Suara Denpasar - MDL ID Season 7 bakal dimulai pada Januari 2023 nanti dengan ditambahkan adanya sistem baru yakni babak Open Qualifier.
Perlu diketahui bahwa MDL merupakan langkah awal para pemain pro scene MLBB Indonesia melangkah menuju fase yang lebih tinggi yakni MPL ID.
MDL saat ini sudah masuk Ketahun ketiganya sejak 2019, yang dimana pada MDL Season 1 dimenangkan oleh Victim Esports dan MDL Season 6 dimenangkan oleh Bigetron Beta.
Di setiap musim, MDL mengalami peningkatan yang begitu pesat, terlihat dari penonton yang semakin ramai, dan juga para pemain profesional yang semakin bertambah.
Pada tahun 2023 ini, tepat pada MDL ID Season 7 telah secara resmi membuka jalur pendaftaran tim profesional Divisi 2 MlLBB lewat Open Qualifier.
Pada season sebelumnya MDL ID sebelum adanya babak Open Qualifier, MDL hanya menggunakan tiga babak saja yakni Playins, Regular Season, dan juga Playoffs.
Kali ini, Moonton menghadirkan babak kualifikasi terbuka untuk seluruh pemain MLBB, yang kemudian diharapkan akan muncul bibit-bibit baru pemain berbakat di pro scene MLBB Indonesia.
Bagi kalian semua yang ingin merasakan berkompetisi di turnamen resmi Moonton, melawan beberapa tim profesional MDL lainnya, ini adalah kesempatan emas kalian.
Format turnamentnya akan berubah, yang dimana dua tim yang berhasil masuk ke babak Grand Final Open Qualifier, akan otomatis masuk babak Reguler Season MDL ID Season 7.
Dan hal tersebut akan secara otomatis menambah slot tim yang bermain di babak reguler season, dari yang semula 14 tim menjadi 16 tim yang bertanding di MDL ID Season 7.
Untuk babak Open Qualifiers MDL ID S7 ini, akan dilaksanakan pada 17-20 Januari 2023 dengan menggunakan format best of three (BO3), tepat sebelum babak play-in dimulai.
Pastinya ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Berikut Syarat sebuah tim MLBB dapat mendaftar untuk memperebutkan slot MDL ID Season 7.
1. Tim tersebut tidak pernah mengikuti turnament profesional seperti MPL ataupun MDL.
2. Satu Tim terdiri dari maksimal enam pemain (lima pemain inti, dan satu pemain pengganti).
3. Memiliki Pelatih.
Berita Terkait
-
Jadwal dan Link Live Streaming M4 World Championship Day 1, Blacklist Internasional, Onic dan Todak Main Hari Pertama
-
Happy Asmara dan Dangdut Jadi Pilihan Untuk Theme Song M4 World Championship, Ini Penjelasan Moonton
-
5 Hero Support MLBB Paling Worth It Dipakai Buat Push Rank Awal Season, Siap Jadi OhMyV33NUS Indonesia
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
-
'Kakak Saya Belum Bisa Dihubungi', Pilu Keluarga Cari Korban Kecelakaan KRL di Bekasi Lewat Medsos
Terkini
-
Danantara Bakal Evaluasi Total PT KAI Usai Insiden Kecelakaan Kereta Bekasi Timur
-
Green SM-VinFast Disorot Usai Kecelakaan KRL Maut, Ternyata Jokowi Pernah Datangi Pabriknya
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Bupati Konawe Perintahkan ASN Pakai Motor ke Kantor, Ini Alasannya!
-
Anggota Gubernur Rudy Mas'ud Incar Triliunan Pajak Aset Raksasa Tambang
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
Analisis TAA Korlantas Polri: Argo Bromo Melaju 110 Km/Jam Saat Hantam KRL di Bekasi
-
Sofyan Djalil Sebut Adanya Kriminalisasi Kebijakan Bikin Pejabat Jadi Penakut dan Hilang Kreativitas
-
Rafael Struick Masih Dipinggirkan John Herdman dari Timnas Indonesia
-
Kader Gerindra Sewot, Rudy Mas'ud Senggol Prabowo dan Hashim: Penyesatan Etika Publik