/
Senin, 17 Oktober 2022 | 13:33 WIB
Andi Rian Djajadi (foto kiri), Kapolri Listyo Sigit Prabowo (kanan atas), dan Krishna Murti (kanan bawah). (Suara.com/ Instagram @krishnamurti_bd91/ PMJNews)

SUARA DENPASAR – Brigjen Andi Rian Djajadi seperti balik kucing. Saat mengawali karier sebagai polisi, dia bertugas di wilayah hukum Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), kini, 30 tahun kemudian, Andi Rian kembali ke Polda Kalsel sebagai orang nomor satu alias Kapolda.

Andi Rian Djajadi termasuk mendapat pulung dari kasus para perwira tinggi. Di antaranya kasus yang membelit para juniornya di Akpol, yakni Irjen Ferdy Sambo dan Irjen Teddy Minahasa. Para junior yang pernah menyalipnya itu kini kariernya habis dan terancam habis. Sedangkan dia kian meroket. Kini didapuk sebagai Kapolda Kalimantan Selatan.

Siapakah sosok Andi Rian Djajadi? Bagaimana perjalanan karier jenderal bintang 1 yang sebentar lagi naik menjadi jenderal bintang 2 seiring dengan capaian jabatannya sebagai Kapolda?

Dari penelusuran Suara Denpasar dari laman PTIK, Brigjen Andi Rian Djajadi memiliki nama lengkap Andi Rian Riacudu Djajadi. Dia adalah ketua tim penyidik kasus pembunuhan Brigadir Joshua atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang diotaki Ferdy Sambo, yang kala itu menjadi Kadiv Propam Polri.

Sebelum melanjutkan masa-masa dewasa dan kariernya di kepolisian, ada baiknya menengok sebentar ke masa lalu Andi Rian Djajadi. Perwira tinggi yang sempat disorot penampilannya mengenakan pakaian berharga mahal itu merupakan pria kelahiran Ujung Pandang (kini Makassar) pada 25 Agustus 1968. Dengan demikian, usianya sudah 54 tahun. Tidak lebih dari 4 tahun lagi, dia masuk masa pensiun. Usia pensiun anggota polisi 58 tahun.

Andi Rian Djajadi lahir dari keluarga bersuku Bugis dan beragama Islam. Masa sekolah dasar hingga menengah dihabiskan di tanah kelahirannya, yakni di Makassar. Dia alumni dari sekolah-sekolah favourite di Makassar. Yakni SD di Makassar, SMPN 1 Makassar, dan SMAN 1 Makassar. Sekadar diketahui, Ferdy Sambo juga alumni SMAN 1 Makassar.

Karier kepolisian Andi Rian Djajadi diawali dengan dia menempuh Akademi Kepolisian atau Akpol dan lulus 1991. Saat ini, lulusan Akpol 1991 memegang jabatan tertinggi di kepolisian. Yakni Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.

Setelah tamat Akpol pada 1991, Andi Rian memulai bertugas sebagai Pamapta di Polres Kotabaru Polda Kalimantan Selatan Tengah/ Kalselteng (sekarang bernama Polda Kalsel) sejak 1992. Dengan dia sebagai Kapolda Kalsel saat ini, Andi Rian Djajadi seperti balik kucing. Dibuang ke mana pun kembali lagi ke asalnya.

Pada 1993, Andi Rian Djajadi sudah menjadi Kapolsek Batulicin di Kotabaru masih di wilayah hukum Polda Kalselteng (Kalsel). Dia banyak bertugas di kesatuan reserse. Di antaranya pernah jadri Wadirreskrimum Polda Sumatera Utara. Juga pernah memegang tongkat komando sebagai Kapolres Tebingtinggi.

Baca Juga: Brigjen Andi Rian Djajadi Disorot Penampilannya yang Mewah

Kariernya agak tersendat, dan disalip sejumlah juniornya. Bahkan, pada 2019, Andi Rian menjabat Wadirtipidum Bareskrim Polri, sebagai bawahan Ferdy Sambo yang menjadi Dirtipidum Bareksrim Polri. Saat itu Andi Rian masih Kombes, sedangkan Ferdy Sambo sudah jadi Brigjen.

Andi Rian Djajadi sempat menjadi Dirreskrimum Polda Sumatera Selatan, sebelum akhirnya pada Juli 2020 mendapat promosi sebagai Karokorwas PPNS Bareskrim Polri sekaligus meraih jenderal bintang satu atau Brigjen.

Dia menjadi Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri pada 16 November 2020, setelah Ferdy Sambo jadi Kadiv Propam Polri dan naik jadi Irjen atau jenderal bintang dua.  

Saat kasus pembunuhan Brigadir Joshua di rumah dinas Ferdy Sambo, Andi Rian Djajadi menjadi ujung tombak Kapolri dalam penyidikan. Dia mengambil semua perkara terkait Ferdy Sambo yang masuk di Polres Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya ke Bareskrim Polri. Hasilnya, dia mebongkar skenario busuk Ferdy Sambo, kemudian jadi tersangka hingga kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

Jauh sebelum itu, banyak prestasi Andi Rian. Ketika bertugas di Polda Sumetera Selatan sebagai Dirreskrimum, dia pernah mengungkap pembunuhan hakim PN Medan, Jamaluddin pada 2020. Saat usai pembunuhan terjadi, istri sang hakim Jamaluddin sempat membuat skenario menangis. Namun, skenario itu terbongkar sebab 40 hari kemudian terungkap bahwa sang istri adalah otak pembunuhan hakim Jamaluddin. Sang istri juga diketahui berselingkuh dengan sang sopir.

Andi Rian juga pernah ditugaskan ke luar negeri sebagai pasukan perdamaian kontingen Garuda. Dia pernah menjadi anggota Konga XIV - 9, dengan misi di Bosnia dan Herzegowina.

Load More