Suara Denpasar - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno angkat bicara terkait rencana retribusi masuk Pantai Kuta bagi pengunjung. Dia mengatakan, retribusi masuk Pantai Kuta tentu akan membebani wisatawan.
Sandiaga Uno mengatakan, seharusnya penarikan retribusi masuk Pantai Kuta perlu dipertimbangkan secara matang. Apalagi, kata dia, saat ini pariwisata Bali baru saja mulai bangkit setelah dihantam Covid-19 yang memporak-porandakan ekonomi Bali dua tahun terakhir.
"Pariwisata baru saja bangkit. Tapi jangan terlalu mengambil keputusan yang memberatkan wisatawan Nusantara," katanya kepada awak media di Denpasar saat peresmian Kampus UMKM Shopee Ekspor Bali, di Sanur, Denpasar Selatan, Rabu (5/10/2022).
Dikatakannya, bahwa setelah pariwisata Bali mati suri selama dua tahun terakhir, Bali perlu berbenah dan menata diri.
Sehingga diharapkan agar pihak-pihak terkait, perlu mengeluarkan kebijakan yang tidak membebani wisatawan. Terutama wisatawan Nusantara atau domestik yang belakangan menjadi salah satu segmen yang menopang pariwisata Bali bangkit dari keterpurukan.
"Pandangan saya, kami dari Kemenpar, kami ingin melihat data akhir tahun dulu sebelum menerapkan kebijakan-kebijakan, yang kemungkinan membebani wisatawan Nusantara," tandasnya.
Sebelumnya, pihak Desa Adat Kuta merencanakan akan menarik retribusi untuk wisatawan yang melancong ke Pantai Kuta, Badung.
Sebagaimana disampaikan oleh Bendesa Adat Kuta, I Wayan Wasista sebelumnya kepada awak media. Dalam wacana itu, pengunjung dewasa akan dipatok retribusi sebesar Rp10 ribu. Dan untuk pengunjung anak di atas 5 tahun ditarik Rp5 ribu. Wasistwa menjelaskan, retribusi itu nantinya akan dipakai sebagai dana operasional. (MNP)
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- Milk Cleanser Viva untuk Umur Berapa? Ini Penjelasan dan 5 Pilihan Variannya
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- 4 Cushion Terbaik untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Anti Crack Samarkan Garis Halus Seharian
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
PLTS Atap Mulai Laris Manis Dipakai Industri untuk Sumber Listrik Operasional
-
Hilang 3 Tahun, Wanita Asal Bandung Tiba-tiba Ditemukan di IGD RSHS dengan Luka Berat
-
Diperiksa KPK 7 Jam! Bos Maktour Fuad Hasan Cuma Ketawa Ditanya Soal Illegal Gain Rp27,8 M
-
Kenaikan BI-Rate Belum Ampuh, Rupiah Tetap Loyo ke Level Rp17.794
-
Kolaborasi 7 BUMN di Lampung Selatan Dorong Pelestarian Terumbu Karang dan Penguatan Ekonomi Pesisir
-
Skandal Rekaman Audio: Saat Martabat Son Heung-min Diinjak-injak Media Korea Selatan
-
Bagaimana Sistem Transportasi Publik Melanggengkan Kemiskinan Waktu
-
Dana Keistimewaan Disunat Rp200 Miliar, Proyek Alun-alun Pakualaman Jadi Korban
-
Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama
-
Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan