Suara Denpasar – Nasib seseorang siapa yang tahu. Tapi, Kang Dedi Mulyadi seperti sudah menerawang nasibnya kelak. Jauh saat dia masih jadi mahasiswa pernah berseloroh akan jaadi bupati dan melakukan suatu jika itu terwujud. Keduanya dia wujudkan.
Hal itu diungkapkan Saepul Akbar alias Om Zein, kawan Kang Dedi Mulyadi saat sama-sama jadi aktivis HMI Cabang Purwakarta. Suatu ketika, kata Om Zein, Kang Dedi bersama kader HMI lainnya duduk-duduk di depan sekretariat HMI Cabang Purwakarta.
Diperkirakan itu tahun 1994. Om Zein ada di situ. Lantas, Kang Dedi sesumbar jika dia menjadi Bupati Purwakarta, maka dia akan menata Situ Buleud sampai Stasiun Purwakarta. Dulu, Situ Buleud adalah tempat badak mandi di sana.
“Itu kan di luar logika nalar saya,” katanya.
Om Zein yang saat itu ada di sana langsung berdiri sambil jalan dan ngeledek. Intinya, dia bilang bagaimana mau jadi bupati, makan saja masih susah.
“Kadang makan pagi aja, siang enggak. Malam dua mi dibagi lima orang,” katanya mengisahkan pada masa jadi aktivis mahasiswa.
Om Zein bilang, jangankan untuk menjadi bupati, menjadi anggota DPRD Purwakarta saja jauh dari pikiran mereka. Pada waktu itu, kata dia, meski punya potensi, kesempatan menjadi pejabat negara terbatas. Karena terbentur antrean di partai.
“Beda dengan sekarang, orang mau jadi bupati, wakil bupati, anggota dewan, asal punya duit banyak, punya teman banyak, pendukung banyak, dipastikan jadi,” terangnya.
Kalau dulu, lanjut dia, punya teman banyak, duit banyak belum tentu dapat kesempatan jadi pejabat publik. Karena dulu regulasinya beda dengan sekarang. Antrean panjang karena harus melalui tangga yang panjang. Misal untuk jadi anggota DPRD, harus ikut OKP atau underbow partai, kemudian naik jadi ketua OKP, hingga menjadi pengurus partai. Bahkan untuk jadi bupati, di era Orde Baru biasanya dipegang oleh orang militer. Pernah jadi Dandim, misalnya.
“Dulu antrean kaderisasi panjang. Yang gak mungkin Kang Dedi bisa jadi bupati. Itu hanya angan-angan. Mimpi,” tandasnya.
Namun, angan-angan itu menemukan jalan dengan adanya Gerakan Reformasi yang menggulingkan Soeharto dan membuka keran politik lebih parsitipatif. Dengan seperti itu, siapa pun punya kesempatan, termasuk Kang Dedi.
Dalam kesempatan lain, Kang Dedi juga sempat berujar, ketika Reformasi, banyak orang meninggalkan Golkar. Kang Dedi justru masuk Golkar karena peluang terbuka.
“Tiba-tiba reformasi. Kang Dedi punya kesempatan jadi anggota dewan. Ada jalan. Dia potensial juga. Karena cerdas, rajin puasa, sering nolong sesama,” terangnya.
Ketika ada pemilihan Bupati-Wakil Bupati Purwakarta pada 2003, Kang Dedi terpilih menjadi wakil bupati. Kemudian pada 2008 terpilih sebagai bupati Purwakarta.
Sesumbarnya akan menata Situ Buleud sampai Stasiun Purwakarta ternyata benar-benar diwujudkan. Semenjak tahun 2014, situ ini diresmikan menjadi lokasi wisata yang terbuka untuk umum dan terkenal hingga ke mancanegara.
Tidak itu saja, dibangun juga air mancur Sri Baduga di dekat sana. Dan benar juga, sepanjang situ sampai stasiun dia tata. Banyak patung di sana, meski sempat ditentang kelompok fundamentalis berbasis agama. (bersambung)
Berita Terkait
-
Warganet Dibuat Meleleh dengan Unggahan Kang Dedi Mulyadi, Tak Ada yang Bisa Ganti Pelukan Hangat Sosok Ini
-
Putusan Perceraian Semakin Dekat, Kang Dedi Mulyadi Selalu Ingin Bersama Sosok Ini
-
Lirik dan Link Lagu Galau Hanya Satu Persinggahan yang Diposting Kang Dedi Mulyadi
-
Hasrat Ambu Anne Bercerai Belum Surut, Kang Dedi Putar Lagu Galau Lagi: 'Aku Tidak Sepadan Denganmu'
-
Menangis? Bupati Purwakarta Anne Ratna Terlihat Sembab saat Sidang Gugat Cerai Kang Dedi Mulyadi
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
3 Shio Paling Beruntung Pekan Ini, Ketiban Rezeki dan Kesuksesan Mulai 10 Agustus 2026
-
Teks Dasa Darma dan Tri Satya Pramuka, Lengkap dengan Tips Mudah Menghafalnya
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?