Suara Denpasar – Insiden yang tidak terduga kembali terjadi di tubuh sepakbola Indonesia. Setelah tragedi Kanjuruhan, kini terjadi kasus pelemparan bus klub.
Pelemparan oleh oknum suporter kepada Bus yang ditumpangi pemain dan Official Arema FC terjadi usai kontra PSS Sleman di pekan 20 BRI Liga 1 2022/2023, (26/1/2023).
Sebelum Bri liga 1 2022/2023 digelar, kompetisi sepak bola kasta tertinggi sempat terhenti dua bulan akibat tragedi kanjuruhan 1 Oktober 2022.
Peristiwa yang menyebabkan hilang 135 nyawa itu masih membekas hingga kini. Bahkan disebut-sebut aksi yang dilakukan oknum suporter terhadap bus pemain Arema FC berkaitan dengan tragedi kanjuruhan.
Bri Liga 1 kembali bergulir pada Desember 2022 hingga menuntaskan putaran pertama. Puran kedua telah berlanjut hingga total 177 pertandingan telah berlangsung hingga pekan 20 Bri liga 1.
Namun sayangnya, beberapa laga harus mengalami penundaan karena masalah izin keramain dan lainnya.
Untuk itu dilansir dari laman Liga Indonesia baru, PT LIB sebagai operator liga di Indonesia menggelar Club Meeting.
Meeting secara virtual, Jumat (27/1/2023) diikuti para manajer dan ketua panpel dari kompetisi kasta teratas sepak bola Tanah Air.
Hadir pada virtual meeting seluruh jajaran direksi LIB, Di antaranya Ferry Paulus (Direktur Utama), Munafri Arifuddin (Direktur) dan Sudjarno (Direktur Operasional), serta seluruh perwakilan klub Liga 1.
Baca Juga: 6 Pekerjaan yang Digantikan Oleh AI, Robot Menguasai Dunia!
Direktur Utama LIB, Ferry Paulus menjelaskan, pihaknya akan menyusun jadwal baru untuk kelanjutan BRI Liga 1 2022/2023 yang akan disesuaikan dalam dua waktu kick off, yakni pukul 15.00 WIB dan 17.00 WIB.
"Hari ini kita menggelar virtual meeting dengan manajer dan panpel klub Liga 1 untuk melakukan evaluasi dan menampung ide, masukan dan terobosan-terobosan baru dalam penyelenggaraan Kompetisi BRI Liga 1 2022/2023," ungkap Direktur Utama LIB, Ferry Paulus.
Dikatakan Ferry, keputusan untuk merancang jadwal kick off dalam dua waktu tersebut setelah pihaknya melakukan analisa beberapa jadwal pertandingan dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian.
Sehingga lanjt dia, LIB dirasa perlu untuk melakukan beberapa terobosan agar gelaran BRI Liga 1 2022/2023 bisa berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
“Prinsipnya dalam menggelar pertandingan BRI Liga 1 2022/2023, kami menyesuaikan dengan penerapan Perpol nomor 10 tahun 2022.”
“Karena itu koordinasi dengan pihak kepolisian dan stakeholder terkait, terus kami lakukan. Mudah-mudahan ke depannya, semua bisa bergulir sesuai dengan yang diinginkan bersama,” tambahnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Bagaimana Cara Menonton Film Pesta Babi? Ini Syarat dan Prosedurnya
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
KAI Tutup 7 Titik Maut Perlintasan Liar di Jakarta, Ini Daftar Lokasinya
-
Segera Naik Sidang, KPK Limpahkan Perkara Bupati Pati Sudewo ke Tahap Penuntutan
-
'Jangan Kaget Bunda, HP Sudah Dibuang ke Laut', Pesan Terakhir Andi Angga Sebelum Ditangkap Israel
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Taeyong NCT Luapkan Insting, Ambisi, dan Kebebasan Artistik di Lagu WYLD
-
Tak Hanya Asus, Lenovo Juga Kenalkan Laptop Tipis Pesaing MacBook Neo
-
Menhan Sjafrie Sebut Manfaat Batalyon Teritorial Pembangunan: Tumpas Begal Hingga Jadi Imam Masjid
-
Apakah Hellyana Masih Bisa Menjabat sebagai Wagub Babel Usai Divonis Penjara?
-
Mengapa Rupiah Melemah Bikin Warga Desa Ikut Susah? Menepis Logika 'Orang Desa Tak Pakai Dolar'
-
Ratusan Amunisi Senjata Api Disita dari Bandar Narkoba di Riau