Suara Denpasar - Surabaya merupakan ibu kota Provinsi Jawa Timur. Nama kota terbesar di Jawa Timur ini merupakan singkatan dari Sura dan Baya.
Dalam banyak cerita, konon asal usul nama kota Surabaya berasal dari perseteruan Sura (hiu) dan Baya (Buaya).
Dalam cerita rakyat yang beredar dikisahkan bahwa Sura dan Baya berkelahi untuk berebut mangsa.
Keduanya digambarkan sebagai binatang yang cerdas, rakus, cerdik, dan sama-sama kuat.
Perseteruan keduanya tak pernah tuntas. Artinya taka da yang kalah dan menang.
Hingga akhirnya keduanya membuat perjanjian, Baya hanya boleh memangsa di sungai dan Sura di lautan.
Akan tetapi, Sura melanggar perjanjian itu dengan memangsa di sungai. Aksinya ketahuan oleh Baya dan memicu amarahnya.
Keduanya bertarung mati-matian. Pertarungan itu mengesankan warga sekitar dan mengabadikan nama keduanya menjadi nama kota Surabaya.
Bahkan lambang kota ini hingga saat ini adalah Buaya dan Hiu yang saling menggigit satu sama lain. Lambang itu menceritakan bagaiaman pertarungan sengit kedua binatang.
Baca Juga: Sebelumnya Kerja dengan Tyas Mirasih, Ini Pengakuan Salim Sopir Pribadi Raffi Ahmad
Versi lainnya yang dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya, Istilah Surabaya terdiri dari kata sura (berani) dan baya (bahaya).
Dua kata itu mewakili sejarah Surabaya sebagai kota pahlawan. Dua kata itu dimaknai sebagai berani menghadapi bahaya yang datang.
Jadi, nilai kepahlawanan tersebut salah satunya mewujud dalam peristiwa pertempuran antara Raden Wijaya dan Pasukan Mongol pimpinan Kubilai Khan di tahun 1293.
Begitu bersejarahnya pertempuran tersebut hingga tanggalnya diabadikan menjadi tanggal berdirinya Kota Surabaya hingga saat ini, yaitu 31 Mei.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga