Suara Denpasar – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menahan Gubernur Papua Lukas Enembe sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi.
Lukas Enembe pun akhirnya menjalani pemeriksaan KPK setelah usah menjalani pembantaran penahanan.
"Betul, hari ini informasi yang kami peroleh tersangka LE sudah selesai menjalani pembantaran penahanannya," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya pada Kamis, dilansir dari Antara.
Setelah jalani pembantaran, Lukas Enembe dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta dari Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Kamis sore.
"Dari pemeriksaan tim medis saat ini yang bersangkutan telah dinyatakan 'fit to stand trial 'sehingga dapat dilakukan pemeriksaan dalam rangka kelengkapan berkas perkaranya," ucap Ali.
Terkait pemeriksaan ini, KPK memastikan memenuhi seluruh prosedur hukum.
"Namun demikian, hak-hak tersangka juga tetap kami penuhi sebagaimana ketentuan hukum yang berlaku," ucap Ali.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi bernilai miliaran rupiah. Ia diduga menerima suap dari Direktur PT Tabi Bangun Papua (TBP) untuk sejumlah proyek pembangunan infrastruktur di Papua.
Dilansir dari Antara, Gubernur Papua Lukas Enembe diamankan oleh tim KPK dan aparat penegak hukum pada Rabu (11/1/2023) pukul 12.27 WIT.
Baca Juga: Hasil Malaysia Open 2023: Bungkam Unggulan 3, Apriyani/Fadia Melangkah ke Semi Final
Dalam video konferensi pers yang disiarkan melalui akun Instagram resmi KPK @official.kpk, nampak Lukas mengenakan baju berwarna biru dengan rompi orange khas tahanan KPK.
Tak seperti sebelumnya, kali ini KPK melakukan konferensi pers di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto.
Dalam unggahan KPK tersebut, Ketua KPK Firli Bahuri mengatakan, Lukas Enembe akan ditahan selama 20 hari ke depan.
“Dalam rangka penyidikan, tim penyidik melakukan penahanan terhadap saudara LE (Lukas Enembe) terhitung mulai hari ini (11 Januari 2023), sampai dengan tanggal 30 Januari 2023 di Rumah Tahanan Negara KPK Pomdam Jaya Guntur,”ujar Firli Bahuri dalam video konferensi pers di akun Instagram @official.kpk.
Firli Bahuri mengatakan, pihaknya melakukan pembantaran penahanan karena melihat kondisi kesehatan Lukas. Pembantaran ini akan dilakukan sampai kondisi Lukas Enembe stabil dan membaik.
"Karena kondisi kesehatan tersangka LE, maka dilakukan pembantaran untuk perawatan sementara di RSPAD Gatot Soebroto sejak hari ini sampai dengan kondisi membaik sesuai dengan pertimbangan tim dokter," ucap Firli Bahuri, dilansir dari Antara. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Setelah 21 Tahun, Akankah Transjakarta Akhiri Era Tiket Murah Rp 3.500?
-
Misi Kemanusiaan Miss Cosmo 2025: Perkuat Akses Operasi Bibir Sumbing Gratis di Indonesia
-
Izin Bodong! Daycare Little Aresha Jogja Ternyata Tak Berizin, 53 Anak Jadi Korban Kekerasan
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
Satu Kamar Diisi 20 Anak! Polresta Jogja Bongkar Praktik Tak Manusiawi di Daycare Umbulharjo
-
Provinsi Banten Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik
-
Menyusuri Jalur Surade Sukabumi-Bogor: Seluruh SPBU Kosong Bio Solar, Truk Beras Terhambat
-
Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan
-
5 Rekomendasi Track Gowes di Bogor yang Ramah Bapak-bapak, Cocok Buat Sehat Bareng Komunitas
-
Amerika Serikat Perluas Blokade Iran ke Selat Hormuz Hingga Samudra Pasifik dan Hindia