Suara Denpasar - Malaysia akan menggelar Piala Merdeka 2023, namun sayang, Timnas Indonesia tak diundang.
FAM (Football Asosiation of Malaysia) sebagai federasi sepakbola tertinggi di Malaysia menjelaskan kenapa Timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong tidak diundang pada ajang Piala Merdeka 2023.
Perlu diketahui bahwa Piala Merdeka 2023 merupakan turnamen sepakbola yang diisi oleh masing-masing empat negara dari Asia Tenggara dan Asia Barat.
Rencananya FAM akan menjadwalkan Piala Merdeka 2023 pada September mendatang, dan nanti satu tim dari Asia Barat dan dua tim Asia Tenggara diprediksi akan melengkapi turnamen yang berisi empat negara tersebut.
Salah satu media asal Malaysia, Metro menjelaskan bahwa ada dua negara asal Asia Barat yang kemungkinan besar bakal mengisi slot negara asal Asia Barat yakni Palestina dan Suriah.
Sedangkan dua negara asal Asia Tenggara sudah dipastikan bakal diisi oleh dua negara kuat finalis AFF 2022 yakni Timnas Thailand dan Vietnam.
Selain itu, perwakilan dari FAM Mohd Firdaus Mohamed. Dia menyebut bahwa mereka yang diundang ke kompetisi ini adalah yang ada di atas Malaysia, jadi Indonesia tidak dipertimbangkan.
Dan memang calon negara yang bakal berpartisipasi dalam Piala Merdeka 2023 tersebut memiliki peringkat dunia diatas Timnas Malaysia yang saat ini berada pada 145 rangking FIFA.
Mungkin inilah alasan mengapa Timnas Indonesia tidak diundang dalam kejuaraan itu. Sebab, skuad asuhan Shin Tae-yong, per data resmi terakhir yang dirilis FIFA pada Desember 2022 lalu, ada di peringkat ke-151, alias enam tingkat di bawah Malaysia.
Baca Juga: Wisata Hutan Mangrove Kelumu, Pilihan Tempat Bersantai Warga Lingga
“Saya pribadi melihat dua tim Asia Tenggara seperti Vietnam dan Thailand yang benar-benar punya kualitas dan standar permainan di level Asia,” kata Firdaus, dilansir dari media Malaysia Metro.
Firdaus juga menjelaskan bahwa Piala Merdeka merupakan ajang persiapan bagi skuat Harimau Malaya sebelum Piala Asia 2023..
Selain itu dia juga menambahkan alasan kenapa Vietnam dan Thailand yang diundang bukannya Indonesia, karena dirinya menganggap bahwa dua negara tersebut memiliki kualitas level Asia.
“Jika kita melihat kepada gelaran Piala AFF terbaru, performa kedua tim memang benar-benar berada di standar Asia dan kami bisa mengundang mereka ke Piala Merdeka. Sebab, kami menginginkan kompetisi ini sebagai ranah persiapan menjelang Piala Asia juga," tandas perwakilan FAM tersebut. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Idul Adha 2026 Tanggal Berapa? Penetapan Versi Muhammadiyah dan Pemerintah Diprediksi Sama
-
Ayah Bunga Zainal Meninggal, Ahok Kirim Karangan Bunga Duka Cita
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah
-
40 Kode Redeem FC Mobile Aktif 5 Mei 2026, Hadiah Pemain MLS hingga Gems Gratis
-
Ditahan Imbang Everton, Pep Guardiola Pasrah Soal Perburuan Gelar Juara
-
Pertukaran Mata Uang dengan China dan Jepang Jadi Strategi Jaga Nilai Tukar Rupiah
-
5 Sepatu Running Lokal Rp200 Ribuan Terbaik, Kualitas Juara Bukan Barang Abal-abal
-
AC Milan hingga Juventus Berebut Tanda-tangan Bek Manchester City, Siapa yang Dapat?
-
5 Rekomendasi Sepeda Harga 1 Jutaan Enteng Banget Saat Menanjak, Kualitas Bukan Kaleng-kaleng
-
Rupiah Masih Melemah Akibat Turunnya Surplus Perdagangan