Suara Denpasar - Seolah menjadi tren, fenomena konten pornografi dengan busana kebaya beberapa waktu belakangan kerap kita jumpai. Tak sedikit orang merasa risau lantaran kebaya ternyata tak luput dilibatkan ke dalam konten dewasa.
Dosen Andrologi dan Seksologi Fakultas Kedokteran Unud, Dr Oka Negara ikut mengomentari fenomena ini. Menurutnya, kebaya memang memiliki sisi nilai jual atau komersilnya tersendiri. Seperti konten kebaya merah yang viral beberapa waktu lalu misalnya. Sejak mencuat di media sosial, video porno itu langsung menggemparkan netizen.
Ironisnya lagi, ada juga netizen yang mengaitkan konten kebaya dengan Bali, entah pemerannya atau setting pengambilan video.
Banyak konten porno seperti kebaya putih dalam mobil, kebaya merah di hotel, dan yang terbaru, video model kebaya hijau, seakan tak henti-hentinya memuja eksotisme Bali. Meski para pelaku dan penyebar konten akhirnya berurusan dengan hukum, Dr Oka menyebut citra Bali dengan segenap identitas budaya hingga masyarakatnya menjadikan pulau itu memiliki ciri khas tersendiri bagi benak setiap orang.
"Kesimpulanya, mengapa dihubungkan ke Bali, satu, ditunjukkan ke audien Bali karena Bali sendiri memiliki nilai komersil, selain dikenal sebagai tempat eksotis, orang-orangnya ramah, anggun. Dan itu konsisten sehingga memiliki nilai jual. Kalau misalnya di tempat lain seperti Jakarta kan belum tentu," ungkapnya.
"Misal kalau dibuat seri yang lain seperti pramugari, dokter kan bisa bereaksi berbeda. Kata kuncinya menarik, sebagai stimulus variasi harus memiliki nilai jual," ungkapnya, Rabu (21/12).
Mengenai persepsi setting pengambilan di Bali, Dr Oka menyebut ada unsur penggiringan opini publik oleh pihak yang menyebarkan konten itu di media sosial.
Seperti konten kebaya merah. AH dan AC selaku pemeran video kini tengah menjalani proses hukum. Dan telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian Polda Jatim, tempat pengambilan video itu bukan di Bali melainkan di Surabaya. Kedua pemeran itu pun mengakui video kebaya merah merupakan pesanan, dan mereka dibayar dalam produksinya.
"Sebenernya, mau di Bali atau tidak, tak perlu diambil serius. Apalagi konten komersil kan bisa dibuat edisi yang lain. Terlebih memberi citra buruk Bali itu permasalahan niat siapa yang memviralkan. Dan yang meresponya kan netizen yang akhirnya menilai sendiri," jelasnya.
Baca Juga: 11 Harga Rumah Mewah Artis Indonesia, Rumah Raffi Ahmad Harganya Ditaksir Mencapai Rp40 Miliar
Dari sudut pandang lain, menurutnya si pemesan video memiliki fantasi tersendiri sehingga meminta AH dan AC membuat konten itu. Pelaku AH dan AC tak memiliki niat untuk menciptakan citra buruk bagi Bali, apalagi menimbulkan kegaduhan. Apa yang mereka lakukan hanyalah memenuhi permintaan untuk membuat video dengan memakai kebaya dan suasana di hotel.
"Kalau yang buat video tidak sampai kesana niatnya. Mereka hanya membuat edisi itu. Untuk makin konten lebih tepat dengan judulnya, gak mikir sampai menghancurkan masyarakat Bali," pungkasnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
- Danantara Sumberdaya Indonesia Batal Beroperasi Penuh, Pemerintah Mundurkan Skema Ekspor SDA di 2027
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
Pilihan
-
Live 'Pocong Jadi-Jadian' Hebohkan Warga Sragen, 3 Pelajar Diamankan Polisi
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
Terkini
-
Gus Lilur: MBG Pasti Meroket Jika Tanpa Copet
-
Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah
-
Bikin Khawatir, Biaya Kesehatan Makin Mahal: Apa yang Harus Kita Lakukan?
-
Geger Sekeluarga Tewas di Tenda Kamping Temanggung, UGM Konfirmasi Satu Korban Mahasiswanya
-
BRI Region 4 Palembang Tebar Berkah Idul Adha, 45 Hewan Kurban Disalurkan ke Tiga Provinsi
-
LDR 3 Tahun Berakhir Bahagia, Artis Sugesta Handayani Resmi Menikah dengan Renando Harahap
-
Daredevil: Born Again Season 2, Perpaduan Sempurna Aksi dan Cerita Politik!
-
Status Kim Soo Hyun Terbukti Bersih, Mengapa Netizen Masih Ogah Percaya?
-
Aseng Tak Mungkin Main Sendiri, Eks Pimpinan KPK Minta Jaksa Kejar Pejabat Pemberi Izin
-
Aksi Kamisan ke-909 Soroti Penghilangan Paksa dan Tahanan Demonstrasi 2025