Suara Denpasar - Kompetisi Liga 1 22/23 resmi tanpa aturan degradasi menyusul hasil Rapat Exco PSSI yang memastikan kompetisi kasta kedua atau Liga 2 dihentikan.
Dengan demikian maka seluruh tim peserta Liga 1 musim ini dipastikan akan tetap bermain di kasta tertinggi tersebut pada musim kompetisi 23/24.
Berkaitan dengan kabar tidak adanya degradasi di kompetisi Liga 1, eks Arema FC Ahmad Bustomi memberikan respon kesal melalui cuitan Twitternya.
“Lek kompetisi ga onok degradasi iku jenenge FUN PUTBOL… C*xxxx (Kalo kompetisi ga ada degradasi itu namanya FUN FOOTBALL…. C*xxxx,” tulisnya di akun Twitter @Bustmomi_19.
Beberapa warganet pun turut berkomentar di kolom balasan cuitan tersebut. Beberapa di antaranya ada yang menyebut bahwa hal tersebut disebabkan karena ulah dari salah satu mantan klub yang pernah dibela Bustomi.
“Ya gara-gara mantan klub mu itu mas, udah ga ngasih untung malah nyusahin, kayak gitu kok masih didukung sama Aremania, ga klubnya, suporternya bahkan semua, ada tragedy baru sadar kalo klubnya gila,” tulis akun @unik_ara.
“Ya gara-gara tim mu g*bl*k arema janc*k jar*n sak dokare,” kata akun @syukrirahman9.
“Kan gara-gara klub yang kamu cintai itu bos.. wkwkwk….,” cuit akun @wagaantik.
Ahmad Bustomi saat ini masih berstatus sebagai pesepak bola profesional dengan bermain untuk klub Liga 2, PSMS Medan.
Baca Juga: Jelang Piala Dunia U-20, Fasilitas GBT Dianggap Layak
Sepanjang karirnya, ia banyak menghabiskan waktu dengan bermain untuk Arema Malang, Mitra Kukar, dan Arema Cronus (sekarang Arema FC).
Bustomi tercatat bermain untuk Arema Malang dalam kurun waktu 2008 hingga 2011, lalu kemudian Mitra Kukar dari tahun 2011 hingga 2014, dan Arema Cronus dari tahun 2014 hingga 2016.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang bertahan itu juga sempat berseragam Madura United pada tahun 2016, sebelum kemudian berlabuh menuju Arema Cronus pada awal musim era Liga 1 atau musim 2017.
Beberapa klub yang pernah dibela Ahmad Bustomi di era Liga 1 di antaranya adalah Mitra Kukar, Persela Lamongan, dan Persija Jakarta. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Jejak Mentereng Kasatgas Pangan Brigjen Ade Safri, Ungkap 4 Kasus Besar Sepanjang Februari
-
Garda Revolusi Iran Disebut Tutup Selat Hormuz, Mengapa Dunia Harus Panik?
-
Petenis Rusia Daniil Medvedev Terjebak di Dubai Usai Serangan AS-Israel ke Iran
-
Piala Dunia 2026 Terancam, FIFA Respons Serangan AS-Israel ke Iran
-
Serangan AS-Israel ke Iran: Dentuman Keras di Riyadh, Bagaimana Nasib Cristiano Ronaldo?
-
Yandri Susanto Pasang Target Tinggi, PAN Cilegon Diminta Jadi Pemenang Pileg 2029
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Mayat Tanpa Busana Mengambang di Sungai Blobo Malang, Identitas Korban Masih Misteri
-
Harimau Sumatera Dekati Tim Pagari Agam Saat Pasang Kamera Jebak, Jarak Cuma 5 Meter