/
Rabu, 16 November 2022 | 14:20 WIB
Ilustrasi penggunaan aplikasi MiChat (Istimewa)

Suara Denpasar - Aplikasi MiChat kembali digunakan untuk bisnis lendir. Bahkan, untuk kesekian kalinya memakan korban jiwa. Terbaru, seorang polisi yang berjaga untuk pengamanan G20 yang tewas karena melakukan cancel (pembatalan) terhadap cewek MiChat dan meminta uang kembali.

Diduga korban berinisial FNS (22) membatalkan bookingan karena Luh KDS di kenyataan dan pada foto yang terpampang di MiChat berbeda. Kejadian itu terjadi pada Rabu (16/11/2022) sekitar pukul 01.00 WITA di sebuah hotel di Denpasar. Lalu bagaimana cara kerja aplikasi MiChat?

Jauh sebelumnya, aplikasi MiChat memang dikaitkan dengan kasus prostitusi online. MiChat, dibaca "mai cet", adalah aplikasi pesan instan yang memiliki fitur untuk menemukan teman baru berdasarkan lokasi terdekat.

MiChat memiliki fitur "People Nearby" untuk menemukan pengguna lain aplikasi tersebut yang sedang berada tidak jauh dari lokasi pengguna.

Sama seperti aplikasi perpesanan instan lainnya, MiChat mendukung pesan dalam bentuk teks, foto dan video. Aplikasi ini juga dapat digunakan untuk kelompok mengobrol dengan anggota hingga 500 orang.

Aplikasi MiChat dikembangkan oleh MiChat PTE Limited, berdasarkan penelusuran, berbasis di Singapura. Aplikasi MiChat diunduh lebih dari 10 juta kali di Google Play Store.

Google Play Store memberi rating 3+ untuk aplikasi ini, sementara App Store memberi rating 17+ dengan alasan mengandung konten seksual tingkat ringan (infrequent/mild sexual content and nudity). (*)

Load More