Suara Denpasar - Para penggemar film kartun pasti mengenal The Simpsons. Yakni sebuah serial yang terkenal bisa meramal kejadian yang akan terjadi di masa depan melalui episode-episode tayangannya.
Sebut saja kejadian serangan 9/11 pada tahun 2001, Donald Trump jadi Presiden Amerika Serikat, dan invasi Rusia ke Ukraina telah terbukti nyata seperti dalam kartun The Simpsons.
Lalu bagaimana dengan di tahun 2023?
Mengutip dari unggahan YouTube Daftar Populer pada Senin, 2 Januari 2023, The Simpsons pun meramal tiga kejadian mengerikan yang akan terjadi di tahun 2023.
Pertama tentang akan muncul sebuah wabah zombie yang menyerang dunia melalui sebuah makanan. Makanan yang dimaksud adalah varian burger dari daging sapi kanibal.
Ramalan tersebut muncul pada episode Treehouse of Horror pada musim ke-21. Dalam episode, seorang reporter yang pertama kali memakan burger tersebut langsung berubah menjadi zombie dan menggigit semura orang.
Kedua, tentang kejadian adanya kerusakan alam. Ramalan ini muncul dalam sebuah episode yang menceritakan tentang kehancuran Springfield.
Pencemaran itu terjadi disebabkan oleh Homer Simpsons yang membuang kotoran babi ke danau. Semua sungai kotor dan tercemar senyawa berbahaya.
Ketiga, adalah hal yang belakangan ini digemar-gemorkan oleh pemerintah di berbagai negara. Yakni adanya resesi ekonomi global. Dalam salah satu episode serial ini menunjukkan grafik ekonomi yang terus menerus turun, yang dimaksud adalah resesi.
Baca Juga: Hadiah Kejutan Awal Tahun, Segera Klaim Kode Redeem FF 3 Januari 2023
Resesi merupakan penurunan ekonomi yang tidak hanya disebabkan oleh aktivitas ekonomi itu sendiri. Penggantian tenaga kerja dengan robot juga menjadi salah satu faktor terjadinya kemerosotan ekonomi global.
Terkait resesi ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengatakan kondisi ekonomi dalam negeri diperkirakan akan menghadapi sejumlah tantangan, khususnya ancaman resesi di kawasan Eropa.
“Kalau kita lihat, di Eropa hampir pasti resesi 100 persen, Amerika 65 persen. Mereka akan menaikkan suku bunga, dan akan berdampak pada kita. Suka tidak suka. Jadi tekanan yang diberikan untuk memperbaiki ekonomi mereka, itu juga berdampak pada ekonomi kita,” kata Luhut, Rabu (30/11/2022). (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
4 Bintang Persija Jakarta Kembali Usai Bela Timnas Indonesia Kini Siap Tempur Lawan Bhayangkara FC
-
Dompet Tertinggal? Tenang, Begini Cara Tarik Tunai BRI Tanpa Kartu ATM
-
Edho Zell Bercanda soal Kematian, Langsung Diperingatkan: Nggak Lucu Ah
-
5 Motor Listrik dengan Desain ala Vespa: Harga 10 Jutaan, Parasnya Kelewat Menawan
-
Nasabah Setia Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Dapat Kejutan Mobil Toyota Rush
-
Apa Itu Hacker Selapan? Sosok di Balik Kasus Bobol Dana BOS Hampir Rp1 Miliar di Prabumulih
-
WFH ASN Tak Boleh Disalahgunakan, Mensos: Liburan Bisa Berujung Sanksi
-
Bupati Bogor: Tidak Ada Ruang Bagi Narkoba, Sikat Hingga ke Akar!
-
Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
-
1.256 SPPG di Indonesia Timur Disuspend, Tak Daftar SLHS dan Tanpa IPAL