/
Minggu, 02 Oktober 2022 | 10:52 WIB
Tragedi kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022, Kapolda Jatim Nico Afinta komentar tentang laga Arema FC vs Persebaya. (Kolase Suara Denpasar)

Suara Denpasar - Pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya berujung duka.
Ratusan suporter meninggal dunia pasca tragedi kanjuruhan Malang 1 Oktober 2022 malam itu.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta angkat bicara tentang peristiwa tersebut.

Ia berpendapat, sebenarnya di pertandingan itu sudah selesai dan tidak ada permasalahan.

Menurutnya, sejak awal kepolisian telah menggelar rapat mitigasi kerawanan dalam pertandingan antara Singo Edan vs Bajul Ijo itu.

Dalam pertandingan tersebut akhirnya hanya dihadiri oleh Aremania saja.

Sementara Bonek tidak diperkenankan masuk ke dalam stadion.

"(Suporter) Persebaya menyaksikan dengan nobar," terang Irjen Nico Afinta.

Dalam laga tersebut, pertandingan berakhir dengan skor 2-3 untuk kemenangan Persebaya Surabaya

"Pertandingan tidak ada permasalahan. Semuanya selesai," ucapnya.

Baca Juga: Resmi Laga Persib Bandung Vs Persija Jakarta Ditunda

Akan tetapi, lanjut Kapolda Jatim, permasalahan muncul saat pertandingan sudah selesai.

"Permasalahan terjadi saat selesai. Terjadi kekecewaan penonton," sebutnya.

Kekecewaan itu karena selama 23 tahun bertanding tidak pernah kalah di kandang sendiri dari Persebaya.

Sementara pada 1 Oktober 2022 itu, Arema FC takluk kepada Persebaya di kandang sendiri.

"Rasa kecewa itulah para penonton turun ke tengah lapangan. Dan berusaha mencari para pemain dan official atau melampiaskan," urainya.

Dalam prosesnya, petugas mengamankan, mencegah dan mengalihkan supaya suporter Arema FC tidak masuk ke lapangan.

Sebab suporter sudah mulai anarkis, menyerang petugas dan merusak mobil, maka polisi mengambil tindakan represif.

"Akhirnya karena gas air mata mereka pergi keluar lewat satu pintu. Di pintu keluar. Kalau tidak salah di pintu 10 atau pintu 12," tegasnya.

Saat itulah terjadi desak-desakan dan banyak suporter yang sesak nafas karena kekurangan oksigen lantas banyak yang berjatuhan.

Menurut Kapolda, sebenarnya ada sekitar 40 ribu penonton yang hadir.

"Tapi yang turun ke lapangan hanya sekira 3 ribu suporter saja," pungkasnya.***

Load More