Suara Denpasar – Youtuber Guru Gembul ternyata sudah memilih Puan Maharani sebagai calon presiden (capres) 2024. Dia memberikan tiga alasan mengapa memilih Puan Maharani. Alasannya memang mengandung satire, nyelekit, dan bikin ngakak, sehingga kader PDIP perlu baca ini.
Berpakaian serba hitam, dan berpeci hitam, Guru Gembul yang disebut-sebut memiliki nama asli Johan Riyadi ini, mengatakan bahwa dia sudah menentukan siapa yang akan menjadi calon atau bakal calon presiden yang akan dipilih.
“Yaitu ibu Puan Maharani. Ada 3 alasan mengapa saya memilih beliau,” kata Guru Gembul.
Berikut tiga alasan Guru Gembul memilih Puan Maharani sebagai capres 2024:
1. Buang suara
Guru Gembul mengatakan, maksudnya adalah ada kalanya orang di satu sisi tidak percaya kepada pemerintahan, pada agenda-agenda pejabat, atau sudah tidak percaya pada orang-orang yang jadi pejabat atau calon pejabat, tapi ada dorongan etika demokrasi untuk tetap memilih.
“Pada akhirnya bisa diselesaikan kalau kita buang suara. Caranya memilih calon yang paling kecil potensinya untuk menang,” kata Guru Gembul.
Dengan memilih Puan Maharani, kata dia, maka pemilih tidak dihinggapi perasaaan bersalah karena telah memajukan calon yang pada akhirnya mengkhianati rakyat. Karena calon yang dipilihnya memang tidak menang.
2. Pejabat yang dosanya paling sedikit
Baca Juga: Viral Puan Maharani Cemberut saat Bagi-bagi Kaus, Refly Harun Tertawa: Wajah Aslinya!
Guru Gembul mengatakan bahwa Puan Maharani adalah pejabat yang paling sedikit dosanya di mata Tuhan. Alasan dia, karena hujatan kepada pribadi Puan Maharanni jauh lebih banyak daripada yang dia lakukan selama ini.
“Jadi yang menghujat banyak, tapi kerjanya kan lebih sedikit dari itu. Dalam kalkulasi pahala dan dosa, kalau kita mengumpat pada satu pihak, dosanya akan berkurang, pindah pada yang mengupatnya,” kata dia dengan tenang tappi sedikit tersenyum.
Dia menjelaskan, Puan Maharani adalah salah satu pejabat di Indonesia yang paling banyak hujatannya. Jangankan publik secara umum, dalam podcast Deddy Corbuzer saya, komentar negatif terhadap Puan tampil di paling atas. Bahkan, kata dia, Ade Armando yang biasa membela pemerintah ketika disuguhkan nama Puan Maharani justru malah membelot, menghujat.
“Dengan alasan ini, Ibu Puan Maharani adalah orang yang tabungan pahalanya lebih banyak dari dosanya. Kita kan memilih yang paling sedikit dosanya,” kata dia.
3. Korban politik
Guru Gembul atau Johan Riyadi melanjutkan, yang ketiga ini adalah menduga bahwa Puan Maharani adalah korban politik. Dugaannya, Puan Maharani sebetulnya tidak ingin jadi pejabat, melainkan bidang-bidang lain. Tapi gara-gara di lingkungan terdalam kekuasaan di mana keluarganya secara turun-temurun jadi presiden maka dia pun didorong untuk jadi presiden.
Dia pun mengatakan, siapa yang disalahkan bila Puan Maharani jadi korban politik? Guru Gemul menjawab sendiri tentu bukan Puan Maharani, melainkan orang yang punya ambisi berlebihan yang sampai-sampai mengorbankan Puan Maharai sampai diolok-olok, juga mengorbankan rakyat karena menjadikan orang yang tidak mau dan tidak mampu dipaksa untuk jadi pejabat publik.
“Jadi ada dua pihak yang jadi korban. Ibu Puan Maharani di satu sisi, dan rakyat Indonesia di sisi lain,” pungkasnya. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Dedi Mulyadi Soroti Sampah Mengendap 32 Tahun di Saluran Air Kota Bandung
-
Pelabuhan Maumere Tetap Layani Kapal Ro-Ro dan Penumpang
-
Semarak Kemerdekaan Tak Lagi Ramai di Lapak Pedagang, Penjualan Anjlok hingga 75 Persen
-
Seskab Teddy Indra Wijaya Salahi Aturan di HUT RI ke-81 Gegara Pakai Pin Ini?
-
Siswa Jakarta Diperbolehkan PJJ Besok 18 Agustus, Pemprov DKI: Bukan Wajib atau Larangan
-
Bukan di BKB, Festival Bidar 2026 Justru Ubah Kampung Kapitan Jadi Pusat Keramaian
-
Bukan Cuma Beras, PSI Ungkap 8 Bahan Pangan yang Berhasil Swasembada di Era Prabowo
-
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutan untuk Pemerintahan Prabowo-Gibran
-
Masih Layakkah Thom Haye Dijuluki The Profesor? Bung Towel Kasih Pernyataan Kontroversial
-
HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?