/
Senin, 26 September 2022 | 12:56 WIB
Lokasi insiden ledakan sebuah paket diduga berisi bom di Asrama Brimob pada Minggu (25/9/2022) telah diamankan. (dok. istimewa)

SuaraDenpasar.id - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi telah mengumumkan hasil dari penyelidikan awal terkait adanya ledakan sebuah paket diduga bom di Asrama Brimob Sukoharjo. Akibat ledakan itu, seorang anggota polisi bernama Bripka Dirgantara Pradipta mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya.

Luthfi menyebut insiden ledakan tersebut tidak ada unsur teror atau kesengajaan pihak tertentu. Ia juga menjelaskan ada indikasi unsur kelalaian yang menjadi penyebab utama ledakan terjadi.

"Bahwa ledakan di wilayah kita, di Sukoharjo, tidak ada unsur teror. Kiranya, masyarakat tidak usah resah, ini tidak ada unsur teror sama sekali," ungkap Luthfi dalam rilis pers pada Minggu malam (25/09/2022).

Dalam kesempatan itu pula, Luthfi menegaskan terdapat barang bukti yang semakin menguatkan dugaan bahwa ledakan ini bukanlah bagian dari kegiatan teror.

Barang bukti tersebut terdiri dari dua kantong plastik berukuran 1 ons, 4 plastik kosong, dan residu.

"Ada uceng (sumbu)," imbuh Luthfi.

Asal-usul kerdus paket berwarna coklat yang meledak pada Minggu (25/9/2022) sekitar pukul 18.00 itu diduga merupakan paket hasil razia yang dilakukan oleh Bripka Dirga pada 2021 lalu.

"Korban pernah melakukan razia setahun lalu terkait paket pesanan online, namanya bubuk hitam yang diduga namanya petasan. CV itu disebutkan sebagai bahan untuk mengusir tikus," jelasnya.

Lebih lanjut, Luthfi menjelaskan hasil penyelidikan lengkap akan dipublikasikan setelah ada laporan dari pihak-pihak terkait. Hal ini juga terkait kondisi Bripka Dirga yang masih belum dapat dimintai keterangan karena masih dirawat di RS Moewardi.

Baca Juga: Jadi Lurah Belum Pernah, AHY Tak Pantas Jadi Presiden

"Kondisi korban, 70 persen luka bakar. Kaki ada luka terbuka, Saya belum kita cek, abis ini saya cek," ujarnya lagi.

Dengan kondisi Bripka Dirga itu, pihak kepolisian belum bisa memperoleh keterangan lengkap tentang kronologi terjadinya ledakan.

Sementara itu, kepolisian telah mengamankan  dua orang berinisial S dari CV Mandiri Sujono sebagai pengirim paket dan A sebagai penerima paket.

Adapun paket itu disebutkan berisi bahan untuk mengusir tikus. Namun paket tersebut berhasil diamankan melalui razia karena berisi bahan peledak mercon pada 2021 lalu.

"Ada dua paket, satunya sudah diledakkan dan satunya belum," ungkap Luthfi kepada awak media.

Terkait tempat kejadian ledakan, Luthfi mengkonfirmasi bahwa ledakan bukan terjadi di Asrama Polisi.

"TKP bukan di Asrama, tapi di halaman rumah kosong. Entah itu anggota (Bripka Dirga) inisiatif dibakar atau apa, saya nggak tahu itu (korban belum bisa dimintai keterangan)," pungkasnya.

Load More