Suara Denpqsar - Sidang gugatan cerai Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika terhadap Kang Dedi Mulyadi harus ditunda sementara.
Penundaan itu menurut Anne Ratna, dikarenakan ketidakhadiran Kang Dedi Mulyadi pada sidang gugatan cerai tersebut di Pengadilan Agama Purwakarta.
Ketidakhadiran Kang Dedi itu sebetulnya sudah diketahui oleh pihak Pengadilan Agama Kabupaten Purwakarta karena Kang Dedi Mulyadi telah mengirimkan surat pemberitahuan. Hal itu disampaikan oleh Anne Ratna Mustika saat memberikan keterangan
"Hari ini sidang ditunda karena tergugat dan kuasa hukumnya tidak hadir beralasan pengacara ini dua-duanya punya agenda sidang di tempat lain, mereka sudah berkirim surat ke pihak pengadilan," kata Anne Ratna Mustika, dikutip suaradenpasar.com dari jaringan suara.com, Rabu (23/11/22).
Lanjutan sidang cerai tersebut, menurut Anne Ratna, harus ditunda minggu depan karena Kang Dedi yang selalu mangkrak, maka dari itu istri dari Dedi Mulyadi tersebut meminta ketegasan hakim.
"Akhirnya Majelis Hakim menunda sampai minggu depan tadi saya meminta bahwa harus ada ketegasan kaitan dengan komitmen jadi jangan sampai sekarang tidak datang apa nih konsekuensinya gitu kan, apakah kemudian kalo tidak datang mereka melewatkan kesempatan yang sudah diagendakan," pungkas Anne Ratna.
Sementara, Dedi Mulyadi melalui youtubenya menjelaskan ketidakhadirannya pada sidang gugatan cerai tersebut lantaran lebih fokus mengurus bencana gempa di Cianjur.
"Hari ini ada sidang juga, gugatan cerai dari istri saya di Pengadilan Agama Purwakarta, tetapi dari sisi aspek kuasa karena sudah masuk masa persidangan maka saya hari ini fokus untuk urusin bencana, urusin masyarakat, ini adalah hal yang sangat mendasar dan mendesak yang perlu saya lakukan," kata Kang Dedi Mulyadi dikutip suaradenpasar.com dari youtube Kang Dedi Mulyadi, Rabu, (21/11/2022).
"Ini aspek kemanusiaan yang memang penting, dan kabupaten Cianjur merupakan kabupaten kelahiran istri saya (Anne Ratna Mustika) dan tanah leluhur dari Nyi Hiyang Ayu," sambungnya.
Baca Juga: Shin Tae-yong Terbang ke Inggris Temui Elkan Baggott agar Perkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022
Sebelum sampai ke lokasi pengungsian, Kang Dedi Mulyadi terlihat membeli bahan makan dan nasi bungkus siap saji yang dimuatnya pakai mobil pick up untuk diberikan kepada korban gempa di kabupaten Cianjur.
Karena jalur menuju lokasi pengungsian tidak bisa dilewati mobil akibat runtuhan bangunan, akhirnya Kang Dedi memakai motor untuk membawa bahan-bahan makan tersebut ke lokasi.
Setibanya di lokasi, Kang Dedi Mulyadi langsung membagikan nasi bungkus itu kepada korban gempa di tenda pengungsian.
"Ayo Pak, Buk ini makan. Ayo makan," kata Kang Dedi kepada korban gempa di tenda pengungsian itu.
Para korban gempa Cianjur itu sangat bersyukur menerima nasi bungkus pemberian Kang Dedi. Bahkan terlihat sampai mencium tangan Kang Dedi Mulyadi.
Untuk diketahui Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diguncang Gempa pada Senin, 21 November 2022 lalu. Sampai saat ini terus mengalami gempa susulan.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Ketum PB IPSI Terpilih, Erick Thohir Siap Kawal Pencak Silat Mendunia
-
Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat
-
Viral Kunjungan Komisaris Pusri di Padang, Rombongan Arteria Dahlan Foto di Tikungan Ekstrem
-
Amarah Warga Serbu Diduga Rumah Bandar Narkoba Berujung Kapolsek Panipahan Dicopot
-
'Pak Minta Nama!', Cerita Haru Nenek di Istana hingga Prabowo Usulkan Nama Adi Dharma
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
Sinopsis Film Mudborn: Kisah Boneka Tanah Liat Pembawa Petaka, Tayang di Netflix
-
Puji Kontribusi Masif Warga Jateng, Pramono Anung: Pilar Penting Jakarta Menuju Kota Global!
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Pendidikan Asrama Gratis: Siswa Makan 3 Kali Sehari, Punya Tempat Tidur hingga Tumbler