
Cuitan itu mendapatkan ragam tanggapan dan sudah dikomentari sebanyak 3.300 kali. Sejumlah warganet menilai seharusnya Es Teh Indonesua menanggapi keluhan warganet denga bijak.
"Kalo ada keluhan, cobalah ditanggapi dengan bijak. Bukan seperti ini caranya. @esteh_indonesia," tulis seorang warganet.
"Jadi males nyoba," tulis yang lainnya.
Namun, ada juga yang meyalahkan Gandhi karena kritiknya bernada kasar dan memuat kata yang tak pantas.
"Cara kritik nya juga ga sopan pake bahasa kasar pula, masa iya di tanggapi dengan bijak," tulis warganet lainnya.
Sebelumnya diberitakan, pemilik akun twitter @gandhoyy meminta maaf kepada Es Teh Indonesia karena cuitannya dianggap menyinggung dan memuat informasi salah.
Dia meminta maaf setelah diancam somasi oleh Es Teh Indonesia yang merasa tersinggung dengan cuitan warganet tersebut.
Es Teh Indonesia menyebut rasa manis pada produk adalah bersifat subjektif yang berhak dimiliki semua pihak. Pihaknya memberikan opsi lain sesuai kebutuhan konsumen. Sehingga menyebut kandungan 3 kg gula dianggap memberikan informasi yang keliru.
Kemudian terkait adanya kata hewan dan kata yang kurang baik lainnya ditujukan kepada pemilik brand. Es Teh merasa terhina atas pernyataan tersebut.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ryamizard Ryacudu Wafat, Rumah Duka Cikeas Dipadati Tokoh Militer dan Pejabat Negara
-
Ryamizard Ryacudu Tutup Usia, Putra Palembang yang Menembus Puncak TNI
-
Daftar Tanggal Merah Juni 2026: Ada Long Weekend di Awal Bulan, Waktunya Healing!
-
Karhutla Riau: Pasir Limau Kapas Padam, Rantau Bais, Sokoi dan Kandis Masih Membara
-
Meriah! Kris Dayanti Ungkap Pernikahan Azriel dan Sarah Menzel Bakal Libatkan 3 Budaya
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
BBKSDA Riau Halau 11 Gajah yang Masuk Pemukiman, Rusak Kebun Semangka
-
Jokowi Akan Sambangi Sejumlah Daerah, Pengamat Soroti Strategi Politik Jangka Panjang
-
BPR Pontianak Disebut Garda Terdepan UMKM, Mengapa Banyak Usaha Kecil Masih Sulit Naik Kelas?
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend