Suara Denpasar – Asnar Pratiwi Alwi mencurahkan jerit hari kepada Irma Hutabarat usai sang suami, Iptu Haeruddin, si polisi poligami. Celakanya lagi, sang suami menikahi Nirmalasari Alwi, adik kandung Asnar Pratiwi.
Asnar Pratiwi Alwi mengatakan, setelah sang suami menikahi Nirmalasari Alwi, sikapnya berubah. Sang suami menghina dan memakinya. Dia menceritaan itu dalam kondisi menangis.
Sang suami mengaku rindu pada dirinya yang dulu. Sang suami mengaku bahwa 17 tahun menikah dengan Asnar Pratiwi adalah bukan dirinya yang asli.
“Saya kaget lah. Saya tanya yang 17 tahun itu siapa,” tanya Pratiwi kepada suaminya kala itu, dilansir dari Youtube Irma Hutabarat yang tayang 16 Desember 2022 lalu.
Dia menyatakan, sang suami menjadi arogan, kasar, menghina, mengusir, mencaci maki kalau saya miskin.
“’Kalau keluarga miskin’, dia bilang. Terus saya ngomong kalau saya miskin kenapa kau nikahi. Kenapa kau nikahi perempuan miskin,” tanya ibu tiga anak ini.
Bahkan, Pratiwi mengaku disebut sebagai perempuan sial. Dia pun balik menanyakan kepada suaminya bagaimana bisa disebut sebagai wanita pembawa sial.
“Perempuan sial? Kau daftar perwira satu kali kau langsung lulus,” sanggah Pratiwi kala itu.
Sebagaimana diketahui, Asnar Pratiwi melaporkan suaminya, Iptu Haeruddin ke Polda Kaltara karena menikah tanpa izin istri. Akan tetapi, pada 17 November 2022, Iptu Haeruddin hanya diberi sanksi mutasi bersifat demosi selama 2 tahun dan penundaan pangkat selama setahun.
Baca Juga: Sesat! Iptu Haeruddin Ngaku Nikahi Adik Kandung Istri Tidak Haram, Padahal Lulusan Madrasah Aliyah
Menurut Asnar Pratiwi hukuman untuk suaminya tidak memenuhi rasa keadilan. Dia pun membandingkan dengan kasus-kasus anggota Polri lainnya yang selingkuh atau poligami dipecat.
Dalam podcast Uya Kuya Tv, dia juga sempat ditanya Kabid Propam Polda Kaltara yang jadi hakim sidang Kode Etik. Dia mengaku ditanya mengapa pergi dari rumah dinas Polda Kaltara, dan pulang ke Kendari.
"Saya tidak kuat, saya bukan perempuan hebat yang mau menerima istri (dari) suami saya adalah adik saya sendiri. Sedangkan wanita lain saya sudah hancur, apalagi adik saya sendiri," kata dia ketika menjawab pertanyaan Kabid Propam Polda Kaltara.
Tak berhenti di sana, Asnar Pratiwi juga ditanya Kabid Propam Polda Kaltara kenapa meninggalkan anaknya ketika pulang ke Kendari.
"Izin, Pak, saya bilang, saya harus tinggalkan Kalimantan itu uang Rp3 juta buat tiket. Dan saya jual motor saya, motor Nmax Rp3 juta," kata dia.
"Maksudnya saya jual hanya untuk beli tiket ke Kendari, pulang ke rumah saya. Kalau saya bawa anak saya 2 apa tidak 10 juta modal buat saya pergi. Saya nggak punya, saya nggak punya," paparnya.
Dia mengatakan, mungkin orang berpikir apa yang dia lakukan dengan meninggalkan suami dan anaknya di Kalimantan untuk pulang ke Kendari sebagai ibu yang kejam. Dia menyatakan, dia hanya ibu rumah tangga yang tak punya apa-apa.
"Saya tidak bisa bawa anak-anak saya dan saya pikir kalau saya tetap tinggal di asrama saya bisa gila, saya bisa mati dengan apa yang diberikan sama saya, apa ya dia sudah mulai tidak normal," kata dia kepada Uya Kuya sambil menangis. (*)
Berita Terkait
-
Polda Kaltara Sebut Iptu Haeruddin Poligami dengan Nikahi Adik Istri untuk Selamatkan Anak-anaknya
-
Sosok Iptu Haeruddin, Polisi yang Nikahi Adik Istri, Sekampung Ferdy Sambo, Pernah Jadi Kapolsek
-
Polisi Nikahi Adik Istri, Pratiwi Jijik ke Adik yang Pelakor, Irma Hutabarat: Itu Pengkhianat!
-
Konyol! Polda Kaltara Tidak Pecat Iptu Haeruddin karena Istri Kedua Belum Hamil, Polisi yang Nikahi Adik Istri
-
Jahat! Iptu Haeruddin, Polisi yang Nikahi Adik Istri Palsukan Identitas, Ngaku Wiraswasta-Sudah Cerai
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
55 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Juni 2026: Klaim TWG 118-119 dan 10.000 Gems
-
Industri Kopi Berpotensi Bikin Cuan Negara, Tapi Baristanya Banyak Nggak Profesional
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Sambut World Ocean Day, Novotel Greater Jakarta Menggelar Ciliwung River Education & Cleanup
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Cuma Rp2 Jutaan, 3 Tablet 'Spek Dewa' yang Direkomendasikan David GadgetIn
-
Profil PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX): Prospek IPO, Pemilik Saham dan Bisnis
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Emiten Pengolah Limbah MHKI Bagikan Dividen Rp9,9 Miliar, Catat Jadwalnya
-
Koalisi Anti Mafia Tanah Sumsel Kecam Penetapan 4 Petani Muba sebagai Tersangka