/
Selasa, 15 November 2022 | 10:24 WIB
Artis Uya Kuya dan kucingnya. (Instagram @king_uyakuya)

Suara Denpasar – Uya Kuya mengaku sudah ditawari gabung oleh 4 partai politik (parpol). Sejauh ini, dia belum menerima satu pun yang melamarnya. Seleb dengan penampilan nyentrik ini mengaku memiliki kriteria. PDIP dan PKS bisa tidak masuk.

Pernyataan ketertarikan Uya Kuya terjung ke gelanggang politik inni baru terjadi akhir-akhir ini. Kurang lebih sebulan belakangan. Ini setelah istrinya, Astrid Khairunisha malah menyorongnya terjun jadi politikus.

Hal ini diungkapkan Uya Kuya kepada Antonius Rovy, pengelola kanal Youtube Dapur Bincang Online, yang ditayangkan pada Sabtu (12/11/2022). Uya Kuya menyatakan bahwa dia sudah belasan tahun kerap mendapat tawaran untuk gabung ke parpol. Namun, dia selalu menolak lantaran tak mendapat izin dari sang istri.

Kini, sebulan lalu, sang istri tiba-tiba malah menanyakan mengapa Uya Kuya tidak berpolitik saja. Sebab, sang istri seperti ‘horny’ ketika Uya Kuya dalam podcast-nya bicara soal politik dan hukum. Astrid melihat Uya Kuya terlihat berkarisma bila mengundang narasumber dalam perbincangan soal politik dan hukum.

“Dia kayak horny lihat gua di talk show gua, Bro. Di podcast gua itu dia kayak justru kagum,” jelas Uya Kuya.

Rovy pun menanyakan partai politik seperti apa yang masuk dalam kriterianya. Apakah liberal, konservatif berbasis agama, atau apa. Uya Kuya menegaskan parpol yang menjadikan agama sebagai kedok dalam berpolitik tidak masuk dalam kriterianya.

“Nggak mau menjadikan kedok agama untuk bermain politik,” katanya.

“Yang liberal apa yang lebih birokratis?” tanya Rovy.

Yang pasti dia tidak mau yang birokratis. Meski tidak memberikan kriteria secara spesifik, dia juga masih enggan masuk ke partai atas atau yang berkuasa. Alasannya, ketika masuk ke partai berkuasa, mau tidak mau dia ikut bertanggung jawab atas kebijakan-kebijakan atau dari lingkungan pembuat kebijakan.

Baca Juga: Maju Pilgub Jabar, Kang Dedi Bisa Dihadang Iwan Bule

“Karena banyak kebijakan-kebijakan yang gua lihat di sini juga sekarang ngawur-ngawur sih, Bro,” katanya.

Ditanya apakah maksudnya lebih naksir partai yang lebih kecil, yang menjadi oposisi bagi pemerintah saat ini, Uya Kuya belum memutuskan. Yang pasti dia mengungkapkan bahwa 4 parpol yang meminangnya saat ini adalah partai besar dan tengah di Indonesia.

Akan tetapi, dengan kriteria ogah partai berbasis agama dan pemegang kekuasaan, secara tidak langsung PKS atau PDIP tidak masuk dalam kriteria Uya Kuya. Sebab, selama ini PKS dikenal sebagai salah satu partai yang berbasis agama, dan PDIP adalah partai penguasa saat ini. Apakah begitu? Tunggu saja. (*)

Load More