Suara Denpasar- Bali United mendatangkan kiper Gerri Mandagi dari klub Liga 2 PSBS Biak pada bursa transfer paruh musim Liga 1 22/23.
Kiper yang identik dengan ikat kepala itu direkrut Bali United untuk mengarungi putaran kedua kompetisi.
Kedatangan Gerri membuat Serdadu Tridatu kini memiliki lima pemain di sektor penjaga gawang, yakni selain Gerri terdapat Nadeo Argawinata, Muhammad Ridho, Rakasurya Handika, dan Komang Aryantara.
Pelatih Bali United Stefano Cugurra memberikan alasan di balik keputusannya mendatangkan Gerri Mandagi di tengah banyaknya stok penjaga gawang timnya saat ini.
“Bisa dilihat situasi saat ini tim Bali United membutuhkan penjaga gawang untuk paruh kedua musim ini,” kata Teco dilansir melalui situs resmi klub.
“Nadeo sering menjalani agenda timnas dan Raka mengalami cedera serta butuh waktu penyembuhan.”
“Lawan Persija Jakarta nanti (15/1), Nadeo juga tidak bisa main karena saya pikir timnas melaju sampai final Piala AFF 2022.”
Cedera yang dialami Rakasurya membuat pelatih yang hangat disapa Teco itu harus mencari pelapis di sektor penjaga gawang Bali United jika sewaktu-waktu Muhammad Ridho mengalami cedera.
Kemudian dengan Nadeo yang kerap kali mendapat panggilan tim nasional membuat Teco hanya memiliki kiper muda Komang Aryantara yang notabene masih minim pengalaman.
Oleh karena itu, ia memutuskan untuk menggaet Gerri Mandagi sebagai pelapis di bawah mistar Bali United.
“Saya punya Ridho saat ini dan main inti di beberapa pertandingan. Biasa Raka nomor kiper kedua kalau Ridho main inti,” tambah Teco.
“Begitu juga kalau ada Nadeo, Ridho nomor kedua dan Raka ada nomor ketiga. Kita perlu cari solusi untuk mengantisipasi Raka yang cedera dan Ridho ketika ia cedera saat main inti.”
“Tidak banyak pilihan ketika bursa transfer ke paruh kedua. Waktu itu ada pilihan Gerri yang paling bagus dan kita punya cara untuk tutup permasalahan ini.”
Di putaran pertama, selama ditinggal Nadeo Argawinata yang mengikuti agenda timnas dan cedera yang diderita Rakasurya, Teco selalu menurunkan Muhammad Ridho sebagai kiper utama Bali United di setiap laga, dengan ditemani Komang Arya dari bangku cadangan.
Menurut pelatih dengan koleksi tiga trofi Liga 1 itu, Komang masih membutuhkan proses yang agak panjang untuk mematangkan diri sebelum siap diturunkan mengawal gawang tim utama Bali United.
Belum berjalannya kompetisi usia muda menjadi alasan pendukung Teco mengenai karir Komang.
“Kita punya Koming (panggilan akrab Komang) dari U-20, tapi musim ini dia tidak bisa main di kompetisi U-20. Situasi ini buat dia susah buat main di tim senior,” jelas Teco.
“Yang tahu situasi pemain siap main atau tidak adalah saya. Ini tugas dan tanggung jawab saya untuk membuat hasil dan sesuai permintaan dari manajemen. Saya hanya fokus ke tim ini karena saya tahu kondisi tim setiap hari. (*/Dinda)
Berita Terkait
-
Miris! Usai Datangkan 3 Pemain Baru, PSIS Semarang Kini Terbitkan Larangan untuk Panser Biru & Snex, Apa Itu?
-
Waduh! Demi Eks PSIS Semarang, Persib Bandung Korbankan Sosok Rp2,17 Miliar dan Rp4,78 Miliar? Cek Faktanya
-
Coach Teco Ungkap Alasan Datangkan Gerri Mandagi ke Bali United, Singgung Timnas Indonesia
-
Panser Biru & Snex Wajib Tahu! Ini Profil Pelatih Baru PSIS Semarang, Ternyata Pernah Bela PSS hingga Madura United
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam