Suara Denpasar – Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi atau Kang Dedi menghampiri warga yang tinggal di samping jalan tol Cipularang (Jakarta Cikampek II) di Desa Cigelam, Kecamatan Babakancikao, Purwakarta, Jabar. Dia menemukan keluarga yang kondisi ekonominya lumayan sulit. Mereka makan nasi cuma campur garam.
Dalam video unggahan akun Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, terlihat Kang Dedi turun dari mobil dan berjalan menuju sebuah rumah sederhana. Keluarga ini mengaku pindahan dari Desa Cibinong, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, dan menempati tanah milik Jasa Marga sejak tahun 2011.
"Wah ini udah pada masak belum," kata Kang Dedi saat masuk ke rumah warga tersebut.
"Belum, Pak," jawab ibu pemilik rumah.
Lebih lanjut, Kang Dedi melihat ada piring dan sisa nasi di atas meja. Lantas Kang Dedi menanyakan apakah makannya cuma nasi dan tidak ada lauk-pauknya.
"Iya sama ini aja, gak punya apa-apa, Pak," kata ibu tersebut.
Sang ibu bercerita, suaminya bekerja menjual pop ice di pasar malam. Karena musim hujan jadi penghasilannya tidak seberapa. Sudah dua minggu makan nasi cuma pakai lauk garam dan Masako.
"Kadang-kadang pakai garam, kadang-kadang pakai masako," ceritanya.
Mendengar itu Kang Dedi kaget. Ternyata, masih ada orang yang makan hanya lauk garam.
Baca Juga: Denise Chariesta Murka! Singgung Video Mbak Bulan di Masa Lalu, Senggol Luna Maya?
"Jadi zaman sekarang masih ada orang makan nasi sama garam? " tanya dia.
"Ya mau gimana lagi, kan malu dari pada minta-minta ke orang," jawabnya.
Kang Dedi Mulyadi mencoba mengulangi lagi pernyataannya karena seperti tidak percaya.
"Jadi zaman sekarang masih ada orang makan nasi cuma pakai garam," kata Kang Dedi berkali-kali sambil membuka magic com yang juga ada di atas meja.
"Masih, Pak," jawab si Ibu.
Kang Dedi diajak melihat setiap ruangan rumah itu, dari kamar mandi sampai dapur. Dia mengatakan kalau rumah itu harus bersih dan rapi biar bisa mendatangkan rezeki.
Berita Terkait
-
Tak Lama Lagi, Bupati Ambu Anne Sandang Status Janda Kaya Raya, Kang Dedi Mulyadi Duren Sawit
-
Ketahuan! Ini Alasan Kang Dedi Mulyadi Naik Angkot ke Pengadilan Agama Usai Digugat Ambu Anne: Saya Tidak Mau Datang!
-
Kang Dedi Mulyadi Temui Sosok Pria yang 88 Kali Kawin Cerai, 'Kita Satu Saja Mau Hilang'
-
Disalami Neng Anne Sibuk Main Handphone: Fans Garis Keras Minta Kang Dedi Move On dan Kejar ABG
-
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika Ungkap Fakta Soal Mobil Sedan yang Diduga Plat Palsu
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Polri Bidik 1.500 Dapur MBG Rampung Akhir 2026, Siap Layani 3,5 Juta Penerima
-
Strategi Changan Gempur Pasar Otomotif Nasional Melalui Deepal S05 dengan Teknologi REEV dan BEV
-
Dokter Tifa Jalani Sidang Perdana Kasus Dugaan Fitnah Ijazah Jokowi
-
Tak Hanya Oud, Wewangian Khas Dubai Kini Tawarkan Aroma Manis hingga Floral yang Digemari Anak Muda
-
PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan
-
Presiden Belarus Tawarkan Alih Teknologi Otomotif hingga Alat Berat untuk Indonesia
-
Diisukan Sakit dan Berobat ke Luar Negeri, Sri Sultan HB X: Saya Hanya Rutin Check Up
-
RI Mulai Dagang Karbon Kehutanan, Potensinya Rp5 Triliun
-
Satu Program, Seribu Panggung: Jejak Narasi MBG dalam Pidato Prabowo
-
Pemerintah Resmi Luncurkan SRUK 9 Juli, Era Baru Perdagangan Karbon Dimulai