/
Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:55 WIB
Anies Baswedan pamit ke pemuka Agama Hindu di Pura Aditya Rawamangun, Jakarta, Senin (10/10/2022). (Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih)

Suara Denpasar – Anies Baswedan kerap dituding sebagai ‘Bapak Politik Identitas’ atau cap intoleran. Namun, dalam kenyataannya, dia diterima banyak komunitas nonmuslim. Seperti di hadapan umat Hindu di Jakarta, dia diterima secara hangat.

Itu ditunjukkan saat dia mengunjungi Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, 10 Oktober 2022 kemarin. Anies Baswedan datang ke pura terbesar di Jakarta ini untuk berpamitan dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHI). Sejumlah tokoh Hindu pun menyambutnya.

Mereka pun menggelar pertemuan di Graha Sabha Adhitya, dan berdialog. Anies mengatakan bahwa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta sudah mau habis. Sebagaimana diketahui, masa jabatan Anies selesai pada 16 Oktober 2022 ini.

“Ini hari Senin terakhir saya bertugas, karena Senin depan saya sudah tidak lagi bertugas di Jakarta, karena itu saya mohon pamit," kata Anies Baswedan, Senin (10/10/2022).

Anies mengatakan, pamit dalam kapasitasnya sebagai gubernur DKI Jakarta. Namun dia berharap silaturahmi tidak putus, dan kerja sama pada masa-masa yang akan datang tetap berlanjut. Capres yang diusung Nasdem ini mengaku memiliki kesan persahabatan dan persaudaraan bersama umat Hindu di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Ketua Suka Duka Hindu Dharma, I Made Sudarta menyampaikan terima kasih kepada Anies Baswedan karena selama memimpin lima tahun, memberikan pelayanan yang setara bagi umat Hindu.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur telah melaksanakan tugasnya luar biasa. Mensetarakan umat Hindu di Jakarta. Belum pernah kami menikmati, pada saat inilah umat Hindu mendapat pelayanan setara dengan umat lain,” jelas Sudarta.

Made Sudarta pun mencontohkan bantuan dari Gubernur Anies Baswedan berupa mesin kremasi pada tahun 2019. Menurut Sudarta, bantuan ini sangat membantu bagi umat Hindu di Jakarta untuk melakukan kegiatan ngaben.

“Mungkin, kalau bukan Pak Anies gubernur, mungkin kami tidak dapat bantuan mesin kremasi untuk ngaben umat Hindu yang mengalami musibah. Terima kasih Pak Gubernur, dengan mesin kremasi ini sangat membantu umat ini untuk ngaben,” katanya dikutip dari Youtube Debby Fritz Family.

Baca Juga: Anies Jadi Capres Tak Hanya untuk Nasdem, tapi Kemenangan Pluralisme

Dalam kedatangannya di Pura Aditya, Anies Baswedan juga mendapat kehormatan meresmikan gedung serba guna, Jaya Sabha Aditya. 

“Kita berkewajiban untuk memberikan rasa keadilan untuk semua. Pertama kali mendengar 2017 bahwa umat Hindu Jakarta belum punya mesin kremasi sendiri, lalu carikan (biayanya), dan syukur bisa tuntas, semoga perasaan setara itu bisa terus dijaga,” pungkas Anies Baswedan yang mantan rektor Universitas Paramadina yang terkenal dengan wacana pluralisme sejak rektornya Nurcholis Madjid ini. (*)

Load More