Suara Denpasar - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong menanggapi wacana Piala AFF 2022 tanpa dihadiri penonton.
Piala AFF 2022 akan digelar mulai 20 Desember mendatang, Timnas Indonesia akan berkandang di Stadion Gelora Bung Karno (GBK).
Shin Tae-yong nampaknya cukup khawatir dengan kabar Piala AFF 2022 belum mendapat izin untuk bisa dihadiri penonton pasca tragedi kemanusiaan di stadion Kanjuruhan.
“Saya memang mendengar ada kabar-kabar tidak baik tidak baik bahwa belum ada izin untuk penonton bisa masuk atau tidaknya itu,” kata Shin Tae-yong, dikutip dari akun Instagram @pssi, Kamis (15/12/2022).
Namun ia tampak sedikit keberatan apabila pertandingan kandang Timnas Indonesia di Piala AFF nanti tak bisa dihadiri penonton, lantaran menurutnya ini bukan pertandingan liga.
Meski memahami pihak kepolisian kesulitan untuk mengambil keputusan pasca tragedi stadion Kanjuruhan, Shin Tae-yong pun tetap meminta pengertian.
“Jadi memang dengan adanya tragedi di Kanjuruhan memang dari pihak polisi pun pasti kesulitan untuk ambil keputusan,” katanya.
“Tetapi saya memohon pengertiannya karena ini pertandingan internasional bukan pertandingan liga,” ucapnya.
Dengan adanya penonton Shin Tae-yong mengatakan dirinya dan para pemain pasti akan lebih termotivasi lagi.
Baca Juga: Berhadapan dengan Prancis, Langkah Maroko ke Babak Empat Besar Justru Harus Tumbang 0-2
“Dengan memberikan izin dari pihak polisi untuk penonton bisa masuk pasti saya turut senang dan berharap mendapatkan izin itu, agar dari pihak kita (Timnas) juga bisa memberikan hasil yang terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Shin Tae-yong menargetkan timnya juara di kompetisi Piala AFF 2022 yang mulai digelar pada 20 Desember 2022 hingga 16 januari 2023. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026