Lifestyle / Male
Sabtu, 09 Mei 2026 | 09:29 WIB
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri jamuan santap malam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN yang digelar di Mactan Expo, Cebu, Filipina, pada Jumat malam, 8 Mei 2026. Foto: BPMI Setpres/Kris
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengenakan Barong Tagalog khas Filipina saat menghadiri Gala Dinner KTT Ke-48 ASEAN di Cebu.
  • Barong Tagalog merupakan simbol kehormatan, kebebasan, dan keanggunan nasional masyarakat Filipina yang terbuat dari serat alam.
  • Perpaduan struktur Barong dan motif Batik menjadi instrumen diplomasi budaya yang mempererat hubungan bilateral Indonesia-Filipina.

 

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Gala Dinner atau jamuan makan malam dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN di Mactan Expo, Cebu, Filipina pada Jumat (8/5/2026) malam.

Dalam acara puncak tersebut, Presiden Prabowo mencuri perhatian publik dengan mengenakan busana Barong Tagalong.

Busana tradisional khas Filipina itu dirancang secara khusus dengan sentuhan motif batik Indonesia.

Perpaduan unsur budaya Filipina dan Indonesia dalam busana yang dikenakan Presiden Prabowo mencerminkan harmoni budaya serta persahabatan antarkedua negara.

Presiden Prabowo Subianto, menghadiri jamuan santap malam KTT ke-48 ASEAN yang digelar Presiden Filipina, Ferdinand Romualdez Marcos Jr di Mactan Expo, Cebu, pada Jumat malam (8/5/2026). Foto/BPMI Setpres

Makna dan Keunikan Barong Tagalog

Barong Tagalog atau umum disebut Barong ini bukan sekadar pakaian formal biasa. Busana ini merupakan simbol identitas nasional, kemandirian, serta keanggunan masyarakat Filipina.

Secara historis, Barong Tagalog merupakan kemeja berpotongan longgar yang umumnya dibuat dari serat alam premium, seperti serat nanas (piña) atau serat pisang abaka (jusí) dan kadang-kadang sutra atau organza.

Karakteristik utama dari pakaian ini meliputi:

  • Transparansi Bahan: Kainnya yang tipis dan ringan sangat cocok untuk iklim tropis yang hangat.
  • Detail Sulaman (Bordado): Bagian depan kemeja dihiasi dengan sulaman tangan yang rumit dan bernilai seni tinggi. Menampilkan berbagai motif mulai dari pola bunga hingga geometris, yang masing-masing menambah keunikan pakaian tersebut.
  • Pemakaian Tanpa Dimasukkan: Barong Tagalog dipakai di luar celana, memberikan kesan rapi namun tetap kasual dan nyaman.

Perlawanan Diam-Diam

Baca Juga: Di KTT ASEAN, Prabowo Sebut Diversifikasi Energi Kini Jadi Kebutuhan Mendesak

Secara historis, Barong Tagalog berakar dalam di masa kolonial Filipina. Pakaian ini muncul sebagai bentuk perlawanan diam-diam terhadap penjajah Spanyol.

Penjajah kala itu mengharuskan orang Filipina mengenakan kemeja yang tidak dimasukkan ke dalam celana. Hal tersebut bertujuan untuk membedakan mereka dari kelas penguasa.

Namun dalam perkembangannya, Barong Tagalog bertransformasi dari pakaian rakyat jelata di era kolonial Spanyol menjadi busana resmi kelas atas yang melambangkan kehormatan, kebebasan, serta kesetaraan bangsa Filipina.

Pentingnya Barong secara budaya semakin diperkuat selama upacara-upacara nasional penting, termasuk pelantikan presiden dan acara-acara diplomatik.

Sebagai Bentuk Diplomasi

Hampir semua presiden Filipina mengenakan Barong Tagalog selama acara-acara nasional penting dan kegiatan internasional, yang membantu memperkuat statusnya sebagai simbol otoritas dan martabat Filipina.

Load More