/
Sabtu, 22 Oktober 2022 | 13:00 WIB
Saepul Akbar atau Om Zein (kiri) dan Kang Dedi Mulyadi. (Youtube OM ZEIN)

Suara Denpasar – Sosok Kang Dedi Mulyadi sudah banyak tahu. Namun, bagaimana Kang Dedi di mata kawannya? Om Zein, salah satu kawannya saat masih jadi mahasiswa sekaligus dan aktivis HMI Cabang Purwakarta bertutur tentang sosok bapak tiga anak itu.

Sebagaimana diketahui, nama Dedi Mulyadi akhir-akhir ramai karena digugat cerai sang istri, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika. Namun, selain masalah rumah tangganya, Kang Dedi Mulyadi juga dikenal karena dia pejabat publik yang saat ini menjadi wakil ketua Komisi IV DPR RI.

Kang Dedi juga pernah menjadi Bupati Puwakarta dua periode (2008-2013 dan 2013-2018). Dia juga pernah menjadi Ketua Komisi E DPRD Purwakarta periode 1999-2004, namun sebelum jabatan sebagai anggota DPRD berakhir, dia menjadi wakil bupati Purwakarta periode 2003-2008.

Jauh sebelum dia jadi pejabat penyelenggara negara, dia hanyalah pemuda biasa. Salah satunya dia adalah mahasiswa juruasan Hukum di STH Purnawarman, Purwakarta dari 1995-1999.

Ketika menjadi mahasiswa itu lah dia bersama teman-temannya membangun HMI Cabang Purwakarta dari tahapan HMI Cabang Persiapan Purwakarta yang mewilayahi Kabupaten Purwakarta dan Subang kala itu. Di HMI itu lah menempa diri menjadi aktivis mahasiswa yang memiliki wawasan kemahasiswaan, keindonesiaan, dan keislaman.

Sepenggal kisah Dedi Mulyadi saat menjadi aktivis HMI pun diceritakan kawannya, Saepul Akbar alias Binzein alias Om Zein yang pernah menjabat sebagai sekretaris umum (Sekum) HMI Cabang Purwakarta. Hal itu dia ceritakan kepada Maulana Akbar Ahmad Habibi alias Maula Akbar, anak pertama Kang Dedi Mulyadi.

Om Zein pun mengatakan, dia dipertemukan dengan Dedi Mulyadi karena HMI. Saat itu, Dedi Mulyadi menjadi ketua HMI Cabang Persiapan Purwakarta. Masalahnya, Purwakarta tidak memiliki banyak kampus, sehingga saat itu Kang Dedi merekrut mahasiswa dari Kabupaten Subang. 

Sekadar diketahui, di HMI ada syarat sebuah cabang persiapan untuk menjadi cabang penuh. Salah satunya memiliki jumlah minimal komisariat. Komisariat kota, kampus, atau berdasarkan fakultas. Sedangkan komisariat juga ada syaratnya, di antaranya minimal jumlah anggota.

Nah, Om Zein pun yang kuliah di Subang akhirnya direkrut untuk menjadi anggota HMI Cabang Purwakarta. Dia mengikuti Latihan Kader I (LK I). Setelah masuk LK I. Om Zein pun sempat menjadi Sekretaris HMI Cabang Purwakarta.

Baca Juga: Sosok Kang Dedi Mulyadi di Mata Om Zein, Kawan sejak Mahasiswa (2): Tahun 1994 Berseloroh Jika Jadi Bupati

“HMI itu kawah candradimuka,” kata Om Zein dalam Youtube Maula Akbar dikutip Suara Denpasar, Sabtu (22/10/2022).

Om Zein menilai, Kang Dedi sebagai orang yang cerdas. Berpikirnya kerap melampaui kawan-kawannya.

“Ada loncatan-loncatan. Kita baru sejengkal, dia sudah 5 sampai 10 jengkal,” terangnya.

Saat masih menjadi mahasiswa, dia melihat Kang Dedi memiliki keberanian yang luar biasa. Sebagai contoh, ketika menjadi mahasiswa yang belum berpenghasilan tetap, bahkan untuk makan saja masih kekurangan, namun Kang Dedi malah sudah memiliki puluhan anak yatim yang disantuni.

“Itu butuh keberanian yang cukup. Dia nekat aja,” terangnya.

Dia teringat, Kang Dedi pernah berucap bahwa kuncinya yakin kalau kita berbuat baik pada orang banyak maka banyak orang yang akan memikirkan ke kita, dan berbuat baik ke kita. (bersambung)

Load More