Suara Denpasar- Federasi tertinggi sepakbola internasional yakni FIFA kini tengah menggodok upaya apa yang dilakukan untuk Indonesia pasca tragedi paling memilukan di Stadion Kanjuruhan Malang yang menewaskan 131 orang.
Bayang-bayang ancaman FIFA tengah menghantui Indonesia, termasuk bagaimana masa depan Timnas Senior serta kelompok umur yang lolos ke Asia.
Namun ada enam alasan seharusnya FIFA tidak menjatuhkan sanksi atau hukuman berat kepada Indonesia.
1. Pretasi Timnas Sedang Menanjak
Dalam 12 tahun terakhir ini sepakbola Indonesia khususnya di level Timnas Indonesia sedang menanjak.
Ranking FIFA kini berada di angka 152 atau lebih baik di banding lima tahun terakhir ini yang sempat berada di angka 170-an.
Timnas senior kini juga lolos ke babak Asia atau bakal tampil dengan negara-negara terbaik dalam sepakbola.
Selain Timnas senior, timnas yunior kini juga lolos yakni Timnas U-19. Kini Timnas U-17 juga tengah berproses menuju pentas Asia.
Timnas U-17 juga berpeluang lolos ke Piala Asia setelah dalam dua laga meraih poin penuh atas Guam dan lawan terberat di Grup B Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Dibantai Timnas Indonesia U-17, Berapa Ranking FIFA Guam?
2. Tuan Rumah Piala Dunia U-20
Barangkali ini yang membuat FIFA bakal dihadapkan dengan situasi yang serba sulit, pasalnya Indonesia adalah tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2023.
Dengan waktu hanya sisa hitungan bulan menuju 2023 maka berat rasanya tuan rumah harus diganti.
Hal ini lantaran kesiapan infrastruktur seperti stadion yang harus disiapkan dan sejumlah kebutuhan lainnya.
Untuk menyiapkan sebuah negara menjadi tuan rumah juga perlu waktu yang tidak sebentar, dari infrastruttur, fasilitas penunjang sampai SDM.
Namun langkah lain bisa saja diambil FIFA dengan menunjuk negara yang sudah memiliki fasilitas dan kelayakan stadion.
3. Populasi yang besar
Indonesia adalah salahsatu negara dengan populasi terbesar di dunia dengan jumlah penduduk saat ini adalah 273,5 juta jiwa.
Angka-angka itu bukanlah statistik mati saja, namun ada banyak hal yang bisa dimaksimalkan dalam indutsri sepakbola.
Misalnya sebagai pasar dan industri si kulit bundar itu, Indonesia juga bisa menggerakkan pasar sepakbola baik itu merchandise lokal bahkan internasional.
Jumlah populasi besar ini juga berpengaruh dengan sepakbola internasional seperti banyaknya fans klub-klub Eropa di Indonesia.
Hampir semua klub besar Eropa ada fansbase di Indonesia. Selain dukungan, mereka juga kerab dijadikan pangsa pasar produk-produk industri sepakbola.
4. Polistik yang stabil
Kondisi politik di Indonesia kini sedang tahap yang stabil. Hampir dalam beberapa tahun terakhir ini tidak ada gejolak yang berarti.
Peta perpolitikan kini juga masih berjalan dengan normal meskipun mendekati pilpres 2024.
Hal ini pula yang dikatakan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir saat melakukan pertemuan dengan Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (5/10/2022).
5. Ekonomi nasional yang konstan
Erick Thohir yang merupakan orang yang pernah berkecimpung dalam manajemen klub besar selevel Inter Milan ini juga menjelaskan soal pertumbuhan ekonomi yang juga stabil.
"Pertumbuhan ekonomi nasional yang konstan, market yang besar, dan kondisi sosial politik yang stabil," kata Erick.
6. Olahraga paling dicintai
Sudah menjadi rahasia umum, bahkan publik internasional juga mengakui jika sepakbola adalah olahraga paling populer dan paling dicintai di Indonesia.
Hampir setiap pria di Indonesia pernah bermain sepakbola dan bercita-cita sebagai pemain sepakbola.
"Sepak bola yang merupakan olahraga paling populer, dicintai, dan menyita animo besar dari masyarakat Indonesia mampu menjadi kebanggaan nasional dan sebagai salah satu pilar dalam berkontribusi terhadap kemajuan bangsa," kata Erick Tohir.
Bisa dibayangkan jika sanksi atau hukuman berat dijatuhkan untuk sepakbola Indonesia secara keseluruhan baik timnas maupun liga, maka dipastikan ada banyak hal yang ikut terdampak.
Dampak itu seperti dampak sosial serta politik dan ekonomi yang dihasilkan dari perputaran sepakbola, dari tiket, penjualan jersey dari ranah industri besar hingga produk UMKM, hingga intertaiment seperti penayangan sepakbola di TV.
Namun Indonesia harus siap jika sanksi itu benar-benar dijatuhkan FIFA, hal ini sebagai pembelajaran atas tragedi paling memilukan dan bakal diingat dunia jika federasi serta pihak keamanan belum siap dalam mengantisipasi kaos dalam sebuah laga bola.
Sementara itu selain Erick Tohir, Presiden Joko Widodo juga sudah mengkomunikasikan hal in dengan FIFA.
Jokowi menyebut jika FIFA siap membantu manajemen sepakbola di Indonesia.
Jokowi juga memastikan pasca tragedi ini audit kelayakan stadion bakal dilakukan untuk semua stadion yang digunakan untuk Liga 1, Liga 2 serta Liga 3. ***
Tag
Berita Terkait
-
Terungkap Alasan Polisi Belum Tentukan Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Pilih Hati-hati
-
Jokowi Inginkan Stadion Liga 1 Berstandar GBK, 15 Menit Dibuka 80 Ribu Suporter Bisa Keluar
-
Tuntutan Kapolda Jatim Dicopot Buntut Tragedi Kanjuruhan Makin menguat, Ratusan Mahasiswa Turun ke Jalan
-
PROFIL Ketua PSSI Iwan Bule: Jenderal di Balik Pengungkapan Kasus Pembunuhan yang Melibatkan Mantan Ketua KPK Antasari Azhar
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Motor Dicuri di Depan Rumah, Pemilik Syok Dapat Kabar Baik dari Polsek Tambora Keesokan Harinya
-
Saking Banyaknya Stok Pemain Keturunan, Van Dijk Sebut Timnas Indonesia Bisa Sekuat Manchester City
-
Publisher Game Indonesia Ingin Pindah ke LN Gegara Pajak Besar, Begini Respons Ditjen Pajak
-
Rosan Roeslani Sambangi Petinggi Moody's Rating Kenalkan Danantara
-
5 Model Gamis Kebanggaan Mertua yang Jadi Tren Lebaran 2026
-
Lansia Edarkan Uang Palsudi Perbaungan, 8 Lembar Diamankan Polisi
-
Istri Gubernur Kaltim Pakai Gelang Rp2,5 Miliar, Ternyata Sudah Kaya dari Lahir
-
Work-Life Balance Saat Ramadan: Tetap Produktif Tanpa Kehilangan Makna
-
Daftar Menu Sahur Mewah Masjid Kampus UGM Mulai 28 Februari hingga 10 Hari Terakhir Ramadan 2026
-
Statistik Ngeri 6 Pemain Asing Baru Bhayangkara FC, 'Meledak' di Super League!