Suara Denpasar- Dua jenis pajak kendaraan yakni bea balik nama dan pajak progresif diusulkan oleh Korlantas Polri untuk dihapus saja.
Penghapusan dua jenis pembayaran ini dilakukan lantaran dari data laporan pembayaran pajak masih sangat minim.
Korlantas Polri bahkan menyebut jika hampir setengahnya dari total pemilik kendaraan di Indonesia tidak membayar pajak.
“Berdasarkan data, tingkat kepatuhan masyarakat se-Indonesia hampir 50% lebih para wajib pajak itu lost atau tidak bayar pajak. Itu artinya 50% kendaraan yang berada di jalan raya tidak bayar pajak,” kata Direktur Registrasi dan Identifikasi, Brigjen Pol. Yusri Yunus, saat road show di Batam, kemarin.
Dikutip dari situs resmi Humas Polri, dengan kondisi ini disarankan adanya penghapusan dua jenis pembayaran.
Korlantas Polri dalam kesempatan itu mengusulkan penghapusan bea balik nama kendaraan bermotor (BBN2) dan pajak progresif kendaraan.
Tujuan penghapusan BBN2 dan pajak progresif untuk menertibkan data kepemilikan kendaraan.
Penghapusan juga bisa mendorong masyaraat untuk tertib atau patuh dalam membayar pajak.
Langkah stimulus ini tengah diusulkan agar bisa segera direalisasikan segera.
Baca Juga: Pajak STNK 5 Tahun Mati Data Dihapus, Cek Aturan Sebenarnya
“Kami usulkan agar balik nama ini dihilangkan. Kenapa dihilangkan? Biar masyarakat ini mau semua bayar pajak,” kata Brigjen Yusri Yunus.
Pihaknya mengungkapkan berdasarkan data yang diperolehnya, salah satu alasan banyak orang tidak membayar pajak kendaraan bermotor karena pembeli kendaraan bekas tidak mengganti identitas kepemilikan nama kendaraan lantaran biayanya yang mahal.
Sementara untuk usulan penghapusan pajak progresif, pihaknya menyebut banyak pemilik kendaraan asli memakai nama orang lain untuk menghindari pajak progresif. ***
Berita Terkait
-
Pajak STNK 5 Tahun Mati Data Dihapus, Cek Aturan Sebenarnya
-
Cara Menghapus Pajak Kendaraan Bermotor yang Tak Terpakai Agar Tidak Muncul Tagihan
-
5 Tahun Pajak STNK Mati Otomatis Data Terhapus, Korlantas Polri: Silakan Disimpan Saja Kendaraannya
-
Jasa Raharja dan Polri Kompak Minta Hapus Bea Balik Nama dan Pajak Progresif Kendaraan
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Grand Finals FFNS 2026 Fall Digelar di Yogyakarta, Garena Padukan Esports dan Festival Rakyat
-
Ancaman Resesi Global! Trump Deklarasikan Perang, Pangkalan Militer AS Diserang Iran
-
Cara Pilih Cushion untuk Kulit Berminyak, Lengkap 2 Rekomendasi Terbaik
-
Dari Istana ke Paspor: Mengapa Politik Menentukan Kesempatan Kerja?
-
Profil Fangfang Istri Vicky Prasetyo yang Ramai Menjadi Sorotan
-
FH UNY Berdayakan UMKM Desa Galuhtimur Lewat Legalitas Hukum & Inovasi Produk
-
Jawa Tengah Siap Jadi Lumbung Daging Nasional, Wakil Ketua DPRD Ungkap Strategi Kuncinya
-
LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
-
IHSG Sepekan Menguat ke Level 5.924, Kapitalisasi Pasar BEI Meroket
-
Fajar Nugra & Raffan Al Aryan Blak-blakan soal Teror di Lokasi Syuting Pemikat Jiwa