Suara Denpasar - Brand minuman Es Teh Indonesia dan gula menjadi dua topik yang ramai diperbincangkan belakangan ini. Lantas, berapa batas konsumsi gula per hari yang dianjurkan organisasi kesehatan dunia?
Gula merupakan salah satu bahan untuk mengubah rasa menjadi manis, baik makanan dan minuman. Menurut pakar kesehatan, mengonsumsi gula secara berlebihan tidak baik bagi kesehatan.
Organiasi kesehatan dunia dan Kementerian Kesehatan Indonesia memiliki anjuran batas batas konsumsi gula per hari yaitu cukup 4 sendok makan per hari. Selain itu, mereka juga merekomendasikan batas asupan gula yang berupa free sugar kepada anak atau dewasa yakni maksimal 10 persen dari total energi.
Free sugar merupakan gula yang ditambahkan ke dalam produk makanan atau minuman dan secara alami terdapat dalam madu, sirup, fruit juice concentrate.
Maka dengan demikian, ketika orang dewasa sehat di Indonesia membutuhkan 2000 kalori per hari, maka 10 persen dari jumlah ini yakni 200 kalori atau setara 50 gram.
Jumlah tersebut menurut perhitungan Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia Cabang Banten, dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, Sp.GK, dilansir dari Antaranews.
Dia menyadari saat ini tidak semua orang mentaati rekomendasi tersebut. Bahkan menurutnya tren F&B pada tahun 2020-2021 memperlihatkan hampir 7 juta orang Indonesia memesan martabak manis pada tahun 2020.
Kemudian setiap 10 detik ada 1 teh susu varian hazelnut yang masuk dalam pesanan.
Dia menghitung dalam 1 potong martabak manis terkandung gula sekitar 12 gram atau sekitar 1 sendok makan. kemudian teh susu berukuran 500 ml bisa mengandung 102,5 gram gula.
Baca Juga: Bule Kanada Tewas Tenggelamkan Diri Pakai Pemberat Batu ke Kolam Renang Vila di Seminyak Bali
"Kebayang kalau 50 gram sudah batas atas (gula) yang diperbolehkan nah ini dua kalinya. Orang akan jadi cenderung kelebihan gula. Dalam 1 gelas teh susu 500 ml gulanya bisa sampai 8 sendok makan," kata ahli gizi yang praktik di RS Pondok Indah-Pondok Indah, RS PELNI dan Prodia Health Care Bintaroini,
Risiko Kelebihan Gula
Dia juga menjelaskan terkait risiko apabila asupan gula berlebihan secara terus menerus. Dia mengatakan hal itu menyebabkan berbagai manifestasi masalah kesehatan mulai dari obesitas, penyakit jantung dan pembuluh darah, diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi.
Kemudian kulit makin menua, gigi berlubang, orang cenderung overeating, penyakit ginjal dan liver.
Tak hanya itu, mengonsumsi gula berlebihan juga bisa menyebabkan inflamasi atau peradangan, khususnya bagi mereka yang menjalani isolasi mandiri akibat COVID-19.
Saat terjadi iinfeksi, kata dia, tubuh seseorang akan berusaha melawan dengan menghasilkan respon inflamasi atau peradangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung