Suara Denpasar – Anies Baswedan masih dicap sebagai tokoh yang intoleran oleh sebagian orang, apalagi pasca-Pilgub 2017 lalu. Namun, dalam kenyataannya dia banyak diterima umat nonmuslim. Bahkan, dia memberikan pelayanan setara bagi umat Hindu dengan umat lain di Jakarta. Tak pelak, Niluh Djelantik pun disinggung netizen.
Hal itu diungkapkan Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta, I Made Sudarta saat Anies Baswedan berkunkung ke Pura Aditya Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022). Dalam kesempatan itu, Made Sudarta menyatakan terima kasih kepada Anies Baswedan karena selama memimpin lima tahun, memberikan pelayanan yang setara bagi umat Hindu.
“Terima kasih kepada Bapak Gubernur telah melaksanakan tugasnya luar biasa. Mensetarakan umat Hindu di Jakarta. Belum pernah kami menikmati, pada saat inilah umat Hindu mendapat pelayanan setara dengan umat lain,” kata Made Sudarta dilihat dari Youtube Debby Fritz Family.
Made Sudarta memberi contoh bantuan dari Gubernur Anies Baswedan berupa mesin kremasi pada tahun 2019. Kata dia, bantuan mesin kremasi ini sangat membantu bagi umat Hindu di Jakarta dalam pengabenan.
“Mungkin, kalau bukan Pak Anies (Baswedan) gubernur, mungkin kami tidak dapat bantuan mesin kremasi untuk ngaben umat Hindu yang mengalami musibah. Terima kasih Pak Gubernur, dengan mesin kremasi ini sangat membantu umat ini untuk ngaben,” jelas dia.
Anies Baswedan datang ke Pura Aditya tujuan utamanya untuk berpaminat karena selesai menjadi gubernur Jakarta. Dalam kesmepatan itu, dia diminta untuk meresmikan gedung serba guna, Jaya Sabha Aditya di Pura Aditya.
“Kita berkewajiban untuk memberikan rasa keadilan untuk semua. Pertama kali mendengar 2017 bahwa umat Hindu Jakarta belum punya mesin kremasi sendiri, lalu carikan (biayanya), dan syukur bisa tuntas, semoga perasaan setara itu bisa terus dijaga,” jelas Anies.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan habis sebagai gubernur pada 16 Oktober 2022 ini. Saat ini sudah ada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang akan mulai bertugas pada 17 Oktober 2022.
“Ini hari Senin terakhir saya bertugas, karena Senin depan saya sudah tidak lagi bertugas di Jakarta, karena itu saya mohon pamit," kata Anies Baswedan seraya berharap meski dia bukan gubernur Jakarta lagi, silaturahmi dengan umat Hindu bisa tetap berlanjut.
Baca Juga: Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan Jadi Capres? Refly Harun Beri Jawaban Tegas
Video itu pun membuat beberapa netizen berkomentar. Termasuk mereka menyinggung Niluh Djelantik yang sebelumnya keluar dari Nasdem setelah Anies diusung jadi capres. Saat itu, Niluh Djelantik keluar dari Nasdem dengan alasan Anies Baswedan kadung dicap sebagai intoleran dan memainkan politik identitas dalam Pilgub Jakarta 2017 lalu.
“Datang ke pura & acara umat hindu sudah 10 x mungkin lebih, sungguh pemimpin yang adil utk seluruh warganya,” kata Bintang Sumunar.
“Niluh manaaaa, liat tuh Pak ANIES masih mau nyinyir bilang intoleran? buka mata, dan mata hati muuuu,” tulis Andy.
“Anies bapak toleransi dan pluralitas Indonesia,” lanjut subi yatmoko.
“Yang mengatakan Anies intoleran adalah buzzer dan cebong,” timpal Zuf Rial.
“Buzzer emang maunya memecah belah, sadar lah jangan mau dicuci otak sama buzzer', silahkan dukung jagoan masing-masing tapi jangan pake caci maki,” terang Reyalfatih Darmawan.
“Umat Hindu termasuk di Bali gembira (atau) tidak tempat ibadahnya di Jakarta diresmikan gubernur Jakarta. Ada gak gubernur lain yang perhatian ke agama Hindu. Jawab dengan hati dan akui,” tutur Zulbahagiani Officials. (*)
Berita Terkait
-
Parpol Sudah Nafsu Deklarasikan Capres, Fahri Hamzah Sebut Mulai Ada Polarisasi, Mungkinkah Ada Kecebong vs Kampret Jilid II?
-
Dituding Bapak Politik Identitas, Anies Baswedan Resmikan Gedung di Pura Aditya Jakarta, Ini Jasanya untuk Umat Hindu
-
Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan Jadi Capres? Refly Harun Beri Jawaban Tegas
-
Sepak Terjang Niluh Djelantik, Ahoker Sejati, Hengkang karena NasDem Usung Anies Baswedan
-
Profil Ni Luh Djelantik, Perempuan Bali yang Ogah Bela Anies Baswedan dan Gubernur Bali
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?