- Kapal pesiar MV Hondius menuju Tenerife, Spanyol, untuk mengevakuasi penumpang setelah wabah Hantavirus menyebabkan tiga kematian.
- Pemerintah Argentina melacak sumber virus di Ushuaia melalui analisis tikus setelah kapal berangkat pada 1 April lalu.
- WHO mengonfirmasi strain Andes penyebab wabah memiliki risiko penularan rendah karena hanya menular melalui kontak fisik dekat.
Suara.com - Upaya evakuasi dan repatriasi besar-besaran tengah dilakukan terhadap para penumpang kapal pesiar MV Hondius yang dihantam wabah Hantavirus. Setelah dilarang merapat di Tanjung Verde, kapal tersebut kini dijadwalkan menuju Tenerife, Spanyol, untuk proses pemulangan para penumpang asing.
Menteri Kesehatan Spanyol, Monica Garcia, dalam konferensi pers di Madrid menyatakan bahwa setidaknya 14 penumpang berkewarganegaraan Spanyol akan langsung dikarantina di rumah sakit militer di Madrid begitu tiba di Tenerife.
"Durasi karantina akan bergantung pada kapan mereka kemungkinan melakukan kontak dengan virus tersebut," ujar Garcia, dikutip dari Reuters.
Sementara itu, seluruh warga negara non-Spanyol yang dinyatakan sehat akan langsung dipulangkan ke negara asal mereka.
Hingga saat ini, wabah di atas kapal pesiar tersebut telah merenggut tiga korban jiwa, yang terdiri dari pasangan suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan total delapan orang diduga kuat telah tertular virus ini, dengan tiga kasus di antaranya telah dikonfirmasi melalui uji laboratorium.
Pelacakan Sumber Virus di Argentina
Kementerian Kesehatan Argentina kini bergerak cepat melakukan pelacakan di kota Ushuaia, wilayah selatan Argentina yang menjadi titik awal keberangkatan kapal pesiar tersebut pada 1 April lalu. Pemerintah setempat akan melakukan pemasangan perangkap dan analisis terhadap hewan pengerat (tikus) di wilayah tersebut.
Petugas berwenang juga sedang merekonstruksi ulang rute perjalanan para warga negara Belanda yang sempat bepergian di Argentina dan Cile sebelum akhirnya menunjukkan gejala Hantavirus di atas kapal.
Baca Juga: Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar
Sejauh ini, otoritas Argentina menegaskan belum menemukan adanya kasus terkait di wilayah darat mereka.
Proses evakuasi medis darurat sempat diwarnai ketegangan diplomatik dan kendala teknis. WHO mengonfirmasi tiga pasien kritis telah dievakuasi dari kapal dan sedang dalam perjalanan menuju Belanda.
Namun, salah satu pesawat medis yang mengangkut pasien sempat ditolak mendarat oleh pemerintah Maroko untuk mengisi bahan bakar.
Akibat penolakan tersebut, pesawat terpaksa dialihkan ke Gran Canaria, Spanyol. Di sana, tim medis sempat menghadapi situasi darurat ketika sistem penyokong hidup (life support) pasien mengalami gangguan teknis, memaksa alat medis tersebut disambungkan sementara ke aliran listrik bandara sambil menunggu pesawat pengganti tiba.
Sifat Virus: Berbeda Jauh dengan COVID-19
Pemerintah Afrika Selatan mengonfirmasi bahwa strain yang menginfeksi para korban adalah strain Andes (Andean strain). Strain ini merupakan satu-satunya jenis Hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia, meski kasusnya sangat langka.
Berita Terkait
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
6 Fakta Penting Hantavirus, Virus Menular yang Mewabah di Kapal Pesiar Mewah
-
Bisakah Manusia Bertahan Hidup dari Hantavirus? Ini Gejala Fatalnya
-
Apakah Wabah Hantavirus Ada di Indonesia? Viral Tewaskan 3 Penumpang Kapal Pesiar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh
-
Tips Memilih Susu Berkualitas, Nutrisionis: Perhatikan Sumber dan Kandungannya
-
Pemulihan Optimal Setelah Operasi Dimulai dari Asupan Nutrisi yang Tepat
-
Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?
-
Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat
-
Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik
-
Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien
-
Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik
-
Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda
-
Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini