/
Senin, 17 Oktober 2022 | 15:51 WIB
Saat Ferdy Sambo Marah Besar ke Bawahan dan Bohongi Atasan, Kata Jaksa (Suara)

Suara Denpasar - Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum atau JPU terungkap Ferdy Sambo sempat marah besar kepada bawahannya iaitu Kompol Chuck Putranto. Selain itu, Sambo juga berbohong kepada atasannya dalam perkara pembunuhan Brigadir Joshus.

Sebagaimana diketahui, Ferdy Sambo menjalani sidang perdana pada Senin (17/10/2022). Sidang perdana ini dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU.

Dalam dakwaannya, jaksa menyebut bahwa Sambo sempat marah besar kepada Chuck karena masalah CCTV. Ferdy Sambo dalam perkara menghalangi penyidikan murka karena CCTV di sekitar lokasi kejadian diserahkan ke Polres Metro Jakarta Selatan.

“Dijawab lagi oleh saksi Chuck Putranto, “sudah saya serahkan ke Polres Jakarta Selatan’. Kemudian terdakwa Ferdy Sambo, katakan ‘siapa yang perintahkan?’ kemudian dijawab oleh saksi Chuck Putranto ‘siap’,” kata Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Setelah itu, Ferdy Sambo memerintahkan Chuck untuk mengambil kembali CCTV yang diserahkan dan menyalinnya serta meminta untuk langsung melaksanakan dan tidak banyak tanya.

“Kemudian terdakwa Ferdy Sambo melanjutkan kata-katanya dengan nada marah ‘lakukan jangan banyak tanya, kalau ada apa-apa saya tanggung jawab’ dan di jawab oleh saksi Chuck Putranto ‘siap jendral’,” ungkap jaksa.

Selain itu, dalam dakwaan juga disebutkan bahwa Ferdy Sambo sempat menghadap pimpinannya usah peristiwa penembakan terhadap Brigadir J. Ketika itu, Sambo ditanya pimpinannya apakah menembak juga.  

“’Saya sudah menghadap pimpinan dan menjelaskan, pertanyaan Pimpinan Cuma satu yakni ‘kamu nembak nggak Mbo?’’ ucap Jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (17/10/2022).

Sambo tidak mengakui menembak Brigadir J menyebutkan, jika dirinya menembak, kepala korban bisa pecah karena senjata miliknya.

Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Puji Setinggi Langit Sosok Cantik Ini Spek Bidadari, dan Masih SMA

“Dan terdakwa Ferdy Sambo menjawab ‘siap tidak Jenderal, kalau saya nembak kenapa harus di dalam rumah, pasti saya selesaikan di luar, kalau saya yang nembak bisa pecah itu kepalanya (jebol) karena senjata pegangan saya kaliber 45,” jelasnya.(PMJ News)

Load More