Suara Denpasar - Warganet masih ramai mengomentari gestur dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang tidak disalami Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 TNI di Istana Merdeka, Rabu (5/10/2022).
Banyak yang menduga, itu sebagai ungkapan kekecewaan Presiden atas penanganan kasus besar yang kini membelit dan ditangani institusi Polri.
Akibat tidak disalami, Kapolri dalam video yang beredar di media sosial terlihat canggung, kikuk, dan sempat tertunduk sambil tersenyum tipis.
Kena mental! Namun, itu semua dibantah oleh Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono keesokan harinya.
Dalam video tersebut sebenarnya Jokowi sudah menyapa Kapolri. Bahkan, di mimbar utama sebelum upacara juga sudah disalami.
Pengamat politik dan ahli filsafat Rocky Gerung dalam kanal Youtubenya menilai apa yang dilakukan Presiden Jokowi itu wajar.
Sebab, saat itu adalah momen HUT TNI. "Masak yang nggak ulang tahun disalami," kata dia. "Pikiran kita tentu berbeda dengan pikiran publik," imbunya seperti dikutip denpasar.suara.com, Senin 10 Oktober 2022.
Publik berpandangan bahwa tidak disalaminya Kapolri sebagai bentuk pengabaian. Di sisi lain, Jokowi sebagai seorang politisi terlatih menggunakan gestur tubuhnya untuk memberikan sinyal.
Entah pujian maupun kekecewaan. "Sebenarnya bukan publik (Saja yang bertanya). Tapi, pak Listiyo (Kapolri), wah kenapa ini? Mungkin besok ada SK baru," kelakar dia.
Baca Juga: KOMPLIT! Begini Isi Perjanjian Batu Tulis yang Berujung Prabowo Merasa Dikhianati Megawati
Pandangan publik soal dugaan Jokowi marah, itu merupakan bentuk satir publik yang mencintai gestur pak Jokowi.
Demikian, jika merunut kasus yang menimpa institusi Polri belakangan ini. Sebenarnya, Kapolri dipastikan sedang menghadapi banyak masalah berat yang membuat mentalnya down.
"Saya bayangkan mental Pak Sigit kemarin pasti sedikit down. Dia berhari-hari dan berbulan-bulan harus menghadapi konflik. Masalah yang berlapis-lapis dan rumit yang disodorkan kepada dirinya. Semuanya dibebankan kepada Kapolri karena Kapolri mendapat tugas yang gila-gilaan," paparnya. Deretan kasus tersebut seperti kasus Irjen Ferdi Sambo dan tragedi Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
Kebakaran Hebat Landa Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 Rumah Terdampak
-
Tahan Imbang Ekuador, Kiper Curacao Bikin Rekor 15 Penyelamatan di Piala Dunia 2026
-
Fakta Menarik Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026, Blue Wave Redam 28 Tembakan
-
Tersangka Pembukaan Lahan Secara Ilegal di Aceh Timur Ditahan
-
4 Cushion yang Tidak Luntur saat Berkeringat, Cocok untuk Aktivitas Seharian
-
Siswi SMP Dipaksa Nikah Siri Karena Pulang Malam, Ijazah Dibakar Ayah
-
Dari Stadion ke Timeline: Cara Gen Z Menikmati Piala Dunia di Second Screen
-
Usut Kasus Kredit Fiktif Rp15,47 Miliar, OJK Sita 41 Properti Terkait BPRS Gebu Prima Medan
-
3 Orang Jadi Tersangka Kasus Kematian Pria di Area PT APN Labura