Suara Denpasar - Dedi Mulyadi mengulas sepak terjang sosok M yang telah lama menaruh dendam padanya. Kang Dedi juga mengatakan sosok M adalah yang saat ini sering mendampingi Anne Ratna Mustika, istrinya itu.
Sosok tersebut, kata Kang Dedi Mulyadi kini justeru sangat dekat dengan Anne, bahkan kerap mendampingi Anne ke guru spiritual.
"Nah di antara yang sering mendampingi Anne berinisial M yang dulu sangat anti pada saya. Dan sekarang sangat dekat dengan Ambu dan sering ngajak Ambu ke guru spiritual dan itu bukan tradisi kami," ucap Kang Dedi Mulyadi dikutip Suara Denpasar dari Suara Badung, Rabu, (7/12/2022).
Menurut Dedi Mulyadi, ada 2 lingkungan yang dekat dengan Anne. Pertama, di lingkungan birokrasi yang dipastikan akan meninggalkan Anne ketika selesai menjabat pada September 2023.
Dan yang kedua adalah pihak eksternal birokrasi. Orang tersebut, menurut Kang Dedi, dia 3 kali gagal menjadi tim sukses pilkada dan kini tiba-tiba masuk ke lingkaran terdekat Anne.
"Gagal dalam timses pertama, gagal timses kedua dan gagal dalam timses ketiga ketika berhadapan dengan Ambu Anne dan Haji Aming sebagai calon," ungakapnya.
"Dia punya dendam politik kepada saya karena selalu gagal dalam pilkada Purwakarta. Nah sekarang ia dalam lingkaran," ujar mantan Bupati Purwakarta itu.
Kang Dedi menilai masuknya orang tersebut ke dalam lingkaran dekat Anne hanya memanfaatkan Anne untuk melampiaskan dendamnya pada Kang Dedi.
"Itu harus hati-hati, karena bagaimana pun saya adalah ayah dari Yudistira dan Nyi Hyang. Suami ada mantannya tapi anak gak ada mantannya," jelas Dedi mulyadi.
Baca Juga: Ibu Reino Barack Marah ke Syahrini? Akibat Pamerkan Kamar Mandi Mertua: Melanggar Privasi
Selain itu, Kang Dedi Mulyadi mengingatkan istrinya itu agar selalu hati-hati dalam berpolitik.
"Dan saya pesan kepada Ambu, namanya kekuasaan ada akhirnya. Nanti bulan September mereka pergi dan mereka akan mencari alternatif figur baru dan bisa jadi malah lawan Ambu," tambahnya.
"Hati-hati dalam politik," pesan Dedi Mulyadi kepada Anne Ratna Mustika yang saat ini menjadi Bupati Purwakarta. (Rizal/*)
Berita Terkait
-
Tuh Kan, Kang Dedi Mulyadi Mulai Beri Peringatan ke Anne Ratna, Harus Hati-hati
-
Diprotes Masalah Tenda Pengungsian, Kang Dedi Mulyadi Beri Respon Bikin Haru: Ya Kalau Gak Dikirim...
-
Terbaru Sidang Gugatan Cerai Anne Ratna, Kang Dedi Mulyadi Mulai Bongkar Semua
-
Makjleb! Kades Ini Skak Bupati Purwakarta Anne Ratna soal Kang Dedi Mulyadi Pencitraan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Bidan di Belitang Tak Sangka Menang Mobil dari Undian Bank Sumsel Babel
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Lawan Minyak Berlebih, Ini 4 Face Wash Charcoal Terbaik untuk Pria
-
Ironi LCGC: Penjualan Anjlok 29 Persen di Kuartal Pertama 2026, Daya Tarik Mulai Memudar?
-
Dividen BBRI Rp52,1 Triliun Segera Cair untuk Pemegang Saham, Ini Tanggal Pentingnya
-
Curhat Soal Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia, Pelatih Bali United Menyesal
-
5 Rekomendasi Moisturizer dari Brand Lokal untuk Mencerahkan Kulit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
Berbatasan dengan Malaysia, Narkoba di Riau Didominasi dari Negara Tetangga
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana