Suara Denpasar – Warganet semprot admin yang kelola akun Instagram Dedi Mulyadi karena ini, netizen sarankan poligami?
Kasus perceraian yang dialami mantan bupati Purwakarta dan istrinya masih terus berlanjut, hingga merembet ke urusan sensitif.
Salah satunya masalah tentang kepergian ambu Anne, yang kini telah berubah nama panggilan, hingga ke urusan hak asuh anak.
Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa Anne Ratna Mustika yang kini dipanggil mbu itu, pernah pergi umrah tanpa meminta izin darinya.
Pada kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi mengatakan bahwa mediasi masalah hak pengasuhan anak telah tuntas tanpa pembatasan.
Dedi Mulyadi mengaku lega dengan hasil mediasi tentang pengasuhan, mengingat kedekatannya dengan mereka.
Terutama dengan Hyang Sukma Ayu, yang masih sangat kecil untuk memahami apa yang terjadi kepada kedua orangtuanya.
Masih dalam suasana patah hati, Dedi Mulyadi kerap mengunggah foto-foto dirinya dengan keterangan menggugah.
Tak sering ia juga mengungkapkan isi hatinya, yang entah murni tulisan dari Dedi Mulyadi sendiri atau ada admin yang mengelolanya.
Baca Juga: Hasil Final BWF, Ginting dan The Daddies Harus Puas Sebagai Runner Up
Yang pasti, pada unggahan terakhir urang Sunda yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI itu mengandung isyarat poligami melalui falsafah sebuah teko.
Tapi pada akhir kalimat, lagi-lagi Dedi Mulyadi menuliskan kata-kata yang dianggap melemahkan oleh warganet yang mencintainya.
Hal itu mengakibatkan warganet turut turun tangan, agar admin ataupun Dedi Mulyadi tidak mengunggah hal-hal yang dianggap melemahkan.
“Buat admin Dedi Mulyadi, ulah (jangan) bikin caption yang melow dan galowlah, jadinya bapak kelihatan lemah,” tulis @myiwank.
“Mending bikin caption yang semangat jadinya bapak kuat, tegar dan strong, bukan begitu?!” tulisnya lagi.
Tapi dua orang warganet yang juga mencintai mantan bupatinya itu memberi jawaban lain, dari yang diutarakan @myiwank di kolom komentar Ig @dedimulyadi71.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring