Suara Denpasar – Tiga orang pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ditangkap Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan. Ketiga pelaku adalah seorang ibu bernama Maria Ulfa (42) dan anaknya Aditya Izama Hendra (23), dan temannya bernama Siti Sobariah (50). Yang menarik, modalnya cuma batang korek api, gergaji besi, dan kartu ATM rusak.
"Tersangka Maria dan Aditya adalah ibu dan anak. Mereka terlibat sindikat bobol ATM,” kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Pramana bersama Kanit Reskrim Polsek Densel, AKP Made Putra Yudistira, Rabu (9/11/2022).
Made Teja menjelaskan, Maria bukan orang baru dalam kejahatan bobol ATM. Dia merupakan residivis dalam kasus sama. Bahkan sempat mendekam di Lapas Kerobokan, dan baru bebas setahun lalu.
Ketiganya ditangkap berdasarkan laporan korban Hamuji Santoso (65), Jalan Kura-kura Bali, Suwung, Batan Kendal, Densel. Made Teja menjelaskan, ketiga pelaku telah membobol ATM milik Hamuji Santoso pada Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 02.30 WITA.
Singkat cerita, Hamuji datang ke ATM BNI di SPBU Jalan By Pass Ngurah Rai, Suwung Batan Kendal, Sidakarya, Denpasar Selatan. Dia berniat menarik uang dari ATM tersebut. Namun, dia gagal menarik uang, bahkan uangnya tertelan atau nyangkut di mesin ATM.
Lebih lanjut datang tersangka Maria. Dia masuk ke ruang ATM dan berpura-pura menawarkan bantuan. Maria pun meminta Hamuji menekan PIN pada tombol di mesin ATM. Karena tetap gagal, Maria pergi. Korban pun ikut pergi.
Korban yang gagal menarik uang akhirnya bercerita ke temannya. Ia disaraknkan mendatangi pihak bank. Saat di-print, ternyata saldonya berkurang banyak
"Uang korban di ATM terkuras Rp4.580.000,” jelas Made Teja.
Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Dari penyelidikan ini, akhirnya polisi menangkap Maria, Aditya dan Siti Sobariah di rumahnya di Jalan Silakarang, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (3/11/2022). Sejumlah barang bukti untuk melancarkan aksi bobol ATM, serta uang hasil kejahatan juga sudah disita polisi.
Baca Juga: Siswi SMAN 8 Denpasar Jatuh dari Lantai 3 Gedung Sekolah, Begini Kondisinya
Dari interogasi akhirnya terungkap bahwa ketiga pelaku beraksi dengan cara konvensional. Bukan dengan teknik skimming yang menggunakan komputer dan CCTV. Mereka menggunakan modal peralatan sederhana. Yakni kartu ATM rusak, batang korek api, dan gergaji besi.
Modus pelaku tak bisa diceritakan. Karena kejahatan ini bisa ditiru oleh siapa saja. Yang pasti, dengan peralataan itu membuat kartu ATM korban seperti nyangkut atau tertelan di mesin ATM. Ketika itu terjadi, pelaku datang pura-pura membantu. Kemudian korban diminta menekan tombol sesuai PIN kartu ATM-nya. Seperti yang sudah diprediksi pelaku, upaya itu tak berhasil. Kemudian pelaku pergi. Korban pun ikut pergi.
Nah, setelah korban sudah pergi, pelaku kembali. Kemudian mengambil kartu ATM yang nyangkut di mesin ATM. Setelah berhasil, kartu ATM itu dibawa ke mesin ATM lain dan menarik sejumlah uang dengan bekal PIN yang sudah diingat saat pura-pura membantu tadi.
Menurut Made Teja, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi bobol ATM dengan modus ganjal ATM. Di antaranya dilakukan di Denpasar dan Badung. (Beritabali.com)
Berita Terkait
-
Bekas Rampung, Pemeran Video Porno Kebaya Putih Bali Tinggal Tunggu Sidang
-
Tercium Bau Menyengat, Ternyata Mahasiswi di Denpasar Meninggal Gantung Diri
-
November, Rencana Penyerahan Berkas dan Tersangka Kasus Korupsi LPD Sangeh
-
Inspektorat Badung Lelet, Tiga Bulan Audit LPD Sangeh Tak Kunjung Kelar
-
Pemuda di Denpasar Beli Perangkat Televisi di Toko On Line, Yang Datang Malah Sebungkus Garam Dapur
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Perjalanan Cinta Roberto Carlos: Punya 11 Anak dari 7 Wanita Berbeda dan Menikah 4 Kali
-
Dendam yang Tak Pernah Selesai dalam Novel Peraih Nobel Beauty and Sadness
-
Perempuan dan Tren Solo Traveling yang Semakin Populer, Apa yang Dicari?
-
Gosho Aoyama Ungkap Draft Bab Terakhir Detective Conan, Benarkah Segera Tamat?
-
5 Bedak Transferproof yang Tidak Mudah Nempel di Masker dan Baju, Harga Mulai Rp84 Ribuan
-
Babak Baru Praperadilan Roy Suryo: Polda Metro Jaya Tak Hadirkan Ahli, Cuma Serahkan Berkas
-
170 Rumah Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di Medan
-
Urutan Tata Surya dan Ciri-ciri Planet yang Bisa Kamu Hafalkan
-
Tawarkan Promo Menarik, BRI KKB National Expo Ukir Rekor MURI di 131 Lokasi
-
Siapa Souhaila Tahiri? Sosok Perempuan Muslim Jadi Asal Usul Isu Roberto Carlos Masuk Islam