/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:08 WIB
FIFA (dok)

Suara Denpasar- Federasi tertinggi sepakbola internasional yakni FIFA kini tengah menggodok upaya apa yang dilakukan untuk Indonesia pasca tragedi paling memilukan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 orang.

Bayang-bayang ancaman FIFA tengah menghantui Indonesia, termasuk bagaimana masa depan Timnas Senior serta kelompok umur yang lolos ke Asia.

Namun ada enam alasan seharusnya FIFA tidak menjatuhkan sanksi atau hukuman berat kepada Indonesia.

1. Pretasi Timnas Sedang Menanjak

Dalam 12 tahun terakhir ini sepakbola Indonesia khususnya di level Timnas Indonesia sedang menanjak.

Ranking FIFA kini berada di angka 152 atau lebih baik di banding lima tahun terakhir ini yang sempat berada di angka 170-an.

Timnas senior kini juga lolos ke babak Asia atau bakal tampil dengan negara-negara terbaik dalam sepakbola.

Selain Timnas senior, timnas yunior kini juga lolos yakni Timnas U-19. Kini Timnas U-17 juga tengah berproses menuju pentas Asia.

Timnas U-17 juga berpeluang lolos ke Piala Asia setelah dalam dua laga meraih poin penuh atas Guam dan lawan terberat di Grup B Uni Emirat Arab.

Baca Juga: Dibantai Timnas Indonesia U-17, Berapa Ranking FIFA Guam?

2. Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Barangkali ini yang membuat FIFA bakal dihadapkan dengan situasi yang serba sulit, pasalnya Indonesia adalah tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023.

Dengan waktu hanya sisa hitungan bulan menuju 2023 maka berat rasanya tuan rumah harus diganti.

Hal ini lantaran kesiapan infrastruktur seperti stadion yang harus disiapkan dan sejumlah kebutuhan lainnya.

Untuk menyiapkan sebuah negara menjadi tuan rumah juga perlu waktu yang tidak sebentar, dari infrastruttur, fasilitas penunjang sampai SDM.

Namun langkah lain bisa saja diambil FIFA dengan menunjuk negara yang sudah memiliki fasilitas dan kelayakan stadion.

3. Populasi yang besar

Indonesia adalah salahsatu negara dengan populasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273,5 juta jiwa.

Angka-angka itu bukanlah statistik mati saja, namun ada banyak hal yang bisa dimaksimalkan dalam indutsri sepakbola.

Misalnya sebagai pasar dan industri si kulit bundar itu, Indonesia juga bisa menggerakkan pasar sepakbola baik itu merchandise lokal bahkan internasional.

Jumlah populasi besar ini juga berpengaruh dengan sepakbola internasional seperti banyaknya fans klub-klub Eropa di Indonesia.

Hampir semua klub besar Eropa ada fansbase di Indonesia. Selain dukungan, mereka juga kerab dijadikan pangsa pasar produk-produk industri sepakbola.

4. Polistik yang stabil

Kondisi politik di Indonesia kini sedang tahap yang stabil. Hampir dalam beberapa tahun terakhir ini tidak ada gejolak yang berarti.

Peta perpolitikan kini juga masih berjalan dengan normal meskipun mendekati pilpres 2024.

Hal ini pula yang dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (5/10/2022).

5. Ekonomi nasional yang konstan

Erick Thohir yang merupakan orang yang pernah berkecimpung dalam manajemen klub besar selevel Inter Milan ini juga menjelaskan soal pertumbuhan ekonomi yang juga stabil.

"Pertumbuhan ekonomi nasional yang konstan, market yang besar, dan kondisi sosial politik yang stabil," kata Erick.

6. Olahraga paling dicintai

Sudah menjadi rahasia umum, bahkan publik internasional juga mengakui jika sepakbola adalah olahraga paling populer dan paling dicintai di Indonesia.

Hampir setiap pria di Indonesia pernah bermain sepakbola dan bercita-cita sebagai pemain sepakbola.

"Sepak bola yang merupakan olahraga paling populer, dicintai, dan menyita animo besar dari masyarakat Indonesia mampu menjadi kebanggaan nasional dan sebagai salah satu pilar dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," kata Erick Tohir.

Bisa dibayangkan jika sanksi atau hukuman berat dijatuhkan untuk sepakbola Indonesia secara keseluruhan baik timnas maupun liga, maka dipastikan ada banyak hal yang ikut terdampak.

Dampak itu seperti dampak sosial serta politik dan ekonomi yang dihasilkan dari perputaran sepakbola, dari tiket, penjualan jersey dari ranah industri besar hingga produk UMKM, hingga intertaiment seperti penayangan sepakbola di TV.

Namun Indonesia harus siap jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan FIFA, hal ini sebagai pembelajaran atas tragedi paling memilukan dan bakal diingat dunia jika federasi serta pihak keamanan belum siap dalam mengantisipasi kaos dalam sebuah laga bola.

Sementara itu selain Erick Tohir, Presiden Joko Widodo juga sudah mengkomunikasikan hal in dengan FIFA.

Jokowi menyebut jika FIFA siap membantu manajemen sepakbola di Indonesia.

Jokowi juga memastikan pasca tragedi ini audit kelayakan stadion bakal dilakukan untuk semua stadion yang digunakan untuk Liga 1, Liga 2 serta Liga 3. ***

Load More