Suara Denpasar- Seolah menjadi aksi balasan atau serangan balik kini dilakukan oleh Dedi Mulyadi terkait dengan model rapat pemerintahan.
Meski tidak secara gamblang menyebut jika itu adalah istrinya yang menjabat Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, namun Kang Dedi Mulyadi menyinggung soal DBH atau dana bagi hasil di desa.
Soal DBH ini sebelumnya pertama kali dilontarkan oleh Anne Ratna dalam sebuah pertemuan dengan masyarakat.
Dalam pertemuan itu terlihat seperti dalam banyak video yang beredar jika era bupati sebelum Anne Ratna masih meninggalkan utang Rp28 miliar.
Tudingan ini sebelumnya sudah dijawab oleh Dedi Mulyadi jika angka Rp28 miliar bukan utang dia secara pribadi, tapi utang pemerinath daerah.
Kabar tersebut sempat ramai jadi perbincangan di ranah media sosial, kini terbaru Kang Dedi Mulyadi seolah sedang melancarkan serangan balik.
Serangan keras ini dilontarkan Kang Dedi Mulyadi soal model rapat kerja pemerintahan yang banyak menggunakan hotel dibanding gedung sendiri yang harus dibayar pakai anggaran atau uang negara.
Padahal sudah memiliki gedung khusus yang dianggap representatif jika dipakai rapat pemerintahan.
"Sudah punya balai Yudistira, gedung representatif untuk tujuannya agar kalau ada kegiatan pemerintahan itu punya gedung yang baik, tidak keluar lagi duit, sekarang banyak kegiatan dilaksanakan di gedung di hotel keluarin lagi duit, keluar lagi duit, puluhan, jutan ratusan juta rupiah, padahal kalau dikumpulin disatuin dipakai bayar DBH lunas," ungkap Kang Dedi Mulyadi di akun youtube KDM Channel, dikutip pada Minggu (4/12).
Dia kemdian kembali menyinggung soal utang DBH senilai Rp28 miliar yang kini menjadi tanggungan Pemkab Purwakarta.
"Daripada duit tercecar dipakai sewa gedung perjalanan dinas, ongkos kantor, studi banding, alat tulis kantor, segala rupa kalau dikumpulin jadi satu bayar DBH lunas," imbuh Kang Dedi Mulyadi sembari tertawa kepada rekannya.
Dalam unggahan itu Kang Dedi Mulyadi menyinggung soal pemimpin yang disebutnya banyak dikendalikan oleh staf.
"Kalau jadi pemimpin harus inovatif, harus banyak pikiran-pikiran baru, kalau pemimpin pemikirannya sama dengan masyarakat jangan jadi pemimpin, karena pemimpn itu beda, atau pemimpin nungguin pendapat staf, jangan jadi pemimpin," sindir Kang Dedi Mulyadi.
Kang Dedi Mulyadi dan Anne Ratna kini sedang dalam gugatan perkara perceraian di Pengadilan Agama Purwakarta.
Keduanya kerap kali saling sindir melalui akun youtube masing-masing. ***
Berita Terkait
-
Setelah Kang Dedi Mulyadi Diusir Ambu Anne, Ini Sosok Berkuasa di Purwakarta yang Tempati Gedung Kembar
-
Dedi Mulyadi Sindir Keras Anne Ratna Mustika? 'Lebih Hebat Tukang Bakso, Pemimpin Dikendalikan Staf'
-
Kang Dedi Mulyadi Kagum Dua Bocah Ini, Masih Kecil Sudah Rajin Lakukan Aktivitas seperti Orang Dewasa
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Menaker Sambangi PT Bukit Asam, Tegaskan Pentingnya SDM Unggul dan Keselamatan Kerja
-
Semen Baturaja Buka Suara soal Penetapan Tersangka oleh Kejati Sumsel, Tegaskan Komitmen GCG
-
Prihatin atas Pengunduran Diri Uskup Bogor, Umat Katolik Gelar Aksi di Kedutaan Vatikan
-
Kansas City Diserbu 650 Ribu Fans Piala Dunia 2026, Pemkot Gratiskan Alat Transportasi Publik
-
Mencekam! 9 Fakta Bus Terjun ke Sungai di Tanggamus Saat Lewati Jembatan Gantung
-
Pemprov Sumbar Bongkar Bangunan Langgar RTRW di Batang Anai, Eksekusi Mulai 16 Februari
-
7 Fakta Mengejutkan Penangkapan Dua Oknum TNI di Babel, Diduga Terlibat Pengiriman Timah
-
Kronologi Penerima Becak Listrik Bantuan Presiden Prabowo Tewas Usai Tabrakan di Pacitan
-
BWF Ubah Format Indonesia Open Jadi 11 Hari, PBSI: Kesempatan Emas untuk Pebulu Tangkis
-
Lantai Licin di Rumah, Ancaman Diam-Diam bagi Keselamatan Anak