Suara Denpasar - Baru-baru ini Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri secara gamblang menyampaikan ketidaksepakatannya terhadap pembangunan Bandara di Bali Utara.
Hal tersebut disampaikannya saat memberi arahan dalam kunjungan ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur, Senin, (16/1/2023) lalu.
Megawati menyebut banyak pihak yang mendatangi dirinya untuk membujuk agar menyetujui proyek tersebut, termasuk Gubernur Bali I Wayan Koster.
“Eh didatangkan Bapak Koster (Gubernur Bali), bapak wakil, terus Bapak Menteri waktu itu masih Wishnutama ke rumah saya. Saya kaget, saya melihat hanya untuk apa, hanya untuk membujuk saya,” kata Megawati dalam sambutannya.
Menanggapi hal tersebut, Akademisi Universitas Udayana Bali, Efatha Filomeno Borromeu Duarte menilai pernyataan Megawati itu akan ditangkap publik sebagai relasi kuasa Ketua Umum Partai kepada kader yang menjabat sebagai eksekutif.
Menurutnya, pernyataan Megawati itu akan ditangkap negatif karena disampaikan di ranah publik. Akan berbeda kata dia, apabila pernyataan tersebut disampaikan dalam internal partai saat mengevaluasi kerja kader.
"Sah-sah saja kalau misalkan hal tersebut disampaikan dalam rapat internal partai terkait masalah evaluasi kinerja kader baik legislatif maupun eksekutif karena partai memiliki wewenang itu. Tapi kalau di ranah publik tentu masyarakat akan menangkap secara negatif," kata Efatha saat ditemui kemarin, Senin, (23/1/2023).
Pada kesempatan tersebut, Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana Bali itu menyarankan agar Koster bisa membedakan mana relasi kuasa dan mana untuk kepentingan rakyat.
"Koster dalam struktur kepartaian itu kan mematuhi peraturan yang ada di dalam partai. Maka, relasi kuasa tergambar di situ bahwa ada satu teguran dari ketua partai kepada gubernur."
Baca Juga: Program Hari Arak Gubernur Koster Ditentang Paiketan Krama Bali: Kami Menolak Keras
"Dan ini masih berkaitan, apalagi Bali kan basis pemenangannya (basis PDIP), maka wajar saja kalau Bu Mega secara gamblang menyampaikan hal tersebut," tuturnya.
Lebih lanjut, Efatha mengatakan bahwa Koster sebagai Gubernur dalam situasi seperti ini harus berani mengambil sikap kalau memang tujuan pembangunan Bandara di Bali Utara itu untuk pemerataan pembangunan.
"Ya kita berharap Bapak Gubernur (Koster) bisa berani mengambil sikap, kalau memang tujuannya adalah untuk kepentingan publik. Kan dengan adanya pembangunan otomatis akan hidup ekonominya dan akan ada pemerataan pembangunan di Bali," pungkas pria 28 tahun itu. (Rizal/*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
Terkini
-
Bukan Mobil, Pemudik Motor Mulai Masuk Jogja: Tembus 129 Ribu Sehari!
-
Netanyahu Sudah Tewas? Video Terbaru Memperkuat Penggunaan AI: Ada Keanehan di Isi Kopi
-
Puncak Arus Mudik Dimulai! 2.390 Mobil per Jam 'Serbu' Semarang via Tol Kalikangkung
-
Orang Asing Beli Sirup Marjan di Indonesia, Pengakuannya Viral
-
Murka! Ahmad Luthfi Soal OTT KPK Cilacap: Integritas Itu Perbuatan, Bukan Cuma di Mulut
-
Jadwal Imsak Palembang Hari Ini, 16 Maret 2026: Batas Sahur dan Subuh
-
PTBA Luncurkan Reverse Vending Machine, Sampah Botol Plastik Kini Bisa Ditukar Uang
-
Dedi Mulyadi Cairkan Kompensasi untuk Ribuan Sopir Angkot Jalur Puncak Bogor
-
7 Fakta Kunci Dashrun Bogor: Dari Ajang Adu Kecepatan Hingga Solusi Ampuh Cegah Tawuran
-
Imsak Bandar Lampung 16 Maret 2026 Jam Berapa? Catat Batas Sahur dan Jadwal Salat Hari Ini