/
Rabu, 09 November 2022 | 19:30 WIB
Ilustrasi, ibu dan anak jadi pembobol ATM di Denpasar dan Badung, modusnya korek api dan gergaji besi, ((pixabay))

Suara DenpasarTiga orang pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ditangkap Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan. Ketiga pelaku adalah seorang ibu bernama Maria Ulfa (42) dan anaknya Aditya Izama Hendra (23), dan temannya bernama Siti Sobariah (50). Yang menarik, modalnya cuma batang korek api, gergaji besi, dan kartu ATM rusak. 

"Tersangka Maria dan Aditya adalah ibu dan anak. Mereka terlibat sindikat bobol ATM,” kata Kapolsek Denpasar Selatan Kompol I Made Teja Pramana bersama Kanit Reskrim Polsek Densel, AKP Made Putra Yudistira, Rabu (9/11/2022).

Made Teja menjelaskan, Maria bukan orang baru dalam kejahatan bobol ATM. Dia merupakan residivis dalam kasus sama. Bahkan sempat mendekam di Lapas Kerobokan, dan baru bebas setahun lalu.

Ketiganya ditangkap berdasarkan laporan korban Hamuji Santoso (65), Jalan Kura-kura Bali, Suwung, Batan Kendal, Densel. Made Teja menjelaskan, ketiga pelaku telah membobol ATM milik Hamuji Santoso pada Selasa (25/10/2022) sekitar pukul 02.30 WITA.

Singkat cerita, Hamuji datang ke ATM BNI di SPBU Jalan By Pass Ngurah Rai, Suwung Batan Kendal, Sidakarya, Denpasar Selatan. Dia berniat menarik uang dari ATM tersebut. Namun, dia gagal menarik uang, bahkan uangnya tertelan atau nyangkut di mesin ATM.

Lebih lanjut datang tersangka Maria. Dia masuk ke ruang ATM dan berpura-pura menawarkan bantuan. Maria pun meminta Hamuji menekan PIN pada tombol di mesin ATM. Karena tetap gagal, Maria pergi. Korban pun ikut pergi.

Korban yang gagal menarik uang akhirnya bercerita ke temannya. Ia disaraknkan mendatangi pihak bank. Saat di-print, ternyata saldonya berkurang banyak

"Uang korban di ATM terkuras Rp4.580.000,” jelas Made Teja.

Kasus ini pun dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan. Dari penyelidikan ini, akhirnya polisi menangkap Maria, Aditya dan Siti Sobariah di rumahnya di Jalan Silakarang, Desa Singapadu, Kabupaten Gianyar, Bali, Kamis (3/11/2022). Sejumlah barang bukti untuk melancarkan aksi bobol ATM, serta uang hasil kejahatan juga sudah disita polisi.

Baca Juga: Siswi SMAN 8 Denpasar Jatuh dari Lantai 3 Gedung Sekolah, Begini Kondisinya

Dari interogasi akhirnya terungkap bahwa ketiga pelaku beraksi dengan cara konvensional. Bukan dengan teknik skimming yang menggunakan komputer dan CCTV. Mereka menggunakan modal peralatan sederhana. Yakni kartu ATM rusak, batang korek api, dan gergaji besi.

Modus pelaku tak bisa diceritakan. Karena kejahatan ini bisa ditiru oleh siapa saja. Yang pasti, dengan peralataan itu membuat kartu ATM korban seperti nyangkut atau tertelan di mesin ATM. Ketika itu terjadi, pelaku datang pura-pura membantu. Kemudian korban diminta menekan tombol sesuai PIN kartu ATM-nya. Seperti yang sudah diprediksi pelaku, upaya itu tak berhasil. Kemudian pelaku pergi. Korban pun ikut pergi.

Nah, setelah korban sudah pergi, pelaku kembali. Kemudian mengambil kartu ATM yang nyangkut di mesin ATM. Setelah berhasil, kartu ATM itu dibawa ke mesin ATM lain dan menarik sejumlah uang dengan bekal PIN yang sudah diingat saat pura-pura membantu tadi.

Menurut Made Teja, pelaku sudah beberapa kali melakukan aksi bobol ATM dengan modus ganjal ATM. Di antaranya dilakukan di Denpasar dan Badung. (Beritabali.com)

Load More