/
Kamis, 22 Desember 2022 | 19:23 WIB
3 Penyebab Trotolan Murai Batu Turun Harga, Peternak Sarankan Ini (Antara/Irwansyah)

Suara Denpasar - Anakan atau trotolan Murai Batu merupakan salah satu burung kicauan yang harganya pernah stabil dan terjaga. Akan tetapi, belakangan harga Murai Batu mengalami penurunan.

Hal tersebut diungkapkan salah satu peternak Murai Batu melalui kanal youtube pribadinya dengan nama Teguh Prayitno yang diunggah pada 22 Februari 2022.

Dalam penjelasan, Teguh mengatakan harga trotolan Murai Batu pada 7 hingga 8 tahun lalu bisa mencapai Rp2,5 juta hingga Rp3 juta. 

"Tak hanya menurun, tapi tajam turunnya," katanya dikutip Suara Denpasar pada Kamis (22/12/2022).

Dia mengatakan ada tiga faktor utama yang menyebabkan harga burung dengan nama lain kucica hutan ini turun tajam.

Faktor pertama mengapa harga untuk saat ini jauh dibanding dengan beberapa tahun lalu karena semakin banyaknya peternak Murai Batu.

Dia mengatakan dulu belum banyak yang beternak Murai Batu karena minimnya pengetahuan tentang cara menangkarkan burung ini.

Akan tetapi, saat ini pengetahuan tentang peternakan Murai semakin banyak dan tersebar di internet, termasuk Youtube. 

Hal itu membuat semakin banyak orang yang akhirnya sukses dan berhasil mengembang biakan burung dengan khas ekor panjang ini.

Baca Juga: Basis Pemilih Ganjar Pranowo Lemah di NU, Pengamat Sarankan Pinang Sosok Erick

"Sekarang di 2022, peternak sudah menjamur, bukan banyak lagi, tapi menjamur," kata dia.

Semakin banyak peternak yang menghasilkan trotolan, kata dia, membuat harga turun. Hal itu karena jumlah trotolan membeludak, namun pembelinya berkurang.

"Ini untuk yang indukan yang standar," kata dia. 

Penyebab kedua adalah banyak peternak yang tak memperhatikan kualitas indukan Murai Batu. 

"Berawal dari indukan murai batu yang kurang berkwalitas maka trotolan yang dihasilkan juga kurang berkwalitas, akibatnya harga jual dipasaran menurun," katanya.

Kemudian banyaknya persilngan ternak burung murai batu yang asal-asalan saja.

Load More