Suara Denpasar- Desakan publik agar Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan mundur akibat tragedi Kanjuruhan diabaikan.
Gerakan untuk menuntut agar sang ketua umum mundur ini banyak digalang di lini media sosial.
Akun fansbase sepakbola serta suporter menginginkan agar pemimpin tertinggi dalam federasi ini bertanggung jawab imbas tragedi tersebut.
Dibalik banyaknya desakan untuk mundur, pria yang biasa disapa Iwan Bule ini memilih untuk terus datangi rumah para korban tragedi Kanjuruhan yang berada di Malang.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan juga terlihat kembali mengunjungi Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, pada Kamis (6/10).
Hal ini terlihat dari unggahan website resmi federasi PSSI.org, sang ketua ini terlihat memanjatkan doa di sejumlah titik.
Iriawan sempat berhenti di beberapa titik lokasi tragedi sekaligus memanjatkan doa bagi korban yang meninggal terkait insiden Kanjuruhan yang terjadi pada Sabtu (1/10) lalu.
Setelah itu Ketua Umum PSSI dan rombongan kembali mengunjungi beberapa keluarga korban di kota Malang dan Kabupaten Malang.
Sementara itu saat ini proses investigasi gabungan yang dilakukan pemerintah masih terus berjalan.
Baca Juga: Erick Thohir saat bertemu Presiden FIFA, Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu 5 Oktober 2022
Presiden Joko Widodo menjanjikan akan mengusut tuntas dan membawa para tersangkanya ke pengadilan buntut dari tragedi tersebut.
Presiden juga sudah menginstruksikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengaudit semua stadion yang ada di Indonesia.
Stadion yang diaudit ini stadion untuk laga di Liga 1, Liga 2 dan Liga 3. Diharapkan audit harus selesai selama satu bulan. ***
Berita Terkait
-
6 Alasan Indonesia Tak Layak Dihukum Berat oleh FIFA, Erick Thohir hingga Jokowi Ramai-ramai Lobi Federasi?
-
Ketua PSSI Ralat Skors Waktu Liga 1, Kini Dihentikan sampai Batas Waktu yang Tidak Ditentukan
-
Saat Ketua PSSI Iwan Bule Ucap Hadirin yang Berbahagia di Konpers Tragedi Kanjuruhan Malang, Berujung Desakan Mundur
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Carlos Pena Bungkam Soal Gol Dianulir Saat Persita Tumbang di Markas Persib Bandung
-
Buku Tetsuya Kawakami: Menemukan Makna Literasi di Toko Buku Tua
-
Update Cedera Persib: Marc Klok Mulai Pulih, Alfeandra Dewangga Masih Pantauan Medis
-
Oppo Find X9s Batal Rilis di China, Fokus ke India? Ini Spesifikasi dan Bocoran Lengkapnya
-
Targetkan 53 Juta Wisatawan Aman, Askrindo Pastikan Pelancong di Jawa Tengah Terlindungi
-
Dijuluki The Next Reza Rahadian Gegara Film Tayang Tiap Bulan, Oki Rengga: Aku Malu!
-
Pelatih Ajax Beri Pujian Setinggi Langit Usai Maarten Paes Lakukan Tujuh Penyelamatan Luar Biasa
-
Jaga Intensitas, Persib Bandung Pilih Latihan Malam Selama Ramadan
-
Statistik Gila Emil Audero meski Cremonese Hancur 0-3 di Kandang AS Roma
-
Ekonom Nilai Pelemahan Rupiah Berbeda dari Krisis 1998