News / Internasional
Selasa, 26 Mei 2026 | 19:54 WIB
Asap membubung di Teheran, Iran duga dari serangan rudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [X/Vahid Online]
Baca 10 detik
  • Amerika Serikat melancarkan serangan militer di Iran selatan sebagai upaya pertahanan diri melindungi pasukan dari ancaman militer.
  • Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan negosiasi damai di Qatar sedang membahas detail dokumen awal kesepakatan.
  • Konflik di wilayah Iran dan Selat Hormuz mengancam jalur distribusi minyak global serta stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke wilayah Iran di tengah upaya negosiasi gencatan senjata.

Di saat bersamaan, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio justru menyebut peluang tercapainya kesepakatan damai semakin dekat.

Rubio mengatakan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung di Qatar masih terus berjalan.

Menurutnya, proses negosiasi kini memasuki tahap pembahasan detail dokumen awal.

“Ada banyak pembicaraan bolak-balik mengenai bahasa dalam dokumen awal, jadi mungkin membutuhkan beberapa hari lagi,” ujar Rubio dilansir dari Aljazeera.

Rubio menegaskan Presiden Amerika Serikat tetap menginginkan tercapainya kesepakatan dengan Iran.

Namun Rubio menekankan Washington hanya akan menerima perjanjian yang dianggap menguntungkan pihak AS.

US Secretary of State Marco Rubio [Officiel Instagram]

“Presiden ingin membuat kesepakatan. Dia akan mendapatkan kesepakatan yang baik atau tidak sama sekali,” katanya.

Di tengah proses diplomasi tersebut, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi telah menyerang sejumlah lokasi peluncur rudal dan kapal Iran di wilayah selatan negara itu.

Baca Juga: Review Jujur Almaz Fried Chicken Kediri: Ayam Goreng Arab dengan Rempah yang Nendang!

Juru bicara CENTCOM, Tim Hawkins, menyebut serangan dilakukan sebagai langkah pertahanan diri untuk melindungi pasukan Amerika dari ancaman militer Iran.

“Pasukan AS melakukan serangan pertahanan diri di Iran selatan untuk melindungi personel kami dari ancaman pasukan Iran,” kata Hawkins dalam pernyataan resmi.

Media pemerintah Iran melaporkan ledakan keras terdengar di sekitar Bandar Abbas pada Senin malam waktu setempat.

Namun hingga kini pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait detail serangan tersebut.

Meski begitu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim berhasil menembak jatuh drone MQ-9 Reaper milik Amerika Serikat yang disebut memasuki wilayah udara Iran.

IRGC juga menyatakan pihaknya melepaskan tembakan ke arah drone RQ-4 dan jet tempur F-35 yang dianggap melakukan pelanggaran wilayah udara.

Load More