Suara Denpasar - Cerita soal Kang Dedi Mulyadi masih menjadi berita populer pada Jumat (4/11/2022). Kisah terbarunya adalah saat dia menangis menceritakan istri pertamanya dan kisah hidup anak sulungnya, Maula Akbar.
Dalam video terbarunya, Kang Dedi bertemu dengan anak pertamanya yang memiliki nama lengkap Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar. Dalam video itu Kang Dedi membeberkan siapa istri pertamanya dan ibu dari Maula.
Kang Dedi mengatakan istri pertamanya bernama Sri Widyowati. Artinya, Anne Ratna Mustika yang kini menggugat cerai dia adalah istri keduanya.
Kang Dedi sebelum menikah dengan Ambu Anne berstatus duda. Sebab, istri pertamanya meninggal dunia.
Sambil menangis, Kang Dedi mengatakan pada tahun 1999, dia masih bersama Sri Widyowati, mengontrak rumah di Perumahan Sandan Sari, Purwakarta. Saat itu, sang istri sedang mengandung Maula.
“Ibunya itu dengan saya bersama sejak saya kuliah di STH (Purnawarman) jadi aktivis HMI. Saya ketua HMI Cabang Purwakarta,” kata Kang Dedi.
Akan tetapi, dalam proses kehamilanitu, Sri Widyowati mengalami sakit kanker rahim. Hingga akhirnya, Sri Widyowati melahirkan bayinya di RS Bungsu, Bandung pada 4 November 1999 dan sang anak diberi nama Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar.
“Karena di rahimnya ada kanker. Bobotnya hampir 4 kilogram,” kata Kang Dedi sambil menangis.
Selang tiga bulan setelah melahirkan Maula Akbar, Sri Widyowati meninggal dunia.
Baca Juga: Terkuak! Ternyata Ini Agama Reza Arap, Sempat Bikin Denny Sumargo Salah Paham
Asal Usul Maula Akbar Terjawab
Sebelumnya banyak yang penasaran apakah Maula Akbar adalah anak Dedi Mulyadi bersama Ambu Anne. Kini pertanyaan itu sudah terjawab.
Maula merupakan anak pertama Dedi bersama istri pertamanya yang meninggal dunia karena sakit kanker rahim.
Meski masih sangat muda, Maula Akbar sudah terjun ke dunia politik mengikuti jejak sang ayah dan Ambu Anne. Dia bergabung bersama Partai Golongan Karya (Golkar).
Bahkan di usianya yang sangat muda, dia sudah menjadi Sekjen DPD Partai Golongan Karya (Golkar) di Kabupaten Purwakarta.
Profil Singkat
Nama lengkap: Ahmad Habibie Bungsu Maulana Akbar
Nama panggilan: Maulana Akbar
Umur: ±23 tahun
Agama: Islam
Orang tua:
- Dedi Mulyadi (ayah)
- Sri Widyowati (ibu)
Saudara:
- Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip
- Hyang Sukma Ayu Mulyadi Putri
Kakek: Sahli Ahmad Suryana
Nenek: Karsiti
Pendidikan:
- SMA Negeri 2 Purwakarta
- Ilmu Politik Universitas Padjadjaran
Instagram: @maula_akbar88
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Kronologi Warga OKU Diserang Beruang saat Sadap Karet, Sempat Duel hingga Luka Parah
-
Gencarkan Sport Diplomacy, Erick Thohir dianugerahi KWP Awards 2026
-
Malaysia Bungkam Timnas Indonesia U-17, Shukor Adan Puji Kedewasaan Lini Belakang
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
6 Penumpang Helikopter PK-CFX Ditemukan Tewas di Hutan Sekadau
-
Kejati Banten Geledah Kantor BUMD PT ABM, Koper Berisi Dokumen Penting Disita
-
Revolusi Pertanian dari Desa, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal Sabet KWP Awards 2026
-
5 Fakta Mengejutkan Skandal Dugaan Pelecehan Seksual di Grup Chat Mahasiswa IPB
-
Lebih dari 10 Pelaku Diburu! Polisi Ungkap Perkembangan Kasus Kades Lumajang Diserang
-
Sekda Banten 'Angkat Tangan' Hadapi Aturan UU HKPD: Tolong Bantu Kami Cari Solusi