Suara Denpasar – Sosok Sri Mulyawati, istri pertama Kang Dedi Mulyadi sempat dibeberkan dalam acara ulang tahun ke-23 Ahmad Habibi Bungsu Maula Akbar alias A Ula atau Maula Akbar pada 4 November 2022 lalu. Namun, Saepul Bahri alias Om Zein, kembali menuturkan lebih panjang tentang Sri Mulyawati, ibu kandung Maula Akbar itu.
Om Zein termasuk sosok yang juga mengenal dekat Sri Mulyawati. Sebab, saat jadi aktivis HMI Cabang Purwakarta, dia termasuk menjadi penghuni sekretariat setelah jadi sekretaris HMI Cabang Purwakarta.
Sebetulnya, Om Zein kuliah di Subang. Namun, saat itu Subang belum ada cabang HMI. Sehingga menjadi bagian HMI Cabang Purwakarta. Setelah dia jadi Sekretaris HMI Cabang Purwakarta, akhirnya tinggal di sekretariat. Sejak itu lah dia makin mengenal Kang Dedi dan Sri Mulyawati.
Dia menjelaskan, pada era 1990-an itu, banyak pengurus atau kader tinggal di Sekretariat HMI Cabang Purwakarta. Saat itu sekretariat berada di bangunan yang kini jadi lokasi STAI Muttaqien Purwakarta.
Di sekretariat itu, beberapa yang tinggal adalah Kang Dedi, Om Zein, Ojat Sudrajat (kini pengacara), Purwanto atau Bos Ipung (Kadisdik Purwakarta), Azis Zulkarnain, dan Agus Wahyudana. Sedangkan perempuannya ada Sri Mulyawati, Mbak Carini, Mbak Ida, Uni Sadiyah.
“Ini temen-temen yang deket. Setiap hari ketemu,” kata dia dalam tayangan di kanal Youtube Maula Akbar, dikutip Jumat (11/11/2022).
Kala itu, Kang Dedi Mulyadi adalah pendiri sekaligus Ketua HMI Cabang Purwakarta. Om Zein sempat jadi sekretaris, dan Sri Mulyawatii sebagai bendahara.
Dijelaskan, sekretriat itu sebuah bangunan, yang bagain depannya ada hall atau ruang tamu. Kemudian ke belakang ada petak-petak kamar. Perempuan mengisi beberapa petak kamar, sedangkan yang laki-laki hanya satu kamar untuk bersama, namun tidurnya biasa di hall.
“Bahasa Sunda-nya sama pahit sama manis,” jelas Om Zein kepada Maula Akbar.
Baca Juga: SEDIH Meninggalnya Istri Dedi Mulyadi, Sri Mulyawati dan Maula Akbar Saat Bayi
Dia pun mengenang, di antara para pengurus dan kader yang tinggal di sekretariat ini yang paling mampu atau disayang orang tuanya adalah Sri Mulyawati dan Azis Zulkarnain. Mereka memang sering saling patungan, namun lebih sering menggunakan uang dari keduanya.
“Nah kalau sudah kita tidak nemu makan, maka uang tabungan mamanya A Ula dipakai. Nah itu uang tabungan mamanya A Ula pasti dipakai,” terangnya.
Mereka pun mengaku makan sama-sama. Bahkan, dia mengenang, Sri Mulyawati sebagai sosok yang memiliki perhatian atau solidaritas yang amat tinggi terhadap teman-temannya. Sebelum Sri Mulyawati makan, maka biasanya tanya dulu ke teman-temannya apakah sudah pada makan atau belum.
“Jadi pagi-pagi kalau mau sarapan dia nggak mau sarapan sebelum dia nanya yang lain sudah sarapan atau belum,” jelas dia.
Om Zein bercerita, di saat semua orang yang tinggal di sekretariat belum makan, maka Sri Mulyawati sering mengorbankan uang tabungannya untuk membeli bahan makanan.
“Nah kalau tabungannya ini udah habis, apa yang dia punya, cincin dia jual. Yang terpenting di sekretariat bisa makan. Nah itu hebatnya mamanya A Ula,” tutur Om Zein.
Berita Terkait
-
Lesti Kejora Pulang Umrah Langsung Damai, Bagaimana dengan Anne Ratna dengan Kang Dedi Mulyadi?
-
Nelangsa, Janda Ini Cerita Anak Sapi Bantuan Kang Dedi Mulyadi Mati karena Makan Keresek
-
Tiba di Tanah Suci Anne Ratna Mustika Langsung Posting Status, Dedi Mulyadi Kesepian: Boyong Hyang Sukma Ayu ke Kediamannnya
-
Kang Dedi Mulyadi Unggah Foto Bareng Ni Hyang, Netizen: Ayah Adalah Cinta Pertama Anak Perempuannya
-
Kang Dedi Mulyadi Sidak Dapur Warga, Hanya Ada Sambal, 'Pagi sampai Sore hanya Makan Ini'
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME, Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Pajak Nol Persen dan Bebas Ganjil Genal Pemilik Mobil Listrik di Jakarta Berlanjut
-
Wawancara Pelatih Timnas Amerika Serikat: Beban Berat Mauricio Pochettino di Piala Dunia 2026
-
Eksodus Bintang Anfield: Owen Sebut Liverpool Butuh 'Operasi' Besar usai Ditinggal Mohamed Salah
-
Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,61 Persen, Tapi Dinilai Rapuh karena Bergantung Konsumsi
-
Akhir dari Pelarian Kiai Cabul, Ashari Diringkus di Wonogiri
-
Platform Kripto OSL Indonesia Umumkan Migrasi Bursa dan Kliring
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia