Suara Denpasar – Akhirnya ketahuan. Sudah kadung menjelekkan suami sendiri, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika harus mengetahui kenyataan bahwa utang dana bagi hasil (DBH) untuk desa pada era Dedi Mulyadi sebagai bupati Purwakarta, ternyata malah demi Ambu Anne Ratna sendiri. Kok bisa?
Hal itu diungkap Kang Dedi Mulyadi setelah dia mendapat serangan dari Ambu Anne, istrinya sendiri. Sebelumnya Ambu Anne saat pidato dalam Gempungan di Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani, Purwakarta, Selasa (22/11/2022), menyebut bbupati terdahulu meninggalkan utang DBH sebesar Rp28 miliar.
Utang DBH itu harus dibayar pada pemerintahan selanjutnya, yakni Bupati Anne Ratna Mustika. Bahkan, dia seperti menyindir Kang Dedi, kalau menjadi bupati itu yang bagus. Jangan hanya pencitraan saja.
Setelah serangan tersebut, Kang Dedi pun angkat bicara. Dia bersama Sekda Purwakarta Norman Nugraha; Ketua DPRD Purwakarta, H. Ahmad Sanusi; dan Wabup Purwakarta, H. Aming, memberi klarifikasi.
Dalam klarifikasi ini justru terungkap bahwa yang menuai berkah dari utang DBH desa yang dilakukan pada era Dedi Mulyadi adalah Ambu Anne sendiri. Sebagai istri Dedi Mulyadi, Anne Ratna ketiban berkah karena dengan utang DBH desa, terdapat citra baik dari pemerintahan Dedi Mulyadi. Ujungnya adalah Ambu Anne, istri Dedi Mulyadi bisa memenangi Pilkada Purwakarta 2018.
Ceritanya begini. Kata Dedi Mulyadi, pada 2017 adalah tahun terakhir dirinya menjadi Bupati Purwakarta. Sebab, masa jabatan Kang Dedi Mulyadi akan berakhir Maret 2018. Bahkan, Februari 2018 dia harus lebih dulu meletakkan jabatan karena menjadi calon wakil gubernur Jawa Barat.
Awalnya, sebagai Plt Bupati Purwakarta pada Februari 2018 adalah Dadan Koswara (wabup Purwakarta saat itu). Kemudian, Dadan Koswara pun harus meletakkan jabatannya pada Maret 2018, kemudian Kabupaten Purwakarta dipimpin Pjs Bupati, M. Taufiq Budi Santoso.
"Tahun 2017 adalah tahun terakhir saya memimpin. Dan saya tahu di 2018 kepemimpinanya dijabat oleh penjabat sementara (Pjs bupati) dan biasanya pada tahun itu uang tidak digunakan secara optimal," kata Kang Dedi dalam tayangan Youtube, Kang Dedi Mulyadi Channel, Kamis (1/12/2022).
Berkaca terhadap hal tersebut, Dedi Mulyadi mengambil keputusan untuk menggenjot pembangunan di Purwakarta di akhir pemerintahannya. Alhasil, Kang Dedi membutuhkan banyak anggaran untuk membiayai program-programnya.
"Waktu itu saya menggenjot pembangunan di Purwakarta. Infrastrukturnya didorong agar saat saya selesai jadi bupati tidak lagi punya utang pembangunan," kata dia.
Pembangunan itu adalah infrastruktur jalan, bangunan semua tertata dengan baik. Hasil pembangunan itu tentunya akan dinikmati publik. Akan tetapi, dia tak memungkiri, upayanya menggenjot pembangunan ini meninggalkan utang, salah satunya utang dana bagi hasil (DBH) desa.
Walau begitu, Kang Dedi menghitung, dari segi kalkulasi ekonomi, negara diuntungkan karena pembangunan yang dilakukan pada tahun itu mengikuti harga bahan bangunan pada tahun itu juga, sedangkan dibayar pada tahun berikutnya.
"Kalau pembangunan infrastruktur digeser tahun berikutnya harganya sudah beda," kata dia.
Ujung dari pembangunan yang dia lakukan hingga harus berutang DBH desa, adalah melahirkan citra publik bahwa Kang Dedi Mulyadi berhasil membangun Purwakarta. Kemudian, yang dapat berkahnya dari citra baik Kang Dedi dalam membangun Purwakarta adalah pasangan calon bupati dan wakil bupati yang diusungnya. Tentu saja Anne Ratna Mustika dan H. Aming.
“Karena Kang Dedi berhasil membangun Purwakarta, publik ingin pembangunannya berkesinambungan, akhirnya pilihan politiknya jatuhnya pada Pak Wabup (H. Aming), terpilih menjadi wakil bupati. Ya tentunya punya pasangan. Pasangannya dengan Ambu Anne Ratna Mustika,” papar Kang Dedi.
Berita Terkait
-
Kang Dedi Kesal! Lukisan Tokoh Besar NU Ditaruh Sembarangan, Sindir Ambu Anne Ratna? Kader NU Kok Gak Ngerti Sejarah
-
Kang Dedi Ketakutan Masuk Salah Satu Ruangan di Gedung Kembar, Ada Kenangan Manis Bersama Ambu Anne Ratna?
-
Dedi Mulyadi Ingin Fokus 3 Hal Penting Ini, Abaikan Dulu Urusan Sengketa Rumah Tangga
-
Penghasilan dari Youtube Capai Miliaran, Kang Dedi Ungkap untuk Apa Saja, Tapi Bukan untuk Ambu Anne
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung