Nikah massal ini biasanya dilangsungkan dua kali dalam setahun yakni pada sasih kapat (Agustus-September) dan sasih kedasa (Maret-April).
Sementara untuk pasangan yang dinikahkan jumlahnya berbeda-beda tergantung mereka yang menikah saat itu.
Nikah Massal di Desa Pengotan ini tidak hanya diikuti oleh warga laki-laki dari desa setempat, namun juga perempuan yang menikah keluar wilayahnya.
Upacara nikah massal atau nganten massal ini wajib diiikuti oleh krama yang akan melangsungkan pernikahan. Jika tidak, dianggap pernikahannya tidak sah oleh adat dan juga tidak diperkenankan melakukan persembahyangan jika kemudian hari ada pujawali di Pura Bale Agung setempat.
3. Mesbes Bangke
Mesbes bangke menjadi salah satu tradisi unik sekaligus ekstrim yang ada di Bali.
Mesbes bangke atau mencabik mayat tentu tidak lumrah di semua wilayah di Bali. Sehingga wajar jika tidak semua masyarakat Bali mengenal adanya tradisi tersebut dan mungkin orang yang pertama kali mendengar atau melihat akan merasa tercengang.
Namun inilah tradisi. Tradisi di setiap wilayah yang ada di Bali tentu akan berbeda-beda dan memiliki keunikan tersendiri.
Tradisi unik yang satu ini (Mesbes bangke) hanya ada di Banjar Buruan, Tampaksiring, Gianyar.
Di Bali, biasanya orang meninggal akan dikubur, diaben atau kremasi secara pribadi dan ngaben massal.
Baca Juga: Rincian Harta Kekayaan Kasatpol PP DKI Arifin, Punya Tanah Tersebar di Jakarta-Tangerang
Sementara untuk tradisi mesbes bangke ini hanya dilakukan bagi mayat atau jasad yang akan diaben secara pribadi atau perorangan. Tradisi ini tidak berlaku untuk upacara ngaben massal.
Mesbes bangke ini dilakukan oleh warga ketika mayat sudah keluar dari rumah duka.
Mesbes bangke ini konon, dahulu penduduk asli banjar Buruan ini kebingungan untuk menghilangkan bau busuk yang dikeluarkan oleh mayat, karena zaman dulu tidak ada formalin.
Sehingga mereka harus mencari cara agar mayat tidak berbau busuk dan ada ide untuk mesbes bangke.
Dimana, saat mencabik mayat, konon bau busuk akan sirna. Tradisi yang mungkin bagi warga masyarakat lainnya sangat mengerikan tersebut masih berlangsung hingga saat ini.
Namun, kondisi saat ini sudah berbeda dengan dulu. Kini mayat atau jasad yang akan diaben sudah ditutup kain hingga tikar sehingga suasana saat mesbes bangke tidak terlalu terbuka.(Askara/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?