Suara Denpasar - Sebanyak 11 rumah milik warga di Kampung Tegalnangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, ambruk dampak pembangunan terowongan kereta cepat. Terkait, Kang Dedi Mulyadi meminta Perusahaan segera mengganti dan membangun ulang rumah yang rusak imbas dari pembangunan.
“Jadi kami sampaikan agar pihak perusahaan segera membangun kembali rumah warga yang sudah hancur akibat proyek pembangunan kereta api cepat," kata dia dikutip dari Antara, Jumat (14/10/2022).
Untuk diketahui, proyek pembangunan terowongan Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) oleh PT Sinohydro. Anggota DPR RI ini meminta pihak perusahaan bertanggung jawab atas kerusakan rumah warga tersebut.
"Kami meminta pihak perusahaan segera membangun kembali rumah warga yang sudah hancur,” kata Dedi melalui sambungan telepon yang diterima di Purwakarta, Rabu.
Saat ini, kata dia, pembangunan terowongan untuk kereta api cepat tersebut sudah hampir rampung.
Namun warga setempat yang rumahnya rusak akibat dampak dari proyek pembangunan kereta api cepat itu masih belum mendapat kejelasan kapan rumahnya akan diganti.
Akibat rumahnya rusak, mereka tinggal di rumah kontrakan yang sempit. Mereka mulai kehilangan harapan karena rumah yang rusak tak kunjung diperbaiki.
Sementara itu, pada Rabu ini Dedi Mulyadi mendatangi lokasi sebelas rumah yang ambruk akibat dampak pembangunan terowongan kereta api cepat di Kampung Tegalnangklak, Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Di Tengah Ramai Desakan Tes Urine, Prima Salam Kembali Muncul di Acara Gerindra
-
Rp160 Miliar Diduga Tak Pernah Masuk Kas Daerah, Aktor Utama Korupsi Sungai Lalan Dibidik
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Meski Angkat Koper, Arda Guler Selamatkan Wajah Timnas Turki di Piala Dunia 2026
-
Cerita Fajar Nugra Ubah Penampilan demi Film Pemikat Jiwa
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Prediksi Skor Yordania vs Argentina: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Industri Film Indonesia Masuki Era Baru dengan Dukungan Blockchain dan AI