/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 12:22 WIB
Anies Baswedan pamit ke pemuka Agama Hindu di Jakarta. (Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih)

Suara Denpasar – Anies Baswedan masih dicap sebagai tokoh yang intoleran oleh sebagian orang, apalagi pasca-Pilgub 2017 lalu. Namun, dalam kenyataannya dia banyak diterima umat nonmuslim. Bahkan, dia memberikan pelayanan setara bagi umat Hindu dengan umat lain di Jakarta. Tak pelak, Niluh Djelantik pun disinggung netizen.

Hal itu diungkapkan Ketua Suka Duka Hindu Dharma Jakarta, I Made Sudarta saat Anies Baswedan berkunkung ke Pura Aditya Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022). Dalam kesempatan itu, Made Sudarta menyatakan terima kasih kepada Anies Baswedan karena selama memimpin lima tahun, memberikan pelayanan yang setara bagi umat Hindu.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur telah melaksanakan tugasnya luar biasa. Mensetarakan umat Hindu di Jakarta. Belum pernah kami menikmati, pada saat inilah umat Hindu mendapat pelayanan setara dengan umat lain,” kata Made Sudarta dilihat dari Youtube Debby Fritz Family.

Made Sudarta memberi contoh bantuan dari Gubernur Anies Baswedan berupa mesin kremasi pada tahun 2019. Kata dia, bantuan mesin kremasi ini sangat membantu bagi umat Hindu di Jakarta dalam pengabenan.

“Mungkin, kalau bukan Pak Anies (Baswedan) gubernur, mungkin kami tidak dapat bantuan mesin kremasi untuk ngaben umat Hindu yang mengalami musibah. Terima kasih Pak Gubernur, dengan mesin kremasi ini sangat membantu umat ini untuk ngaben,” jelas dia.

Anies Baswedan datang ke Pura Aditya tujuan utamanya untuk berpaminat karena selesai menjadi gubernur Jakarta. Dalam kesmepatan itu, dia diminta untuk meresmikan gedung serba guna, Jaya Sabha Aditya di Pura Aditya. 

“Kita berkewajiban untuk memberikan rasa keadilan untuk semua. Pertama kali mendengar 2017 bahwa umat Hindu Jakarta belum punya mesin kremasi sendiri, lalu carikan (biayanya), dan syukur bisa tuntas, semoga perasaan setara itu bisa terus dijaga,” jelas Anies.

Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan habis sebagai gubernur pada 16 Oktober 2022 ini. Saat ini sudah ada Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang akan mulai bertugas pada 17 Oktober 2022.

“Ini hari Senin terakhir saya bertugas, karena Senin depan saya sudah tidak lagi bertugas di Jakarta, karena itu saya mohon pamit," kata Anies Baswedan seraya berharap meski dia bukan gubernur Jakarta lagi, silaturahmi dengan umat Hindu bisa tetap berlanjut.

Baca Juga: Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan Jadi Capres? Refly Harun Beri Jawaban Tegas

Video itu pun membuat beberapa netizen berkomentar. Termasuk mereka menyinggung Niluh Djelantik yang sebelumnya keluar dari Nasdem setelah Anies diusung jadi capres. Saat itu, Niluh Djelantik keluar dari Nasdem dengan alasan Anies Baswedan kadung dicap sebagai intoleran dan memainkan politik identitas dalam Pilgub Jakarta 2017 lalu.

“Datang ke pura & acara umat hindu sudah 10 x mungkin lebih, sungguh pemimpin yang adil utk seluruh warganya,” kata Bintang Sumunar.

“Niluh manaaaa, liat tuh Pak ANIES masih mau nyinyir bilang intoleran? buka mata, dan mata hati muuuu,” tulis Andy.

“Anies bapak toleransi dan pluralitas Indonesia,” lanjut subi yatmoko.

“Yang mengatakan Anies intoleran adalah buzzer dan cebong,” timpal Zuf Rial.

“Buzzer emang maunya memecah belah, sadar lah jangan mau dicuci otak sama buzzer', silahkan dukung jagoan masing-masing tapi jangan pake caci maki,” terang Reyalfatih Darmawan.

Load More