/
Jum'at, 27 Januari 2023 | 20:36 WIB
Kang Dedi Mulyadi yang menemui Jamaah umroh yang tertipu travel bodong. (kolase foto YouTube KDM)

Suara Denpasar – Sebanyak 149 jemaah umroh asal Kabupaten Purwakarta mengadu nasib perjalanan ibadahnya ke Tanah Suci Mekkah kepada Anggota DPR RI Dedi Mulyadi.

Ratusan jemaah umroh tersebut mengadu kepada pria yang akrab disapa Kang Dedi, karena tertipu biro jasa  perjalanan umroh alias travel bodong yang ada di Kabupaten Purwakarta.

Ketika Kang Dedi menemui ratusan jemaah yang kini berada di salah satu pondok pesantren. “Mohon bantuan bapak,” kata salah satu jemaah yang menyapa Kang Dedi.

Bapak asal mana Pondok Salam. Tanya Kang Dedi kepada salah satu jemaah umroh.

“Parakan Purwakarta pak, rencana kami mau umroh pak. Tapi sampai sekarang malah tidak berangkat-berangkat,” jawabnya kepada Kang Dedi kembali.

Jemaah umroh mengaku sudah 4 hari berada Pondok Pesantren ini, namun tidak ada kejelasan perihal keberangkatan umroh.

“Saya sudah 4 hari disini, sejak hari Selasa lalu dijanjikan untuk berangkat umroh, namun malah tertipu,” aku Jamaah umroh ke Kang Dedi, seperti dilansir Kanal Youtube KDM, Jumat (27/1/2023).

Secara keseluruhan jemaah umroh disini sebanyak 149 orang. Dengan pembayaran keberangkatan umroh ada yang sudah lunas dan ada yang sedang mencicil.

"Saya ini lunas pak bayar Rp 28,2 juta, tetapi tidak berangkat, gak jadi karena kena tipu pak. Yang menipu pak Rustandi yang memiliki yayasan,” tutur Jemaah ke Kang Dedi.

Baca Juga: Hasto Klaim PDIP Kerap Lahirkan Pemimpin Bukan dari Kalangan Elitis: Jokowi Kalau Tidak dari PDIP Gimana Jadi Presiden?

Jika ditotal nilai uang secara keseluruhan dari 149 orang jemaah yakni mencapai Rp 2 miliar lebih

“Saya ini juga pak Dedi bawa jemaah 61 orang,” aku emak-emak yang mengadu kepada Kang Dedi sambil menangis.

Pengakuan dari Jemaah umroh yang tertipu travel bodong tersebut. Awalnya dijanjikan berangkat pada 15 Desember lalu. Kemudian berlanjut pada 27 Januari, namun tak kunjung berang umroh.

“Kami memang sudah dikasik paspor, namun visa tidak ada dan tiket pesawat juga tidak ada,” imbuh jemaah yang meminta bantuan kepada kang Dedi. ***

Load More