Suara Denpasar - Ternyata, kepintaran manusia tidak ada batasnya, ustadz Adi Hidayat bocorkan rahasia menggalinya.
Kepintaran sesungguhnya merupakan fitrah, karena Allah SWT telah memberikan akal bagi manusia untuk berfikir.
Dengan akal yang Allah SWT berikan, semua manusia yang ada di muka bumi memiliki potensi untuk menjadi pintar.
Asalkan mau berusaha dan bekerja keras, maka manusia akan mendapatkan kepintaran sesuai dengan apa yang diupayakannya.
Tapi, apa itu pintar atau kepintaran menurut Islam yang dipaparkan ustadz Adi Hidayat melalui Facebook Ustadz Adi Hidayat?
”Semakin tinggi anda meningkatkan taqwa, semakin pintar anda, dan kepintarannya tidak ada batasnya,” ungkap ustadz Adi Hidayat.
Ustadz Adi Hidayat membagi kepintaran kepada dua bagian, pertama adalah kepintaran sejati dan yang kedua adalah kepintaran ikhtiari.
Kepintaran ikhtiari adalah kepintaran yang diupayakan, merupakan aktivitas yang sudah sangat familiar dengan kehidupan kita saat ini.
Kepintaran ikhtiari yaitu belajar dengan pergi ke sekolah, les, diskusi dan hal-hal sejenisnya untuk mengasah kemampuan akal manusia.
Baca Juga: Mengenal Al Rihla dan Al Hilm, Dua Bola Resmi Piala Dunia 2022
Saat ini, tak jarang manusia rela untuk meluangkan waktu dan biaya besar, demi mendapatkan ilmu untuk kepintaran.
“Pintar yang ikhtiari itu ranahnya akal, itu yang anda belajar, baca, diskusi, latihan, hitungan,” ungkapnya lagi.
Tapi apa yang seharusnya mendorong manusia untuk belajar, hingga menjadi pintar secara akal, mental dan spiritual?
Ustadz Adi Hidayat mengatakan bahwa semua itu harus bersumber dari kalbu masing-masing individu manusia.
Oleh karenanya, manusia dianjurkan untuk selalu membersihkan kalbunya dari segala macam kotoran dengan kegiatan ibadah ritual.
Kegiatan ibadah itu seperti shalat dan membaca Al-Qur’an. Dengan terbukanya keadaan hati, maka ilmu akan masuk dengan sendirinya.
Karena, Allah SWT memasukkan kepintaran ke dalam akal manusia yang hatinya bersih, yang dinamakan dengan Milladunna Ilma.
Dan kesemuanya, akan datang dengan takwa, sehingga manusia yang pintar secara akal, sekaligus akan pintar secara mental dan spiritual. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Desil Mendadak Melonjak, Warga Jogja Terancam Kehilangan Bansos
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Peneliti Kembangkan AI untuk Bantu Prediksi Siklon Tropis Lebih Akurat, Seberapa Efektif?
-
Resmi Diluncurkan di Taiwan, BRImo Jadi Andalan BRI Layani Kebutuhan Finansial Diaspora Indonesia
-
Lukisan Mirip Seskab Teddy di Pintu KRL Bikin Publik Spekulasi Liar: Bakal Bacapres 2029?
-
Berasa Liburan ke Italia! Review Novel ROMA: Con Amore Karya Robin Wijaya
-
Hari Ini Terakhir! Dapatkan Promo Diskon Jam Tangan Spesial dari BRI
-
Forum Rakyat Pati Desak DPR Kawal RUU Perampasan Aset dan Ketegasan Aparat
-
Mantan Artis Cilik Raquel Lee Gugat Disney atas Dugaan Pelecehan Seksual di Studio
-
BRImo Taiwan Hadir, BRI Dorong Inklusi Keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia
-
Bupati Gowa Copot 16 Pejabat, Langkah Berani atau Blunder? Ini Respons BKN
-
BRI Perkuat Koneksi Finansial Indonesia-Taiwan melalui BRImo Taiwan