Suara Denpasar - Pengamat politik Rocky Gerung sebut keluarga Presiden Jokowi mengalami ketagihan kekuasaan.
Pernyataan itu menyusul ramainya perbincangan publik terkait anak bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep yang berniat atau ingin mengikuti jejak ayah dan kakaknya menjadi eksekutif.
Niat Kaesang itu dibocorkan oleh Walikota Solo, Gibran Rakabuming yang juga merupakan kakaknya sendiri.
Karena membutuhkan partai politik untuk menjadi seorang eksekutif, Sandiaga Uno mengatakan bahwa Kaesang Pangarep mungkin akan bergabung ke Partai Gerindra.
Pernyataan Sandiaga Uno itu semakin kuat kebenarannya setelah beberapa waktu lalu ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mendatangi Walikota Solo Gibran Rakabuming dan menyatakan dukungan terhadap Gibran menjadi Gubernur DKI Jakarta ataupun Jawa Tengah pada pemilu 2024 mendatang.
Maka hitungannya adalah jika Gibran Rakabuming yang saat ini menjabat sebagai Walikota Solo diangkat menjadi Gubernur DKI Jakarta atau Jawa Tengah, maka otomatis Kaesang Pangeran diplotkan kembali mengisi kursi Walikota Solo.
Menanggapi hal tersebut Rocky Gerung mengatakan ada dinasti kekuasaan tergambar jelas dalam keluarga Jokowi saat ini. Rocky mengatakan keluarga Jokowi sedang mengalami ketagihan kekuasaan.
"Coba kita lihat latar dari peristiwa-peristiwa ini, semua itu kalau kita cari highlight nya (menyorot), kita akan temukan satu unsur di dalam politik Jokowi yaitu ketagihan kekuasaan. Karena ketagihan maka dipaksa secara cepat-cepat mengajukan dua nama Gibran dan Kaesang itu," kata Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, Jum'at, (27/1/2023).
Mantan dosen Filsafat Universitas Indonesia itu mengungkit pernyataan Jokowi beberapa tahun yang lalu yang mengatakan bahwa sebaiknya Gibran dan Kaesang tidak usah mengikuti jejaknya sebagai politisi.
Baca Juga: 5 Fakta Jeonnam Dragons, Klub Baru Asnawi Mangkualam di Korea Selatan
Rocky menilai pernyataan Jokowi itu telah terbantahkan dengan adanya Gibran Rakabuming menjadi Walikota Solo dan Kaesang Pangeran yang sedang mengambil ancang-ancang mengikuti jejak Jokowi dan Gibran menjadi politisi.
"Tidak mungkin itu terjadi karena Jokowi sebetulnya kita bisa predikat dari awal bahwa dia akan ketagihan kekuasaan, nah orang yang ketagihan kekuasaan memerlukan peralatan politik, sialnya Pak Jokowi tidak mampu menunjukan kapasitasnya memimpin PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) atau mengambil alih PSI (Partai Solidaritas Indonesia) yang sangat didesain untuk Kaesang atau Gibran pada waktu itu," cetusnya.
Menurutnya, dinasi politik yang sedang dibangun oleh Jokowi pada akhirnya hanya akan dikendalikan karena tidak memiliki partai politik atau setidaknya memimpin suatu partai politik.
"Nah era Jokowi kapitalisme yang kita sebut sebagai oligarki sangat dekat dengan kekuasaan dan itu yang membuat Jokowi hilang auranya sebagai negarawan atau kepala negara karena dia hanya dikendalikan."
"Jadi ini catatan yang harus kita ucapkan dengan jujur secara analitis akademis, Pak Jokowi bukan seseorang yang pada akhirnya bisa menuntun dinastinya. Jadi dinasti Jokowi entah Kaesang entah Gibran dalam pengertian profesional itu juga akan dititipkan pada oligarki yang sama pada akhirnya," ungkapnya. (Rizal/*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
Terkini
-
Free Float BRIS Masih 10 Persen, Bos BSI Akui Jadi Sorotan
-
Prabowo Kumpulkan Pengurus hingga Anggota DPR Fraksi Gerindra di Kertanegara Nanti Malam, Ada Apa?
-
Cegah Kebocoran PAD, Wawalkot Binjai Jiji Dukung Pembentukan Satgas Parkir
-
Bahlil Ancam Ganti Pengurus Golkar yang Tidak Perform: Ibarat Futsal, Siap-siap Ditarik Keluar!
-
Mujahadah Kubro Harlah 1 Abad NU di Malang Dipadati 105 Ribu Jamaah
-
Spesifikasi Advan Workmate Ultra, Laptop Murah dengan Intel Core Ultra
-
Selain Menuduh Polandri, Firdha Razak Juga Menduga Sang Menantu Pakai Guna-Guna
-
Bukan Cuma Wakil, KPK Juga Amankan Ketua PN Depok dalam OTT Semalam
-
Kebakaran Pabrik Plastik di Cibolerang Bandung, Asap Hitam Membumbung
-
Tips Puasa Lancar, Ini 5 Makanan Harus Dihindari