Suara Denpasar – Mantan Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi menelanjangi kebijakan anggaran Pemda Purwakarta di bawah kepemipinan Anne Ratna Mustika. Terkuak bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Purwakarta terus naik, namun anggaran pembangunan malah turun. Bahkan tidak bisa bayar utang dana bagi hasil (DBH) untuk desa era Dedi Mulyadi.
Hal itu terungkap saat Kang Dedi Mulyadi berbincang dengan Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi dan Kepala BKAD Purwakarta, R. Muchamad Nurcahja di Ruang Kantor DPRD Purwakarta. Perbincangan mereka itu ditayangkan di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Kang Dedi kembali menyinggung berapa utang DBH pada era dia menjadi bupati Purwakarta hingga diwariskan kepada Bupati Anne Ratna. Nurcahja pun menjelaskan bahwa utang DBH era Dedi Mulyadi sebesar Rp48 miliar. Rinciannya pada 2016 Rp24 miliar, dan pada 2017 Rp24 miliar.
Pada 2019, utang DBH itu sudah dibayar Rp24 miliar untuk utag DBH 2017. Sedangkan utang DBH 2016 sudah dianggarkan pembayarannya pada APBD 2020. Namun keburu wabah Covid-19, sehingga terjadi refocusing, dan baru terbayar Rp3 miliar.
“Total Rp27,7 miliar,” kata Nurcahja.
Dengan demikian, kata Nurcahja, utang DBH untuk desa yang belum terbayar adalah Rp19,7 miliar. Akan tetapi pada APBD 2021 tidak bisa dianggarkan karena masih Covid-19. Kemudian pada APBD 2022 dan 2023 juga tidak bisa dianggarkan karena fokus pemulihan ekonomi dan ketertinggalan infrastruktur selama tahun.
Nah, dari sana, Kang Dedi Mulyadi pun mulai menyelidik kebijakan anggaran era Bupati Anne Ratna, istrinya yang menggugat cerai ke Pengadilan Purwakarta. Dia menanyakan berapa anggaran infrastruktur pada 2023. Saat itu Nurcahja menyebut hapir Rp300 miliar. Selain untuk infrasktur jalan, gedung bangunan pemerintah, juga irigasi dan lainnya.
“Kalau di PU Bina Marga sekitar Rp150 miliar,” aku dia.
Kang Dedi pun menyatakan, kalau anggaran infrastruktur hanya Rp300 miliar, titu jauh tertinggal dibanding ketika Kang Dedi Mulyadi jadi bupati Purwakarta. Sebab, saat Kang Dedi memimpin Purwakarta, anggaran infrastruktur mencapai Rp600 miliar.
Baca Juga: Kang Dedi Mulyadi Gelisah Kelakuan Ambu Anne Kini Sering ke Dukun: 'Itu Bukan Tradisi Kami'
“Kalau dibanding dulu, jauh tertinggal,” katanya.
Dengan anggaran infarstruktur yang besar, Kang Dedi bisa membangun taman, air mancur terbesar di Asia Tenggara, pembangunan jalan, sekolah-sekolah dan lainnya.
Bahkan, saat Bupati Purwakarta dipegang Kang Dedi Mulyadi, khusus untuk infrastruktur jalan antara Rp250 miliar sampai Rp300 miliar.
Saat Kang Dedi menjelaskan itu, Ketua DPRD Purwakarta, Ahmad Sanusi menyela. Dia menyatakan, sebetulnya anggaran infrastruktur jalan hanya sekitar Rp46 miliar. Rinciannya, peningkatan jalan cuma Rp25 miliar, dan pemeliharaan jalan Rp21 miliar.
“Jadi kecil?” tanya Kang Dedi.
“Ya kecil,” jawab Sanusi.
Berita Terkait
-
Ambu Anne Siap-Siap Saja, Kang Dedi Akan Ungkap Uang Miliaran Biaya Kampanye Jadi Bupati di Depan Hakim
-
Hati-hati! Dedi Mulyadi Kantongi Identitas Penyebar Video Viral Anne Ratna Mustika: Pelanggaran UU ITE
-
Sedih! Dedi Mulyadi Bandingkan Nasib Dirinya dengan Ryan Dono: Masuk ke Ruang Pengadilan Agama Itu Jauh Lebih Menyakitkan
-
Dedi Mulyadi Ungkap Cerita Cinta yang Kandas, Warga: Jangan Buang Waktu, Kalau Ada yang Pasti Kenapa Harus Menunggu
-
Dedi Mulyadi Beri Tanggapan Perihal Uang Pemberiannya Kepada Ambu Anne: Kalau untuk Ditabung Bukan Kategori Nafkah...
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Molor Setahun! Proyek SDN Cipete Utara 01 Paksa Orang Tua Korbankan Jam Kerja Demi Anak
-
Misteri 2 Jasad Anonim di Lampung Selatan, Ini Ciri-cirinya
-
Di Mana Tempat Beli Parfum YSL Ori? Ini 5 Toko Tepercaya dan Variannya yang Paling Wangi
-
Dari Penumpang Biasa Jadi Bagian Perubahan: Cerita Kecil Selamatkan Bumi Lewat KRL
-
Proyek 10 Kampus URI: Solusi Cetak Birokrat atau Pemborosan Dana APBN?
-
6 Saham Masuk Rekomendasi di Tengah Penurunan Tensi Perang, Ada Emiten BIPI
-
Penjaga Sekolah di Bintan Peras Uang Jajan Siswa SD Selama 3 Tahun Demi Main Judi Online
-
PSIS Kunci Raffinha, Mahesa Jenar Perkuat Misi Kembali ke Super League
-
Cashlez Kantongi Dana Rp237,2 Miliar dari Rights Issue, Siap Perluas Ekosistem Pembayaran Digital
-
Kobaran Api Kepung Hutan Gunung Jati