Suara Denpasar – Selain Lionel Messi, Lionel Scaloni juga memainkan peran yang sangat penting dalam perjalanan Argentina merengkuh gelar juara Piala Dunia 2022 Qatar.
Messi meraih gelar Golden Ball turnamen empat tahunan ini dan mencetak dua gol di laga final kontra Prancis.
Penyerang Paris Saint-Germain itu juga sukses menjalankan tugasnya sebagai eksekutor dalam adu tendangan penalti.
Performanya yang sangat spektakuler di laga final itu seolah menasbihkannya sebagai pemain terbaik sepanjang masa.
Bisa dibilang pemain bernomor punggung 10 itu mengerahkan segala kemampuannya untuk membawa Argentina menggondol trofi Piala Dunia ketiga mereka sepanjang sejarah.
Namun peran sang pelatih pun tak bisa ditepikan begitu saja mengingat perjuangan Lionel Scaloni melatih timnas juga sangat berat.
Hubungan antara dua Lionel tersebut sangat penting dalam meraih kesuksesan dan setelah laga puncak, Scaloni membeberkan percakapan rahasia antara dirinya dari La Pulga.
“Saya akan mengutarakan sebuah cerita tentang percakapan kami di San Juan setelah bermain imbang 0-0 kontra Brazil.
“Saya merasa bahwa apa yang akan dihadapi di depan pasti akan sangat sulit dan bisa saja mendapatkan kekecewaan yang sangat berat,” ucap eks pemain Deportivo La Coruna itu.
Baca Juga: Ketum PDIP Megawati Masuk 5 Besar Survei SMRC, Tapi Masih Kalah Jauh dari Kadernya Ganjar Pranowo
Namun Scaloni cukup percaya diri ketika membicarakan hal tersebut dengan Messi dan sang mega bintang pun merasa optimistis dengan perjalanan Argentina.
“Jadi, sebelum Dia kembali ke Paris, Saya berbicara dengannya. Saya membicarakan hal tersebut dengannya dan Dia mengatakan ‘Kami akan terus berjuang karena mungkin saja akan berjalan dengan baik dan jika tidak, setidaknya kami telah mencoba.
“Percakapan itu membuat Saya percaya diri dan semangat,” ucap pelatih berusia 44 tahun itu.
Messi berkata sebelum laga final kontra Prancis bahwa laga tersebut akan menjadi pertandingan terakhirnya di Piala Dunia dan Scaloni turut menyinggung hal tersebut.
“Saya rasa Kami harus memberikan tempat baginya untuk Piala Dunia selanjutnya. Pada edisi 2026, Dia masih memiliki kesempatan, jika Dia ingin terus bermain.
“Saya pikir Dia berhak menentukan karirnya sendiri, dan Dia tidak perlu lagi membuktikan apapun untuk tim nasional Argentina,” tutur eks bak kanan Lazio itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Jelajah Kuliner Unik di Come See Mie Fest 2026: Kartu yang Bisa Dimakan hingga Mi Earl Grey
-
Terduga Pencuri di Aceh Besar Putus Tangan Usai Duel dengan Pemilik Rumah
-
Maraknya Buzzer Pemburu Receh: Antara Miskin Ekonomi dan Miskin Harga Diri
-
Gempa Magnitudo 6,7 Guncang Sulteng, Sejumlah Bangunan Rusak
-
Sukhoi Asal Malang Guncang Langit Perancis: Rahasia Layangan Rp7 Ribu Tembus Kejuaraan Dunia
-
Ngeri! Bawa Bom Molotov Buat Tawuran, 18 Remaja di Bekasi Diciduk Brimob
-
Tidak Apa-Apa Sebab Kita Saling Cinta: Teman Kontemplasi di Larut Malam
-
Tips Memanfaatkan Modena Pay, Belanja Teknologi Rumah Lebih Hemat
-
BRI Hadirkan Program Reward Emas bagi BRILink Agen yang Sukses Tingkatkan Pengguna BRImo
-
Peringati Tahun Baru Islam, Jusuf Kalla: Masjid Harus Memakmurkan Jamaah